Tahukah kamu tentang generasi Alpha? Generasi setelah generasi Z (gen Z) ini tumbuh sepenuhnya di era teknologi digital. Mereka tentu memiliki karakteristik yang berbeda dari generasi sebelumnya. Berikut ciri-ciri generasi Alpha yang wajib kamu ketahui.
Generasi Alpha adalah istilah untuk orang-orang yang lahir dalam rentang tahun 2010-2025. Generasi ini juga sering disebut Post Gen Z yang diharapkan menjadi pionir dalam menjelajahi dunia yang semakin terhubung.
Sejak lahir, generasi Alpha telah sepenuhnya terpapar teknologi. Mereka mengalami perubahan sosial dan teknologi yang cepat. Tak heran jika sejak kecil, generasi Alpha telah mengenal dan hafal alfabet dan angka. Sebab, akses mereka terhadap pengetahuan akan semakin mudah sesuai fasilitas dan kondisi finansial keluarganya.
Generasi Alpha mayoritas adalah anak dari generasi milenial yang lahir dari rentang 1981-1996. Sebagai adik dari generasi Z, generasi Alpha telah sepenuhnya merasakan perkembangan teknologi yang semakin pesat, terutama artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
Istilah Alpha pertama kali dipopulerkan oleh Mark McCrindle, seorang analis sosial dan demografi. Penamaan tersebut diambil dari abjad Yunani, bukan lagi berasal dari abjad Romawi. “Alfa” berarti awal dari sesuatu yang baru dan inovatif.
Untuk mengetahui lebih jauh tentang generasi Alpha, simak penjelasannya di bawah ini!
Ciri-ciri generasi Alpha
Masing-masing generasi memiliki karakteristik yang berbeda sesuai perkembangan lingkungan dan teknologi. Berikut ciri-ciri generasi Alpha:
- Komunikasi semakin luas
Perkembangan teknologi semakin memungkinkan generasi Alpha untuk terhubung dengan siapa saja tanpa terbatas jarak dan usia. Mereka bisa saling terhubung melalui media sosial, game, dan masih banyak lagi. Hal ini menjadi tantangan bagi orang tua untuk menjaga anak agar tidak salah pergaulan.
- Menguasai bahasa Inggris
Penggunaan bahasa asing di internet yang masif membuat generasi Alpha lebih cepat menguasai bahasa Inggris. Mengingat bahasa Inggris juga bisa menjadi jalan untuk mendapatkan informasi global.
- Menginginkan kebebasan
Jangan kaget apabila melihat generasi Alpha bisa memilih jalan hidupnya sendiri sejak kecil. Mereka sangat menginginkan kebebasan dan cenderung suka mengambil keputusan sendiri. Tindakan ini juga menunjukkan ketidaksetujuan terhadap aturan yang tidak masuk akal.
- Multitasking
Generasi Alpha terbiasa dengan multitasking alias melakukan berbagai aktivitas dalam satu waktu. Hal ini muncul dari kebiasaan membaca, menonton, berbicara, dan mendengarkan musik bersamaan. Ditambah lagi keinginan menyelesaikan segala sesuatu dengan cepat sehingga perlu efisiensi waktu.
- Open minded
Generasi Alpha memiliki pola pikir terbuka. Pasalnya, mereka lebih banyak terpapar informasi dan menyukai sesuatu yang baru. Hal ini membuat generasi Alpha lebih bisa berpikir kreatif, adaptif, transformatif, dan inovatif.
- Berani melanggar aturan
Generasi Alpha cenderung berani melanggar aturan, apalagi jika aturan tersebut tidak masuk akal. Mereka tidak memandang aturan sebagai sesuatu yang harus diikuti. Tak jarang mereka akan memberontak jika merasa terlalu dibatasi aturan.
Perbedaan Gen Z dan Generasi Alpha
Sama-sama terlahir di era teknologi, nyatanya generasi Z dan generasi Alpha memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Gen Z masih mengalami transisi dari era analog ke digital. Lain halnya dengan generasi Alpha yang benar-benar lahir di era digital.
Generasi Alpha sudah bisa mengakses teknologi sejak dini. Tak heran jika anak-anak usia di bawah 10 tahun sudah diberi gadget, entah untuk bermain game atau sekadar menonton video YouTube. Generasi Alpha juga lebih terbiasa multitasking dibandingkan gen Z, terutama dalam konteks digital.
Oleh karena itu, perlu trik yang berbeda dalam mendidik generasi Alpha. Orang tua harus lebih banyak mendekatkan diri agar generasi Alpha tidak terlampau jauh dalam mengakses internet, terutama yang mengarah pada hal negatif.
