Advertisement

Orang Tua Perlu Hati-hati, Ini Penyebab dan Ciri-ciri Obesitas pada Anak yang Harus Dihindari

09 January 2025 21:19 WIB

thumbnail-article

Ilustrasi obesitas pada anak. (Foto: ANTARA) .

Penulis: Rizal Amril

Editor: Rizal Amril

Sering dianggap lucu, ternyata anak yang gemuk dan tergolong obesitas justru berbahaya bagi si kecil. Obesitas dapat mengganggu metabolisme anak yang sedang berkembang dan membuat mereka menghadapi risiko masalah jantung hingga diabetes di usia muda.

Jika tak diatasi sejak dini, tentu obesitas pada si kecil akan jadi masalah yang pelik di masa mendatang.

Terlebih, Data Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan jika tren tingkat kegemukan dan obesitas pada anak di Indonesia cenderung stagnan dari tahun ke tahun.

Dalam data tersebut, sebagaimana dinukil oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), prevalensi kegemukan dan obesitas anak usia 5-12 tahun di Indonesia mencapai 19,7%. Sementara pada usia 13-15 tahun, prevalensi kegemukan dan obesitas anak mencapai 16%.

Angka prevalensi itu, ternyata tidak jauh berubah dari data Riset Kesehatan Dasar 2018, yang menunjukkan angka prevalensi 19,8% pada kelompok anak 5-12 tahun dan 16,2% pada kelompok anak 13-15 tahun.

Melansir laman Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes, obesitas memiliki dampak yang besar terhadap aspek perkembangan psikososial anak.

Dampak jangka pendek dari kondisi obesitas pada anak meliputi penurunan kepercayaan diri, gangguan makan, dan kondisi kesehatan yang lebih rendah dari seharusnya.

Sementara itu, yang berbahaya dari obesitas pada anak adalah kondisi ini akan dibawa sampai dewasa sehingga memicu peningkatan risiko penyakit degeneratif jika tidak ditangani secara serius.

Oleh karenanya, sebagai orang tua, perlu dan penting untuk mengetahui bagaimana obesitas pada anak dapat terjadi dan bagaimana cara megnatasinya.

Berikut adalah penyebab, gejala, dan solusi obesitas pada anak yang dinukil dari jurnal Experimental and Therapeutic Medicine berjudul "Pediatric obesity: Causes, symtoms, prevention and treatment" (2015).

Faktor penyebab obesitas pada anak

Sebagaimana obesitas pada orang dewasa, penyebab obesitas pada anak juga selalu kompleks.

Faktor-faktor penyebab dapat terjadi beriringan sehingga menimbulkan kondisi obesitas pada anak. Berikut beberapa di antaranya:

1. Kebiasaan makan yang tidak sehat

Salah satu penyebab utama obesitas pada anak adalah kebiasaan makan yang tidak sehat.

Tingginya konsumsi makanan cepat saji, camilan tinggi gula, dan minuman manis menyebabkan akumulasi kalori yang berlebihan.

Pola makan yang tidak seimbang ini seringkali disebabkan oleh kesibukan orang tua yang tidak dapat menyediakan makanan bergizi di rumah.

Ditambah lagi, rendahnya kebiasaan memasak di rumah dan makin mudahnya mendapat makanan olahan yang tak sehat semakin memperparah kondisi ini.

2. Faktor lingkungan dan keluarga

Lingkungan sekitar juga memainkan peranan penting dalam obesitas anak karena secara naluriah belajar kebiasaan hidup sehari-hari dari lingkungan terdekat mereka.

Penelitian menunjukkan jika keluarga yang tak menjadikan olahraga dan aktivitas fisik sebagai kebiasaan dapat mendorong anak-anak untuk mengadopsi kebiasaan yang sama, yakni jarang bergerak untuk membakar kalori.

Tak hanya itu, dalam hal yang lebih luas, penelitian menunjukkan jika tidak adanya ruang aman untuk bermain dan berolahraga, seperti lapangan terbuka atau halaman yang luas, di sekitar mereka juga ternyata berkontribusi pada rendahnya aktivitas fisik.

3. Faktor genetika dan metabolisme

Genetika juga punya kontribusi pada obesitas pada anak. Beberapa anak mungkin dilahirkan dengan kondisi genetik yang membuat mereka lebih mungkin mengalami obesitas dibandingkan dengan anak lain.

Selain itu, kemampuan metabolisme tubuh anak juga dapat jadi salah satu faktor mengapa anak mengalami obesitas. Anak dengan metabolisme tubuh yang lambat dapat berpengaruh terhadap bagaimana tubuh anak mencerna makanan yang dikonsumsi.

Namun, meskipun faktor genetik berperan, penelitian menunjukkan bahwa lingkungan dan pola makan yang tidak sehat merupakan faktor yang lebih dominan.

Gejala dan tanda-tanda obesitas

Para orang tua dapat memeriksa kondisi anak terkait obesitas dengan memperhatikan gejala dan tanda-tandanya berikut ini:

1. Masalah pernapasan dan tidur

Gejala obesitas pada anak sering kali muncul dalam bentuk masalah pernapasan.

Anak-anak obesitas dapat mengalami gangguan tidur seperti sleep apnea, yakni kondisi ketika pernapasan mereka terhenti sesaat saat tidur.

Ini menyebabkan tidur yang tidak berkualitas dan dapat memengaruhi energi dan konsentrasi anak di siang hari.

Gejala lain yang perlu diperhatikan termasuk sesak napas saat melakukan aktivitas fisik ringan, yang menunjukkan adanya dampak berat badan pada kapasitas paru-paru.

2. Penyakit terkait obesitas

Anak-anak yang mengalami obesitas berisiko lebih tinggi terhadap berbagai penyakit terkait obesitas.

Beberapa di antaranya termasuk diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan masalah sendi.

Sebuah survei menunjukkan bahwa anak-anak obesitas memiliki peluang 3-5 kali lebih besar untuk mengembangkan diabetes dibandingkan dengan anak-anak dengan berat badan normal.

Penyakit-penyakit ini dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan dan memerlukan pemantauan medis yang berkelanjutan.

3. Penurunan kualitas hidup anak

Obesitas juga berdampak pada kualitas hidup anak. Anak-anak obesitas sering kali merasa tidak nyaman dengan penampilan tubuh mereka, yang dapat menyebabkan ketidakpuasan diri.

Hal ini juga dapat berujung pada penghindaran kegiatan sosial, seperti berolahraga atau berpartisipasi dalam permainan, yang merupakan bagian penting dari perkembangan anak.

Penurunan kualitas hidup ini berpengaruh pada aspek psikologis dan sosial anak, yang dapat memperburuk kondisi mereka.

Solusi mencegah dan mengatasi obesitas

Ada beberapa metode yang dianjurkan bagi orang tua yang hendak mengatasi dan mencegah obesitas pada anak, berikut beberapa di antaranya:

1. Mengubah pola makan jadi sehat

Salah satu langkah paling efektif untuk mengatasi obesitas pada anak adalah perubahan pola makan ke arah yang lebih sehat.

Orang tua perlu mengenalkan makanan bergizi seperti buah, sayuran, gandum utuh, dan protein tanpa lemak.

Mengurangi konsumsi makanan olahan dan gula tambahan sangat penting untuk membantu anak mencapai berat badan yang sehat.

Edukasi tentang pentingnya nutrisi harus menjadi fokus penting, sehingga anak-anak paham akan pilihan makanan yang mereka konsumsi.

Para orang tua bisa memanfaatkan beberapa fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan rumah sakit untuk melakukan konsultasi nutrisi pada anak dan merancang pola makan yang sehat untuk pekembangan anak.

2. Peningkatan aktivitas fisik

Aktivitas fisik yang teratur merupakan kunci untuk mencegah dan mengatasi obesitas.

Anak-anak dianjurkan untuk melakukan setidaknya 60 menit aktivitas fisik setiap hari.

Kegiatan ini bisa berupa bermain di luar ruangan, bersepeda, atau mengikuti kelas olahraga.

Keterlibatan keluarga dalam aktivitas fisik juga mempromosikan kebiasaan sehat dan dapat menjadi momen bonding yang penting.

3. Tak hanya orang tua, tetapi semua orang di sekitar mereka

Hal yang tak kalah penting dari dua cara di atas adalah pentingnya lingkungan sekitar anak memahami dampak buruk dari obesitas.

Sebagaimana telah dijelaskan, faktor lingkungan menjadi salah satu faktor penyebab obesitas pada anak.

Untuk memastikan anak mendapatkan nutrisi yang memang dibutuhkan dan tidak berlebihan, maka orang tua juga perlu mengedukasi semua orang di sekitar si kecil.

Mengedukasi keluarga lain akan pentingnya pemenuhan nutrisi yang memang dibutuhkan pada anak dapat mencegah anak kita terpengaruh pola makan tak sehat di sekitarnya.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement