Psikotes merupakan salah satu tahapan dalam seleksi kerja yang harus dilalui oleh kandidat. Tak jarang, psikotes dianggap sebagai hal yang sulit dan menakutkan sehingga banyak orang merasa tidak tenang menjelang pelaksanaan tes.
Untuk mengurangi rasa cemas sebelum menghadapi psikotes, ada baiknya kamu mulai mempelajari soal-soal psikotes kerja sejak jauh-jauh hari. Dengan demikian, kamu akan terbiasa mengerjakan soal psikotes dan lebih memahami jenis soal yang biasanya diujikan.
Lalu, jenis soal psikotes apa saja yang biasanya muncul saat seleksi kerja, dan seperti apa contohnya?
Tes kemampuan verbal
Tes kemampuan verbal terdiri atas tes sinonim, antonim, analogi kata, acak kata, pengelompokan kata, dan sebagainya.
Tes ini berfungsi untuk mengukur kemampuan seseorang di bidang pemahaman mengenai bahasa.
Contoh soal
1. Pilihlah salah satu jawaban yang memiliki arti sama atau paling tidak mendekati arti kata yang dicetak dengan huruf kapital.
BAHTERA
- Pernikahan
- Sejahtera
- Bahagia
- Perahu
- Pertukaran
Jawaban: D
2. Pilihlah salah satu jawaban yang memiliki arti yang berlawanan dengan arti kata yang dicetak dengan huruf kapital.
CANGGIH
- Sederhana
- Kuno
- Kedaluwarsa
- Modern
- Terkini
Jawaban: A
3. Pilihlah salah satu jawaban yang memiliki hubungan analogi yang sama dengan kata yang dicetak dengan huruf kapital.
PELUIT : …. ≈ …. : PRAJURIT
- wasit - senjata
- polisi - markas
- penalti - desersi
- permainan - perang
- kereta - pasukan
Jawaban: A
Peluit adalah alat yang dimiliki wasit, senjata adalah alat yang dimiliki prajurit.
Tes kemampuan numerik
Tes ini terdiri atas tes aritmatika sosial, matematika aljabar, barisan dan deret, dan lain sebagainya. Tes kemampuan numerik berfungsi untuk mengukur sejauh mana kemampuan daya logika ruang yang dimiliki seseorang.
Contoh soal
Pilihlah salah satu jawaban yang tepat untuk melengkapi susunan angka atau huruf yang diminta.
1. 43, 14, 20, 50, 20, 20, 57, 26, 20, …, …
- 18, 24
- 62, 31
- 64, 32
- 66, 34
- 30, 22
Jawaban: C
Pola yang terbentuk ada tiga pola yang berbeda yaitu +7, +6, dan tetap 20. Maka, angka berikutnya adalah 57 + 7 = 64 dan 26 + 6 = 32.
2. A, C, C, E, …, …, G, I, I, K
- E, G
- G, H
- H, I
- G, J
- M, Z
Jawaban: A
Pola yang terbentuk adalah pola +2 (lompat 1 huruf) untuk deret ganjil dan deret genap. Jadi, huruf berikutnya adalah E dan B.
3. 9, 18, …, …, 42, 84, 86
- 28, 56
- 20, 40
- 24, 48
- 23, 46
- 34, 68
Jawaban: B
Pola yang terbentuk adalah pola perkalian berpasangan dan (n + 2). Tiap sepasang angka merupakan hasil perkalian dua, kemudian angka selanjutnya ditambah dua. Jadi, deret angka yang kosong adalah 20 dan 40.
Tes kemampuan logis
Tes ini terdiri atas penalaran logis dan analitis. Fungsinya untuk mengetahui seberapa efektif penalaran dan pemecahan masalah yang dimiliki oleh seseorang, dengan kriteria logis dan masuk akal.
Contoh soal
1. Semua siswa mahir dalam berbahasa Inggris. Siswa yang mahir berbahasa Inggris juga pintar berpidato. Beberapa di antara siswa yang pintar berpidato tidak menyukai pelajaran Matematika. Maka…
- Sebagian siswa tidak suka Matematika dan tidak mahir berbahasa Inggris
- Sebagian siswa suka Matematika tetapi tidak mahir berbahasa Inggris
- Sebagian siswa suka Matematika tetapi tidak suka berbahasa Inggris
- Sebagian siswa suka Matematika dan mahir berbahasa Inggris
- Semua siswa mahir berbahasa Inggris dan suka Matematika
Jawaban: D
2. Semua X bukan P. Sebagian X adalah Q. Jadi…
- Sebagian X adalah Q bukan P
- Semua X bukan P dan Q
- Sebagian X bukan Q adalah P
- Semua X adalah Q
- Tidak ada jawaban yang benar
Jawaban: A
3. Jika rumah B dan rumah E berada di sebelah timur rumah C, dan rumah D di sebelah barat rumah C, manakah yang berikut ini harus benar?
- Rumah C Lebih Dekat Ke Rumah D Daripada Rumah E Ke Rumah B
- Rumah E Lebih Dekat Ke Rumah C Daripada Rumah B Ke Rumah E
- Rumah B Lebih Dekat Ke Rumah E Daripada Rumah C Ke Rumah D
- Rumah D Lebih Dekat Ke Rumah E Daripada Rumah C Ke Rumah B.
Jawaban: C
Tes kemampuan spasial
Tes ini terdiri atas tes pola gambar, jaring-jaring gambar, analogi gambar, dan lain sebagainya. Fungsi dari tes ini adalah untuk mengukur sejauh mana kemampuan daya logika ruang yang dimiliki seseorang.
Contoh soal:
1. ![]()
Jawaban: B
2. ![]()
Jawaban: C
3. ![]()
Jawaban: C
