Advertisement

10 Contoh Majas Sinekdoke yang Sering Dipakai

20 October 2024 16:25 WIB

thumbnail-article

George Pak / Pexels .

Penulis: Aurora Amelia

Editor: Aurora Amelia

Majas sinekdoke adalah salah satu gaya bahasa yang sering kamu temui dalam karya sastra dan percakapan sehari-hari. Gaya bahasa ini menggunakan sebagian untuk mewakili keseluruhan atau sebaliknya.

Dalam artikel ini, kamu akan menemukan 10 contoh majas sinekdoke yang umum digunakan. Mulai dari ungkapan "batang hidung" hingga "generasi milenial".

1. Batang hidung

Ungkapan "batang hidung" adalah contoh majas sinekdoke yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Majas ini menggunakan bagian tubuh untuk mewakili keseluruhan seseorang.

Contoh penggunaan

"Sudah 30 menitan rapat berjalan, akhirnya batang hidung Pak manajer muncul juga."

"Sebulan berlalu sejak deadline proyek, tapi batang hidung konsultan itu belum juga kelihatan."

2. Sepetak tanah

"Sepetak tanah" adalah contoh majas sinekdoke yang sering digunakan dalam bahasa Indonesia. Contoh ungkapan ini termasuk dalam jenis majas pars pro toto.

Contoh penggunaan

Kamu bisa menggunakan ungkapan ini dalam berbagai situasi, misalnya:

"Budi memiliki sepetak tanah di pinggir kota."

"Mereka berjuang untuk mendapatkan sepetak tanah di daerah itu."

3. Angkat kaki

"Angkat kaki" adalah contoh majas sinekdoke yang sering digunakan dalam bahasa Indonesia. Ungkapan ini termasuk dalam kategori pars pro toto, di mana sebagian mewakili keseluruhan.

Contoh penggunaan

"Mereka sebaiknya segera angkat kaki dari rumah ini."

"Keluarga toni terpaksa angkat kaki dari kontrakannya karena telat bayar sewa 3 bulan."

4. Tangan kanan

"Tangan kanan" adalah contoh majas sinekdoke yang sering digunakan dalam bahasa Indonesia. Ungkapan ini termasuk dalam kategori pars pro toto.

Contoh penggunaan

Kamu bisa menggunakan ungkapan ini dalam berbagai situasi, misalnya:

"Fitri merupakan tangan kanan Bu Nanda."

"Dia termasuk tangan kanan Pak Budi."

5. Mata duitan

"Mata duitan" merupakan contoh majas sinekdoke selanjutnya yang sering dipakai. Ungkapan ini termasuk dalam kategori pars pro toto, dimana sebagian mewakili keseluruhan.

Contoh penggunaan

Kamu bisa menggunakan ungkapan ini dalam berbagai situasi, misalnya:

"Kamu jangan jadi orang yang mata duitan ya, gabaik."

"Dia terkenal sebagai orang yang mata duitan di lingkungan kerjanya."

6. Indonesia juara

"Indonesia juara" adalah contoh majas sinekdoke yang sering digunakan dalam konteks olahraga dan prestasi nasional. Ungkapan ini termasuk dalam kategori totum pro parte, di mana keseluruhan mewakili sebagian.

Contoh penggunaan

Kamu bisa menggunakan ungkapan ini dalam berbagai situasi, misalnya:

"Indonesia juara dalam pertandingan bulutangkis melawan Korea semalam."

"Indonesia juara di cabang olahraga pencak silat pada SEA Games tahun ini."

7. Kota metropolitan

"Kota metropolitan" adalah contoh majas sinekdoke yang sering digunakan dalam bahasa Indonesia. Ungkapan ini termasuk dalam kategori totum pro parte, di mana keseluruhan mewakili sebagian.

Contoh penggunaan

Kamu bisa menggunakan ungkapan ini dalam berbagai situasi, misalnya:

"Kota metropolitan Jakarta semakin padat penduduknya."

"Kota metropolitan seperti Surabaya menawarkan banyak peluang kerja."

8. Dunia maya

"Dunia maya" adalah contoh majas sinekdoke yang sering digunakan dalam bahasa Indonesia selanjutnya. Ungkapan ini termasuk dalam kategori totum pro parte, di mana keseluruhan mewakili sebagian.

Contoh penggunaan

Kamu bisa menggunakan ungkapan ini dalam berbagai situasi, misalnya:

"Dunia maya heboh membahas kasus korupsi terbaru."

"Dia menghabiskan banyak waktu di dunia maya."

9. Manusia modern

"Manusia modern" adalah contoh majas sinekdoke yang paling sering muncul dikalimat" bahasa Indonesia. Ungkapan ini termasuk dalam kategori totum pro parte, di mana keseluruhan mewakili sebagian.

Contoh penggunaan

Kamu bisa menggunakan ungkapan ini dalam berbagai situasi, misalnya:

"Manusia modern sangat bergantung pada teknologi digital."

"Gaya hidup manusia modern cenderung serba cepat dan praktis."

10. Generasi milenial

Istilah "generasi milenial" merupakan contoh menarik dari majas sinekdoke totem pro parte, di mana suatu kelompok yang lebih luas digunakan untuk mewakili sebagian anggotanya dengan karakteristik tertentu. 

Meski secara umum merujuk pada individu yang lahir antara tahun 1981-2000, penggunaan istilah ini lebih menekankan pada serangkaian ciri khas perilaku dan nilai yang diasosiasikan dengan kelompok tersebut, daripada sekadar penanda demografis.

Contoh penggunaan

"Startup ini merancang aplikasinya dengan mempertimbangkan kebiasaan generasi milenial yang selalu terhubung dan multitasking."

"Tren bekerja secara remote semakin populer, terutama di kalangan generasi milenial yang mengedepankan fleksibilitas dan keseimbangan hidup-kerja."

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement