Orang yang mengalami depresi mungkin juga merasa tidak berharga atau berniat untuk mengakhiri hidup, yang merupakan indikasi bahwa orang tersebut butuh dukungan dan intervensi yang tepat.
Depresi sendiri adalah suatu kondisi mental yang ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam, kehilangan minat, dan penurunan energi. Gejala tersebut sering disertai dengan gangguan tidur, perubahan nafsu makan, dan kesulitan berkonsentrasi.
Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik genetik, psikologis, maupun lingkungan. Faktor genetik mencakup riwayat keluarga yang memiliki masalah kesehatan mental.
Sementara itu, faktor psikologis dapat berkaitan dengan pengalaman traumatis di masa lalu, rendahnya harga diri, atau pola pikir negatif yang kerap datang dalam suatu rentang masa hidup manusia. Lingkungan, seperti tekanan pekerjaan atau masalah keuangan, juga dapat menjadi pemicu depresi.
Orang yang mengalami depresi juga umumnya tidak hanya merasakan dampak psikologis, tetapi juga berpengaruh terhadap fisik.
Depresi, misalnya, dapat menjadi salah satu faktor peningkat risiko kesehatan fisik, seperti penyakit jantung atau diabetes.
Depresi juga dapat mempengaruhi imun tubuh dan memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada. Oleh karena itu, memahami depresi dan dampaknya adalah langkah penting untuk menghadapinya.
Cara mengatasi depresi
Berikut beberapa di antaranya, dikutip dari buku Depression in Adult with a Chronic Physical Health Problem (2010) yang ditulis oleh National Collaborating Centre for Mental Health Royal College of Psychiatrists.
1 Langkah pertama: mencari bantuan
Mengatasi depresi sering kali memerlukan bantuan dari profesional kesehatan mental.
Mencari bantuan adalah langkah krusial yang dapat membantu individu mendapatkan diagnosis yang tepat dan rencana penanganan yang efektif.
Para ahli, seperti psikolog atau psikiater, memiliki pengetahuan dan pengalaman untuk membantu individu mengatasi gejala dan mencapai kesejahteraan mental yang lebih baik.
Ada beberapa jenis terapi yang dapat membantu dalam mengatasi depresi. Terapi kognitif perilaku (CBT) adalah salah satu yang paling umum.
CBT membantu individu mengenali dan mengubah pola pikir negatif yang berkontribusi terhadap depresi.
Selain itu, terapi interpersonal dan terapi perilaku juga dapat dipertimbangkan. Setiap individu memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga penting untuk menemukan jenis terapi yang paling sesuai.
Selain konseling, terapi pengobatan juga bisa menjadi bagian integral dari proses pemulihan dari depresi.
Umumnya, beberapa jenis obat seperti antidepresan sering diresepkan untuk membantu menyeimbangkan zat kimia di otak yang mempengaruhi suasana hati.
Namun, pengobatan harus selalu diambil di bawah pengawasan dokter dan segera dievaluasi kembali bila tidak menunjukkan hasil yang diinginkan.
2. Mengembangkan coping mechanism
Mengembangkan keterampilan manajemen stres adalah strategi penting dalam mengatasi depresi. Teknik seperti meditasi, pernapasan dalam, dan yoga dapat membantu individu mengelola stres dan kecemasan.
Aktivitas ini tidak hanya dapat menenangkan pikiran, tetapi juga meningkatkan kesehatan fisik.
Menghabiskan waktu di alam atau melakukan hobi juga dapat menjadi cara efektif untuk mengurangi stres.
Selain itu, dukungan sosial juga sangat berperan dalam proses pemulihan dari depresi.
Memiliki teman atau keluarga yang mendukung dapat memberikan rasa keterhubungan dan mengurangi perasaan isolasi.
Keterlibatan dalam kelompok dukungan juga dapat memberikan ruang untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan perspektif baru.
Komunikasi yang terbuka dengan orang terdekat dapat membantu mereka memahami kondisi individu dan memberikan dukungan yang dibutuhkan.
Aktivitas fisik juga bisa jadi cara untuk mengatasi depresi. Olahraga secara teratur dapat meningkatkan produksi endorfin, yang berfungsi sebagai penghilang rasa sakit alami dan meningkatkan suasana hati.
Tidak perlu melakukan olahraga yang berat; aktivitas sederhana seperti berjalan kaki atau bersepeda juga sudah cukup untuk memberikan manfaat mental.
Menjaga tubuh tetap aktif membantu individu merasa lebih energik dan berkurangnya gejala depresi.
3. Perubahan gaya hidup
Ada beberapa poin penting tentang gaya hidup yang juga perlu diubah dalam kaitannya dengan mengatasi depresi.
Pertama, adalah nutrisi. Apa yang kita makan ternyata memiliki keterkaitan dengan bagaimana otak berpikir. Nutrisi yang baik memiliki peran penting dalam kesehatan mental.
Makanan yang kaya akan omega-3, seperti ikan salmon, serta sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian, dapat berkontribusi terhadap suasana hati yang lebih baik.
Sebaliknya, konsumsi gula dan makanan olahan secara berlebihan dapat memperburuk suasana hati. Kendati sederhana, namun memperhatikan asupan makanan adalah langkah yang dapat mmendukung pemulihan dari depresi.
Kedua, mulai bangun pola tidur yang cukup dan berkualitas. Tidur yang cukup dan berkualitas memberikan dampak besar bagi kesehatan mental.
Kurang tidur dapat memperburuk gejala depresi dan meningkatkan kelelahan. Oleh karena itu, penting untuk menjaga rutinitas tidur yang baik dengan pergi tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari.
Ketiga, hindari konsumsi alkohol dan narkoba. Dalam banyak kasus, alkohol dan narkoba kerap dijadikan sebagai jalan pintas untuk keluar dari depresi, padahal keduanya justru dapat membuat depresi jadi lebih buruk.
Meskipun mungkin ada godaan untuk menggunakan zat narkoba atau alkohol sebagai pelarian dari masalah, pada kenyataannya, penggunaan jangka panjang hanya akan memperburuk kondisi psikologis.
Oleh karena itu, menjauhi alkohol dan narkoba akan mendukung proses pemulihan dan meningkatkan kesejahteraan mental secara keseluruhan.
*Jika Anda merasa mengalami gejala depresi, sangat disarankan untuk segera menghubungi layanan bantuan psikologis terdekat. Datang ke psikolog atau psikiater untuk mengatasi gejala depresi bukanlah tindakan yang memalukan.
