Tak sedikit pasangan suami-istri memutuskan untuk bercerai meskipun telah memiliki anak. Ketika memutuskan hal tersebut, maka cara menjelaskannya kepada anak merupakan hal yang perlu dipersiapkan orang tua.
Bagi orang tua, menjelaskan bahwa mereka telah bercerai kepada anak tentu bukan perkara mudah.
Akan tetapi, hal itu bukan berarti orang tua boleh berbohong kepada anak. Membohongi anak tentang status perceraian orang tuanya justru akan berdampak buruk pada perkembangan psikisnya.
Hal yang perlu dilakukan orang tua justru memberikan mereka pemahaman tentang keputusan orang tuanya, dan memberikan dukungan psikologis untuk mereka.
Untuk melakukannya strategi yang dinukil dari Child Mind Institute berikut ini bisa digunakan.
1. Pahami dulu kebutuhan anak saat perceraian
Saat menghadapi perceraian, salah satu hal terpenting yang harus dipertimbangkan oleh orang tua adalah kebutuhan emosional anak-anak mereka.
Anak-anak sering kali merasa ketidakpastian dan kehilangan saat struktur keluarga mereka berubah.
Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa mereka mengandalkan orang tua sebagai sumber keamanan dan stabilitas.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menyadari bahwa anak-anak mereka memerlukan penjelasan yang mendukung keamanan emosional mereka selama masa transisi ini.
Selain itu, anak-anak juga harus diberi pemahaman tentang perubahan yang akan terjadi dalam hidup mereka.
Mungkin mereka akan berpindah rumah, mengalami perubahan dalam rutinitas sehari-hari, atau bahkan melihat orang tua mereka berkurang frekuensinya. Dengan menyiapkan mereka untuk perubahan ini, orang tua dapat membantu mengurangi rasa bingung dan ketidakpastian yang dirasakan oleh anak.
Menjaga rutinitas sebanyak mungkin juga sangat penting. Anak-anak merasa lebih aman dan nyaman ketika mereka memiliki ritme sehari-hari yang stabil.
Untuk itu, orang tua sebaiknya berusaha untuk mempertahankan kebiasaan-kebiasaan yang ada, meskipun dalam situasi baru, agar anak-anak merasa bahwa tidak semuanya berubah drastis.
2. Bersiap untuk menjelaskan ke anak
Sebelum orang tua membicarakan perceraian dengan anak, penting untuk mempersiapkan rencana komunikasi yang matang. Ini termasuk diskusi antara orang tua tentang apa yang akan disampaikan kepada anak.
Dengan memiliki kesepakatan sebelum berbicara dengan anak, orang tua dapat menunjukkan bahwa mereka tetap bersatu dalam hal pengasuhan meskipun status pernikahan mereka telah berubah.
Menentukan waktu dan tempat yang tepat untuk menyampaikan berita adalah aspek penting lainnya.
Lingkungan yang tenang dan bebas dari gangguan akan memberikan anak kesempatan untuk mencerna informasi yang berat ini dengan lebih baik.
Sebaiknya jangan membahas ini saat anak dalam keadaan lelah, lapar, atau ketika ada gangguan lain yang dapat mengalihkan perhatian mereka.
Selain itu, orang tua juga perlu mengatur dengan siapa yang akan berbicara. Idealnya, kedua orang tua hadir untuk memberikan dukungan dan menunjukkan bahwa mereka tetap peduli terhadap anak, meskipun hubungan mereka telah berubah.
Namun, jika tidak memungkinkan, orang tua yang secara umum lebih tersedia dan akrab dengan anak seharusnya menjadi penghubung utama.
3. Menyampaikan berita perceraian dengan jelas
Ketika saatnya tiba, penting bagi orang tua untuk menyampaikan berita perceraian dengan cara yang ringkas dan jelas.
Anak-anak tidak memerlukan rincian tentang penyebabnya, tetapi mereka memerlukan pemahaman dasar tentang situasi baru mereka.
Menyampaikan informasi dengan kalimat sederhana membantu mengurangi kebingungan dan memberi fokus pada bagaimana hal ini akan memengaruhi mereka.
Penting juga untuk menyampaikan kepada anak bahwa kedua orang tua tetap peduli dan akan terus hadir dalam hidup mereka.
Hal ini memberi anak keyakinan bahwa meskipun situasi berubah, cinta dari kedua orang tua tidak akan berkurang. Orang tua sebaiknya menegaskan bahwa mereka akan terus berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak mereka.
4. Beri ruang untuk anak bertanya
Memberikan ruang bagi anak untuk bertanya merupakan langkah krusial dalam proses ini.
Rasa ingin tahu anak bisa muncul dalam berbagai bentuk, dan terutama, mereka membutuhkan jaminan bahwa mereka tidak akan kehilangan cinta atau perhatian dari orang tua mereka.
Menjawab pertanyaan ini dengan jujur dan terbuka akan sangat bermanfaat bagi mereka.
5. Bersabar hadapi reaksi dan emosi anak
Setelah berita disampaikan, mungkin akan muncul beragam reaksi dari anak, mulai dari kesedihan, kebingungan, hingga kemarahan.
Menyadari bahwa emosi ini adalah bagian dari proses adaptasi mereka sangat penting. Orang tua seharusnya tidak hanya mengabaikan reaksi ini, tetapi memberi perhatian khusus untuk memahami dan mengelola perasaan yang muncul.
Menghadapi pertanyaan sulit yang mungkin diajukan anak lebih baik dilakukan dengan kejujuran.
Alih-alih mencoba menyembunyikan aspek-aspek yang sulit dari situasi, orang tua harus memberikan penjelasan yang sesuai dengan usia anak, membantu mereka untuk memahami kompleksitas situasi tanpa memberikan informasi berlebihan.
Dukungan dan pengertian selama masa transisi ini sangat penting. Orang tua seharusnya selalu tersedia untuk mendengarkan perasaan anak dan menjadi tempat yang aman bagi mereka untuk mengekspresikan emosi.
Mendukung anak dalam beradaptasi dengan perubahan ini akan memperkuat hubungan keluarga meski dalam situasi yang sulit. Orang tua harus bersabar dan memberi mereka waktu untuk pulih dari kesedihan atau kecemasan yang mereka rasa.
