Advertisement

Daftar Negara Timur Tengah yang Menjadi ‘Sekutu’ Amerika Serikat–Israel

16 October 2024 14:45 WIB

thumbnail-article

Presiden Israel Isaac Herzog dan Raja Yordania Raja Abdullah II bersalaman dalam kunjungan diplomatik Israel ke Amman, Jordan pada Maret 2022 lalu. (Sumber: Goverement Press Office via REUTERS) .

Penulis: Kitin Aprilia

Editor: Rizal Amril

Ditilik dalam sejarah, Amerika Serikat (AS) menjadi pendukung utama Israel yang setia sejak kemerdekaan Israel pada 14 Mei 1948. AS tak ragu-ragu menggelontorkan bantuan pada Israel untuk perang melawan negara-negara Timur Tengah, khususnya Iran. 

Berbulan-bulan semenjak genosida di area Gaza oleh Israel, banyak negara di timur tengah yang seolah bungkam dan tak melakukan apa pun. 

Hingga pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada Jumat (27/9/2024),  Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membawa peta yang disebut sebagai ‘Timur Tengah Baru’, merujuk pada negara-negara sekutu AS–Israel.

Dalam forum internasional tersebut, Netanyahu melakukan hal yang cukup kontroversial dengan mempresentasikan dua peta yang menunjukkan peta Israel dan kawasan di sekitarnya. Peta tersebut disebut dengan istilah ‘Timur Tengah Baru’.

Dalam pidatonya di Sidang Umum PBB, Netanyahu memperlihatkan dua peta yang memperlihatkan kawasan Timur Tengah. 

Peta yang pertama dinamai dengan ‘The Blessing’ yang diberi warna hijau. Negara bagian berwarna hijau itu adalah negara sekutu, yakni Mesir, Sudah, Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, Bahrain, dan Yordania. 

Sedangkan peta satunya dinamai ‘The Curse’ yang diwarnai hitam. Negara yang ada di dalamnya adalah negara sekutu Iran, yaitu Suriah, Irak, Yaman, serta Lebanon. Terlebih, dalam kedua peta tersebut tak ditemukan wilayah Palestina.

Di satu sisi, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan memberi peringatan terkait dengan ‘ambisi penuh kebencian Israel’ dalam pidatonya akhir-akhir ini, dilansir dari BBC

Erdogan mempercayai bahwa Israel akan menginginkan tanah di antara Tigris dan Efrat.

"Mereka [Israel] akan menginginkan tanah air kita di antara Tigris dan Efrat. Dan secara terbuka menyatakan melalui peta yang mereka tunjukkan bahwa mereka tidak akan puas dengan Gaza,” ujar Erdogan.

Mendukung pernyataan Erdogan, Yezid Sayigh, peneliti senior dari Carnegie Middle East Center, memprediksi bahwa Timur Tengah Baru buatan Netanyahu itu tentang kemungkinan menjajah sisa wilayah Palestina.

Daftar negara Timur Tengah sekutu AS dan/atau Israel

Negara mana saja yang menyetujui untuk bersekutu dengan AS-Israel, berikut adalah daftarnya.

1. Mesir

Perjanjian perdamaian antara Mesir dan Israel merupakan awal dari persekutuan Mesir dengan AS. 

Antara tahun 1979 dan 2003, Mesir menerima bantuan militer Amerika non-NATO terbesar kedua setelah Israel. Kemitraan strategis antara Amerika dan Mesir memang ada di bidang militer. 

2. Sudan

Keputusan Sudan untuk menjalin hubungan dengan Israel dan menandatangani perjanjian normalisasi dengan Israel merupakan sebuah “tusukan baru dari belakang” bagi rakyat Palestina. 

Sudan dan Israel sendiri pernah terlibat Perang Enam Hari pada tahun 1967. Namun, pada Januari 2021 kedua negara sepakat menormalisasi hubungan menjadi bagian dari perjanjian dengan AS untuk menghapus Sudan dari daftar ‘negara pendukung terorisme’. 

Hingga tahun 2023 kesepakatan menormalisasi hubungan dengan Israel resmi selesai, tetapi implementasinya masih belum terjadi karena instabilitas politik internal di Sudan.

3. Yordania

Menjadi sekutu terpenting, Yordania sudah membangun hubungan diplomatik dengan AS sejak 1949 dan dengan Israel sejak 1994. 

Yordania telah lama menjadi rekanan Israel untuk perang melawan negara-negara di Timur Tengah. 

Salah satu bukti bantuan Yordania pada Israel adalah mencegat rudal-rudal yang meluncur ke Tel Aviv kiriman Iran pada Selasa (1/10). 

AS sendiri memberi bantuan militer pada Yordania sebesar US$1 miliar per tahun atau setara Rp15 triliun. Bantuan yang dihibahkan pada Yordania untuk membela Negeri Zionis dalam eskalasi konflik Timur Tengah.

4. Bahrain

Sejak 2001 Bahrain sudah menjadi sekutu utama non-NATO AS dan hingga saat ini hubungan militer kedua negara tersebut masih terjalin erat. 

Pendirian Fasilitas Pendukung Angkatan Laut (NSA) milik AS di Bahrain menandai hubungan persekutuan antara kedua negara itu. NSA ini merupakan hasil perjanjian kerja sama pertahanan dan keamanan Bahrain-AS sejak tahun 1991.

Pada tahun 2020 Bahrain telah menormalisasi hubungan diplomatiknya dengan Israel ditandai dengan penandatanganan perjanjian Abraham, tetapi 2023 Bahrain memutuskan untuk menarik duta besarnya dari Israel. 

Begitu pula Bahrain memaksa keluar duta besar Israel dari ibu kota Manama sebagai bentuk respons Bahrain terhadap invasi Pasukan Militer Israel (IDF) ke Gaza pada 7 Oktober 2023 silam.

5. Arab Saudi

Arab Saudi membangun hubungan strategis dengan AS selama 80 tahun dalam berbagai bidang seperti ekonomi, keamanan, pendidikan, teknologi, hingga energi.

Namun, meski bersekutu dengan AS, Arab Saudi tetap tidak mau membantu Israel. Mereka mengecam Negeri Zionis menyerang Gaza. 

Dalam pertemuan negara-negara teluk (GCC) di Qatar, Jumat (4/10), Riyadh berjanji pada Iran tak akan membantu Israel di tengah eskalasi konflik Timur Tengah.

6. Uni Emirat Arab (UEA)

Hubungan AS dengan UEA sudah terjalin sejak 1971. UEA juga sudah menjalin hubungan diplomatik dengan Israel dengan menandatangani Perjanjian Abraham pada 2020 dan hal ini membuka pintu bisnis sehingga berbondong-bondong pengusaha Israel menjalin hubungan bisnis UEA. 

Sama dengan Arab Saudi, dalam pertemuan GCC, UEA menyatakan tak akan mendukung Israel di tengah konflik yang masih terus terjadi di Timur Tengah. 

UEA memilih bersikap netral dan tidak mau dilibatkan dalam eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

7. Qatar

Qatar menyatakan menjadi sekutu utama AS sejak 2022. Qatar dan AS menjalin kerja sama strategis di berbagai bidang, khususnya bidang pertahanan. 

Qatar tercatat menjadi pelanggan terbesar ke-3 produk sistem pertahanan udara hasil produksi AS, yakni jet tempur F-15 QA, pesawat angkut C-17, dan helikopter Apache.

Namun, meski bersekutu dengan AS, Qatar menyatakan tidak mendukung Israel dan itu dideklarasikan dalam pertemuan GCC. 

Qatar sebagai tuan rumah pun mendesak agar Israel segera mengakui negara Palestina dan melakukan gencatan senjata serta mengakhiri pendudukan ilegalnya di Palestina, sebagaimana dikutip dari The Guardian.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement