Advertisement

Cara Menghindari Penyakit Hasad Menurut Ajaran Islam, Agar Hidupmu Lebih Tenang

06 August 2024 15:47 WIB

thumbnail-article

Ilustrasi sifat hasad yang harus dihindari. (Sumber: Freepik) .

Penulis: Elok Nuri

Editor: Rizal Amril

Sifat hasad atau dengki dan iri adalah penyakit hati yang dapat merusak hubungan persaudaraan dan dapat memicu konflik. 

Secara sederhana, sifat ini adalah sifat seseorang yang merasa sakit jika ada orang lain yang mendapatkan karunia dan nikmat dari Allah Swt., lalu bagaimana kita dapat menghindarinya?

Merujuk laman NU Online, sifat ini masuk dalam kategori al-syirk al-khafi atau syirik yang tersembunyi yang dapat menodai tauhid yang diyakini seseorang, hal ini lantaran orang tersebut tidak mau menerima atau menolak takdir dari Allah Swt.

Dalil larangan memiliki sifat hasad

Islam mengajarkan kepada umatnya agar menjauhi sifat hasad. Sebagaimana dijelaskan di atas, sifat ini tergolong tercela dan tak boleh dimiliki dalam hati setiap manusia.

Rasulullah saw. bahkan dengan jelas melarang hasad. Dalam hadis berikut ini, Nabi Muhammad saw. menjelaskannya sebagai salah satu sifat buruk yang dapat merusak persaudaraan dan persatuan umat muslim kala itu.

لاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَنَاجَشُوا وَلاَ تَبَاغَضُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكُوْنُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَاناً . الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَكْذِبُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ . التَّقْوَى هَهُنَا –وَيُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ – بِحَسَبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ

Artinya: "Janganlah kamu saling mendengki, jangan saling mencari kesalah orang lain, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi. Janganlah kamu membeli barang yang sedang ditawar orang lain. jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, karena itu tidak boleh menganiayanya, menelantarkannya, membohonginya, menghinakannya. Takwa itu di sini—Nabi memberi isyarat ke dadanya tiga kali. Cukuplah bagi seseorang dikatakan buruk, apabila ia menghina saudaranya sesama muslim. Setiap orang muslim atas muslim lainnya adalah haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya. (HR. Muslim, 2563)

Dalam sebuah hadis lain Rasulullah SAW juga bersabda:

 لا تَبَاغَضُوا وَلا تَحَاسَدُوا وَلا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوانًا

Artinya: Janganlah kalian saling membenci, saling hasad, saling membelakangi dan jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. (HR Al-Bukhari dan Muslim).  

Cara menghindari hasad

Masih merujuk pada laman yang sama, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari sifat hasad agar selalu diberikan pikiran positif dan kehidupan yang bahagia.

Pertama selalu meyakini jika setiap orang memperoleh bagian yang berbeda beda sesuai yang ditakdirkan Allah Swt., sebagaimana yang dijelaskan dalam surat Al-An’am ayat 165 berikut

وَهُوَ ٱلَّذِي جَعَلَكُمۡ خَلَٰٓئِفَ ٱلۡأَرۡضِ وَرَفَعَ بَعۡضَكُمۡ فَوۡقَ بَعۡضٖ دَرَجَٰتٖ لِّيَبۡلُوَكُمۡ فِي مَآ ءَاتَىٰكُمۡۗ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ ٱلۡعِقَابِ وَإِنَّهُۥ لَغَفُورٞ رَّحِيمُۢ

Artinya: “Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-An’am, 06:165)

Kedua selalu menerima ketetapan Allah dengan Ikhlas dan selalu bersyukur, dengan demikian sifat akan menjadi orang yang lebih senang tanpa memiliki sifat hasad.

۞وَلَوۡ بَسَطَ ٱللَّهُ ٱلرِّزۡقَ لِعِبَادِهِۦ لَبَغَوۡاْ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَٰكِن يُنَزِّلُ بِقَدَرٖ مَّا يَشَآءُۚ إِنَّهُۥ بِعِبَادِهِۦ خَبِيرُۢ بَصِيرٞ

Artinya: “Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS. Al-Shura, 42:27).

Dan yang ketiga memperbanyak ibadah, sebagaimana dalam hadis Nabi saw. yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra.:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ أَوْ قَالَ الْعُشْبَ

Artinya : “Dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jauhilah hasad (dengki), karena hasad dapat memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar.” (Hadis Abu Daud 4257)

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement