Advertisement

Jangan Asal Hitung, Berikut Cara Menghitung Tetesan Infus Beserta Rumusnya

16 August 2024 20:06 WIB

thumbnail-article

Ilustrasi dokter tengah memeriksa infus pasiennya. (Sumber: Freepik) .

Penulis: Rusti Dian

Editor: Rizal Amril

Ketika sedang menjenguk seseorang yang diopname di rumah sakit, pernahkan terlintas di benakmu terkait cara menghitung tetesan infus? Nyatanya, menghitung tetesan infus tidak bisa dilakukan sembarangan. Berikut cara menghitung tetesan infus. 

Infus merupakan salah satu hal yang umum kita temui dalam dunia kesehatan. Tak hanya ketika kita menjenguk orang sakit atau ketika kita sakit di rumah sakit, infus juga sering masuk ke layar kaca baik dalam sinetron, series, atau film. 

Meskipun istilah infus sudah cukup familiar namun tak sedikit yang tidak mengetahui kalau Infus adalah singkatan atau akronim dari Intravenous Therapy. Infus adalah metode pemberian obat atau cairan yang dilakukan langsung melalui pembuluh darah.

Jadi, cairan yang ada di dalam botol infus akan dimasukkan langsung lewat pembuluh darah kita. Caranya yaitu dimasukkan menggunakan jarum yang dihubungkan dengan selang.

Tujuan pemberian infus cukup beragam. Pertama adalah memberi obat agar efeknya bisa lebih cepat dirasakan. Kedua, memberi nutrisi hingga menjadi resusitasi cairan atau penggantian cairan tubuh saat seseorang berada dalam kondisi kritis dan kehilangan banyak cairan.

Cairan infus yang diberikan dapat dibedakan menjadi dua yaitu cairan kristaloid dan koloid. Cairan kristaloid berfungsi untuk menjaga keseimbangan elektrolit, menghidrasi tubuh, mengembalikan pH dan resusitasi cairan.

Lain halnya dengan cairan koloid yang memiliki kandungan molekul lebih berat. Infus ini diberikan kepada pasien yang mengidap sakit kritis, operasi berat dan resusitasi cairan. 

Metode ini diberikan kepada pasien yang kekurangan elektrolit dan cairan tubuh akibat dehidrasi. Atau keadaan ketika pasien tidak bisa makan dan minum sehingga nutrisi yang tidak terpenuhi.

Meskipun metode ini cukup membantu, tetapi tidak semua penyakit membutuhkan infus. Metode ini hanya dibutuhkan pada pasien yang berada dalam kondisi darurat yang mengharuskan obat cepat masuk kedalam tubuhnya.

Selain itu, beberapa kondisi seperti muntah-muntah, diare, atau kondisi yang membuat kehilangan banyak cairan tubuh serta kekurangan nutrisi. Oleh karena itu, pemasangan infus dibutuhkan.

Cara menghitung tetesan infus

Meski terlihat menetes secara natural, ternyata ada aturan untuk menghitung tetesan infus. Tetesan infus memiliki aturan jumlah tetesan dalam satu waktu.

Jumlah tetesan infus dapat dibedakan menjadi tetesan makro dan tetesan mikro. Perbedaan keduanya terletak pada faktor tetes yang diukur dengan jumlah tetesan per milliliter atau gtt/ml

Tetesan Makro menghasilkan tetesan yang lebih besar yaitu 10-20 tetesan per milliliter. Umumnya digunakan oleh orang dewasa atau untuk keperluan yang memerlukan cairan masuk dengan cepat seperti transfusi darah dan penggantian elektrolit.

Tetesan mikro menghasilkan tetesan lebih kecil yaitu 60-80 tetesan per mililiter. Tetesan ini diperuntukkan bagi anak-anak dan bayi atau pengobatan penyakit tertentu seperti gagal jantung dan gagal ginjal.

Untuk menghitung jumlah tetesan, perawat bisa melakukannya dengan cara manual atau dengan mesin pompa otomatis.

Ketika memberikan dengan mesin pompa otomatis perawat cukup memasukkan volume cairan infus dan waktu yang dibutuhkan untuk memasukkan cairan ke dalam tubuh.

Untuk cara manual, perawat harus menghitung tetesan infus per menit (TPM) dengan rumus:

Jumlah TPM = Faktor Tetes (gtt/ml) x Volume Cairan Infus (ml)/ Lama pemberian infus (Jam) x 60

Jadi ketika seorang pasien membutuhkan cairan NaCl 0,9% sebanyak 1000 ml selama 8 jam dengan set makro faktor tetes 15 gtt/ml maka jumlah tetesan per menit yang dibutuhkan adalah :

TPM= 15x1000/9x60 = 31,25 = 32 Tetes Per Menit (TPM)

Penghitungan TPM sendiri sangat penting dilakukan karena jumlah tetes per menit berbeda tergantung dengan kondisi pasien.

Pemberian tetes infus tidak semudah mempercepat atau melambatkan tetesan yang biasa kita lihat ya, ada perhitungan khusus yang harus dilakukan untuk menentukan seberapa banyak tetesan infus yang diberikan kepada pasien.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement