Mikrometer sekrup memang tidak terkenal seperti alat ukur lain seperti meteran dan penggaris. Namun, mikrometer sekrup dapat melakukan apa yang tidak dapat dilakukan oleh alat lainnya, yakni menghitung ukuran benda yang kecilnya sampai 0,01 milimeter. Berikut cara menghitung mikrometer sekrup.
Dilihat dari namanya, masih banyak orang yang asing dengan alat ini. Ada yang mengira mikrometer sekrup semacam sekrup yang biasa dipasang dengan obeng. Kenyataannya alat ini jauh dari sekrup yang kita kenal.
Mikrometer sekrup lebih mirip dengan jangka sorong. Bedanya, mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur hal yang lebih kecil dibandingkan jangka sorong.
Mikrometer sekrup biasanya digunakan untuk mengukur ketebalan bahan atau barang yang sulit dibaca baik dengan jangka sorong maupun penggaris konvensional.
Alat ini ditemukan oleh William Gascoigne pada abad 17. Pada saat itu, Gascoigne membutuhkan alat ukur yang lebih akurat dan presisi dibandingkan jangka sorong.
Awalnya, mikrometer sekrup digunakan sebagai alat bantu para ahli astronomi. Mereka menggunakan alat tersebut untuk mengukur jarak sudut pada bintang dan benda luar angkasa yang ditangkap melalui teleskop.
Kini mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur diameter barang atau menghitung ketebalan suatu benda yang sangat kecil atau tipis.
Hal ini karena alat ini memiliki tingkat presisi hingga 0,01 milimeter atau 1/100 dari jarak terkecil dalam penggaris konvensional.
Sebenarnya nama yang digunakan untuk alat ini kurang sesuai. Sebab, kata mikro berasal dari Bahasa Yunani yang berarti 0,001 atau 10 kali lebih kecil dibandingkan tingkat presisi mikrometer sekrup.
Bagian mikrometer sekrup
Mikrometer sekrup terdiri dari beberapa bagian yaitu:
- Poros tetap sebagai bagian poros yang tidak bergerak. Objek yang akan diukur ditempelkan di bagian ini dan bagian poros geser didekatkan untuk menjepit objek tersebut.
- Poros Geser adalah poros bergerak berbentuk silinder yang digerakkan oleh thimble.
- Pengunci yang digunakan untuk mengunci pergerakan poros geser.
- Sleeve bagian statis berbentuk lingkaran yang mencantumkan skala pengukuran yaitu skala utama dan skala nonius.
- Thimble adalah bagian yang dapat digerakan oleh tangan penggunanya.
- Ratchet adalah bagian yang dapat membantu menggerakan poros geser dengan lebih perlahan dibandingkan thimble.
- Rangka (frame) yang berbentuk C yang menyatukan poros tetap dan komponen lain mikrometer sekrup
Cara menggunakan mikrometer sekrup
Menggunakan mikrometer sekrup memiliki kemiripan dengan penggunaan jangka sorong. Caranya dengan menggeser poros dan melihat ukuran dari objek tersebut.
Prinsip kerja mikrometer sekrup adalah menggunakan sekrup untuk memperbesar jarak yang terlalu kecil untuk diukur dengan menggunakan putaran sekrup lain yang lebih besar dan dapat dilihat skalanya.
Cara menggunakannya adalah menempelkan objek pada poros tetap. Setelah itu bagian thimble diputar untuk menggerakkan poros geser agar menjepit objek yang diletakkan pada poros tetap.
Kemudian bagian ratchet dapat diputar untuk menghitung presisi menggunakan skala. Setelah yakin obyek benar-benar terjepit oleh kedua poros, maka hasil pengukuran bisa dibaca di bagian sleeve dan thimble di mana terdapat skala utama dan skala nonius.
Untuk membaca ukuran Mikrometer Sekrup terdapat dua bagian yaitu skala utama dan skala nonius atau vernier. Skala utama dapat menghitung hingga 0.1 mm dengan keterangan simbol garis yang mewakili 1mm dan 0,5 mm.
Sementara skala nonius dapat membaca hingga 0,01 mm. Untuk mendapatkan penghitungan, maka hasil dari skala utama yang berada di bagian sleeve ditambahkan dengan hasil skala nonius yang berada di thimble.
Sebagai contoh jika skala utama menunjukkan angka 6 dan skala nonius berada di angka 35 maka hasilnya adalah 6,35mm.
