Seiring bertambahnya usia zaman, semakin banyak generasi yang tercipta. Bahkan masing-masing generasi manusia juga memiliki ciri khas, kelebihan, dan kekurangan. Simak penjelasan berikut mengenai urutan generasi manusia mulai dari baby boomers hingga generasi Alpha.
Perkembangan zaman membentuk generasi baru sesuai dengan kondisi yang berbeda, baik secara sosial maupun lingkungan. Tak heran jika pola hidup dan karakter setiap generasi bisa berbeda-beda.
Istilah generasi digunakan untuk mengelompokkan orang-orang dalam rentang waktu berdekatan. Hal ini akan sangat berguna untuk memahami perkembangan manusia sejak dulu hingga sekarang. Sebab, setiap generasi memiliki caranya sendiri dalam memandang dan menyelesaikan masalah.
Lantas, bagaimana urutan generasi manusia? Simak penjelasannya berikut ini!
Baca Juga:5 Tips Mengatasi Mood Swing saat PMS
Urutan generasi manusia
Pembagian generasi didasarkan atas tahun kelahiran. Ada generasi pre boomer (silent generation), baby boomer, generasi X, generasi Y (milenial), generasi Z (gen Z), dan generasi alpha. Berikut masing-masing perbedaannya:
- Generasi Pre Boomer (Silent Generation)
Generasi ini dipopulerkan oleh Majalah Time pada 1951. Mereka yang termasuk dalam generasi Pre Boomer yaitu lahir sebelum 1945. Jumlah mereka kini semakin sedikit seiring bertambahnya usia.
Adapun karakteristik generasi pre boomer yaitu lebih menghargai stabilitas dan keamanan. Hal tersebut dikarenakan mereka mengalami peristiwa sejarah seperti Perang Dunia II dan masa penjajahan. Mereka juga dikenal loyal kepada atasan dan dapat bekerja di tempat yang sama selama bertahun-tahun.
- Generasi Baby Boomers
Mereka yang termasuk baby boomers lahir pada rentang tahun 1946-1964. Sebutan ini disematkan lantaran banyaknya jumlah kelahiran yang terjadi pasca Perang Dunia II. Di Indonesia sendiri, jumlah kelahiran meningkat pasca Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Generasi ini mengalami banyak sekali perubahan dalam bidang pendidikan dan politik. Hal tersebut dikarenakan kondisi lingkungan yang belum stabil. Meski demikian, generasi baby boomers dikenal pekerja keras, memiliki etos kerja yang kuat, mandiri, dan selalu optimis.
Sayangnya, generasi baby boomers cukup kesulitan dalam menghadapi perkembangan teknologi. Inilah yang membuat baby boomers dianggap kurang adaptif dan tidak suka perubahan.
- Generasi X
Generasi X lahir pada rentang tahun 1965-1980. Generasi ini dianggap skeptis terhadap nilai dan institusi tradisional. Mereka mulai menentang tradisi “banyak anak” sehingga angka kelahiran di sejumlah negara mengalami penurunan drastis.
Umumnya, generasi X memiliki karakter yang mandiri, disiplin, pekerja keras, menyukai tantangan, dan selalu mengutamakan karier. Sayangnya, sikap tersebut membuat generasi X sering dianggap tidak loyal karena kurang berkomitmen pada satu perusahaan saja.
- Generasi Y (Milenial)
Orang-orang yang lahir pada 1981-1996 termasuk dalam generasi Y (milenial). Generasi ini merasakan perubahan signifikan di bidang teknologi dan ekonomi. Mereka hidup di masa peralihan sehingga membuatnya lebih kreatif, bebas, canggih, dan berani mengambil risiko.
Generasi milenial dikenal ekspresif dan open minded. Hal ini membuatnya sering dicap pembangkang dan melanggar aturan. Apalagi mereka berani menyampaikan pendapat dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Sifatnya yang menyukai hal-hal baru membuatnya sering dianggap tidak loyal terhadap perusahaan.
Meski begitu, generasi milenial sangat terbuka dan menerima masukan dari orang lain. Mereka juga suka bekerja di dalam tim, lebih melek teknologi, dan melakukan segala sesuatu dalam satu waktu (multitasking).
- Generasi Z (Gen Z)
Generasi Z lahir pada rentang tahun 1997-2012. Mereka lahir di mana teknologi dan internet semakin maju dan berkembang. Hal tersebut membuat gen Z lebih mudah mengakses informasi, terlebih jika mendapatkan fasilitas dan finansial stabil dari keluarga.
Kemahirannya dalam berteknologi membuat gen Z suka mempelajari segala sesuatu sendiri. Bahkan, gen Z juga berani mengambil keputusan dan menentukan pilihan sejak kecil.
Karakteristik gen Z yaitu lebih terbuka akan sesuatu yang baru, lebih toleran, dapat multitasking, memiliki motivasi yang tinggi, dan memiliki pengetahuan yang luas. Sayangnya, mereka cenderung individualis dan egosentris, tidak fokus pada suatu hal, lebih memprioritaskan uang, dan sulit menghadapi nilai-nilai konvensional.
- Generasi Alpha
Terakhir yaitu generasi Alpha yang lahir sejak 2011 sampai sekarang. Mereka lahir dari orang tua yang lebih modern dan cenderung stabil secara ekonomi. Mereka sudah tidak asing dengan gadget atau kemampuan mengakses internet.
Hal tersebut membuat generasi Alpha sudah bisa membaca dan menghafalkan alfabet sejak dini. Mereka juga jauh lebih kritis dan dapat memahami situasi dengan baik. Seiring berjalannya waktu, mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang tidak pernah terbayangkan oleh generasi sebelumnya.
Sayangnya, generasi Alpha yang sudah terpapar gadget sejak kecil membuatnya rentan mengalami kerusakan mata. Mereka juga rentan terpapar informasi yang salah, stress, dan depresi. Bahkan, generasi Alpha juga disebut lebih cepat mengalami pubertas dan mengenal cinta.
