Grammy Awards ke-67 telah berlangsung Minggu (2/2/2025) malam waktu Los Angeles. Chappell Roan, musisi yang namanya melejit dalam dua tahun terakhir, memboyong penghargaan utama sebagai Best New Artist.
Chappell unggul dari musisi pendatang baru lainnya yang dinominasikan di kategori yang sama seperti Khruangbin, Sabrina Carpenter, Shaboozey, Doechii, Teddy Swims, Benson Boone dan Raye.
Dalam pidatonya di atas panggung, Chappell menyentil label-label musik yang sering kali kurang memperhatikan kesejahteraan artisnya.
Penyanyi-penulis lagu bernama asli Kayleigh Rose Amstutz itu menyerukan kepada industri musik untuk lebih mendukung para musisi, terutama mereka yang masih hijau.
"Aku berjanji pada diriku sendiri, jika aku berkesempatan memenangkan Grammy dan berdiri di panggung ini, di hadapan orang-orang paling berpengaruh di industri musik, aku akan menuntut label dan industri yang mendapatkan keuntungan miliaran dolar dari para artis untuk memberikan upah yang yang layak dan jaminan kesehatan, terutama kepada artis-artis yang baru merintis," ujar Chappell yang langsung ditimpali seruan dukungan dari audiens.
Chappell kemudian bercerita tentang perjalanan kariernya di dunia musik yang telah dimulai sejak usia yang sangat muda. Saat label yang menaunginya saat itu memutuskan kontrak dengannya, Chappell yang tak punya pengalaman kerja merasa kesulitan untuk mendapatkan penghasilan
Semasa pandemi, ia harus berjuang untuk mencari pekerjaan. Chappell bahkan tak mampu untuk membayar asuransi kesehatan.
"Sangat mengecewakan ketika aku merasa ingin berkomitmen dengan karyaku, tetapi harus dikhianati oleh sistem. Sangat tidak manusiawi rasanya ketika tidak memiliki jaminan atas kesehatan," curhat Chappell sembari membaca catatan yang dibawanya.
"Jika labelku memprioritaskan kesehatan artisnya, aku akan mendapatkan perawatan dari perusahaan yang kepadanya aku telah memberikan segala-galanya," lanjut Chappell.
Pelantun "Good Luck, Babe!" itu menegaskan pentingnya bagi label musik untuk memperlakukan artisnya sebagai karyawan yang berharga, dengan memberikan upah, ausransi kesehatan, dan perlindungan yang layak.
"Label musik, kami mendukung kalian, tapi apakah kalian mendukung kami?" seru Chappell menutup pidatonya.
Chappell Roan mulai dikenal luas sejak menjadi musisi pembuka pada rangkaian tur konser Olivia Rodrigo tahun 2022. Di tahun tersebut, ia menandatangani kontrak dengan Amusement Records milik produser Dan Nigro.
Sebelumnya, Chappell berada di bawah naungan label Atlantic Records sejak 2015-2020. Saat bergabung dengan Atlantic, Chappel baru berusia 17 tahun.
Ketika bersama Atlantic Records inilah Chappell merilis single "Pink Pony Club" yang ikonik. Namun, label rekaman itu mendepak Chappell pada tahun 2020 karena dianggap kurang menghasilkan.
Chappell menemukan jati dirinya dalam bermusik pada tahun 2023. Di awal tahun, ia menjalankan tur perdana bertajuk “Naked in North America" dengan tiket yang ludes terjual.
Pada pertengahan 2023, Chappell mulai menggunakan identitas Chappell Roan sebagai proyek drag queen dalam bermusik dan menegaskan identitas tersebut melalui penampilannya.
Pada September 2023, Chappell mengeluarkan album “The Rise and Fall of a Midwestern Princess” yang beroleh pujian dari penggemar dan para kritikus musik.
Sebagai musisi dan figur publik, Chappell dikenal vokal menyuarakan berbagai isu mulai dari politik hingga kesehatan mental.
