Bagi perempuan, menghitung masa subur penting dilakukan. Selain bisa menentukan waktu terbaik untuk hamil, masa subur juga bisa untuk mengenali jika ada masalah reproduksi. Jika kamu belum tahu cara menghitung masa subur, maka simak penjelasan di bawah ini!
Masa subur atau ovulasi adalah siklus menstruasi perempuan yang memungkinkan untuk terjadi kehamilan. Hal tersebut karena sel telur pada perempuan akan matang dan siap dibuahi pada masa subur. Masa ini terjadi satu bulan sekali.
Apabila sel telur bertemu dengan sel sperma, maka akan terjadi pembuahan di sana. Namun jika tidak terjadi pertemuan, maka sel telur akan luruh dan menjadi menstruasi.
Biasanya siklus menstruasi normal akan berlangsung 21-35 hari. Masa subur biasanya akan berlangsung di hari ke-14 dalam siklus menstruasi. Jadi, masa subur terjadi 14 hari setelah hari pertama menstruasi berlangsung.
Cara menghitung masa subur haid teratur
Siklus menstruasi perempuan bisa berbeda-beda, ada yang teratur dan tidak teratur. Walaupun demikian, kamu tetap bisa menghitung masa subur tersebut. cara menghitung masa subur bagi perempuan dengan haid teratur:
- Siklus terpendek menstruasi
Siklus terpendek berarti jarak antara haid hari pertama di bulan kemarin dengan hari haid pertama di bulan ini yang jaraknya pendek. Misalnya siklus terpendek menstruasimu adalah 25 hari. Maka, kamu bisa mengurangi siklus terpendek tersebut dengan angka 18.
Masa subur perempuan = 25 - 18 = 7
Berarti, masa subur diawali di hari ke-7 setelah hari pertama menstruasi.
- Siklus terpanjang menstruasi
Sama seperti siklus terpendek, kali ini yang kamu hitung adalah siklus terpanjang menstruasimu. Misalnya kamu mengalami siklus terpanjang menstruasi selama 30 hari, maka kamu bisa mengurangi siklus tersebut dengan angka 11.
Masa subur perempuan = 30 - 11 = 19
Berarti, masa subur perempuan akan berakhir di hari ke-19 setelah hari pertama menstruasi. Kesimpulannya, jika siklus haid kamu berada di antara 25-30 hari, maka masa subur kamu berada di hari ke 7 sampai hari ke 19.
Cara menghitung masa subur perempuan haid tidak teratur
Jika siklus menstruasimu tidak teratur, maka kamu bisa menghitung masa subur dengan cara berikut ini:
- Siklus menstruasi
Walaupun haid tidak teratur, kamu harus mencatat siklus haid minimal 6 bulan terakhir. Coba catat siklus terpanjang dan terpendek menstruasimu seperti cara di atas.
- Perubahan sekresi lendir leher rahim
Pengecekan ini tidak mengharuskan kamu datang ke klinik. Kamu bisa mencobanya sendiri di rumah dengan cara berikut ini:
- Masukkan jari telunjuk atau ibu jari ke bagian dalam vagina. Pastikan tanganmu sudah bersih sebelum melakukannya.
- Setelah kamu mendapat cairan lendir, letakkan lendir diantara 2 jari.
- Regangkan cairan hingga membentuk benang tipis.
- Jika benang terputus, berarti kamu belum masuk masa subur. Namun jika lendir tidak terputus sampai 2-3 cm, berarti kamu sedang di masa subur.
- Suhu tubuh
Jika suhu tubuh normal adalah 35,5-36 derajat Celcius, maka bagi orang yang sedang dalam masa subur akan memiliki suhu tubuh mencapai 28 derajat Celcius. Cara ini belum tentu akurat sehingga sebaiknya jangan dijadikan patokan untuk mengetahui masa subur.
- Alat ovulasi
Cara ini bisa dilakukan dengan datang di apotek terdekat. Nantinya, kamu akan dicek menggunakan Ovulation Predictor Kit (OPK) yang mirip dengan alat deteksi kehamilan. Kamu cukup meneteskan air seni, kemudian tunggu indikatornya berubah. Jika muncul 2 garis, artinya kamu sedang berada di masa subur.
Memahami tanda-tanda masa subur
Selain mengetahui dengan cara-cara di atas, sebenarnya tubuh juga akan menunjukkan tanda-tanda jika kamu sedang memasuki masa subur. Berikut tanda-tanda perempuan sedang memasuki masa subur:
- Nyeri perut atau punggung
- Perubahan lendir menjadi lebih lengket, berwarna keruh, dan licin seperti putih telur
- Suhu badan biasanya meningkat
- Merasa lebih bergairah
- PMS (Premenstrual Syndrome)
Itu tadi penjelasan tentang cara menghitung dan tanda-tanda perempuan sedang memasuki masa subur. Sebaiknya perempuan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya mengetahui masa subur agar dapat mendeteksi masalah reproduksi, memahami tubuh sendiri, dan sebagai metode kontrasepsi alami.
