Iran melancarkan serangan ratusan rudal hipersonik ke wilayah Israel pada Selasa (1/10/2024) malam waktu setempat.
Serangan itu merupakan respons terhadap tindakan agresif rezim Zionis yang mencakup pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Republik Islam Iran.
“Setelah berbulan-bulan menahan diri, Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akhirnya (melakukan penyerangan) dalam rangka menggunakan hak wajarnya untuk membela diri, sebagaimana diatur dalam Pasal 51 Piagam PBB, dan sebagai tanggapan atas tindakan agresif rezim Zionis,” kata Kedubes Iran di Jakarta dalam keterangan resminya sebagaimana dikutip dari Antara, Jumat (4/10/2024).
Selain itu, serangan tersebut juga merupakan bentuk balasan atas tewasnya pimpinan Hizbullah Hassan Nasrallah dalam serangan Israel di ibu kota Lebanon, Beirut, Jumat (29/9/2024) lalu.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim 90 persen rudal hipersonik yang diluncurkan ke Israel berhasil mencapai target berupa situs-situs strategis, termasuk sistem pertahanan Iron Dome.
Di sisi lain, Israel mengklaim bahwa serangan itu berhasil digagalkan. Penggagalan ini tak terlepas dari peran sejumlah negara yang membantu Israel menembak jatuh rudal-rudal dari Iran.
Lantas, negara mana saja yang turut membantu Israel menangkis serangan rudal Iran?
Amerika Serikat
Amerika Serikat mengaku pihaknya telah berhasil menggagalkan serangan rudal hipersonik Iran ke wilayah Israel.
Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengatakan militer negaranya telah berkoordinasi secara intens dengan Israel untuk menembak jatuh rudal Iran.
Inggris
Menurut Menteri Pertahanan Inggris John Healey, Inggris turut berperan dalam mencegah eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah saat Iran meluncurkan ratusan rudal ke wilayah israel.
Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengutuk serangan Iran terhadap Israel dan menyebut Israel punya hak untuk membela diri.
Yordania
Yordania menjadi satu-satunya negara Arab yang turut menembak jatuh rudal Iran. Hal ini dikonfirmasi oleh Direktorat Keamanan Publik Yordania.
Juru bicara pemerintah Yordania Mohammad Al Momani menyebut tangkisan itu dilakukan dengan tujuan membela diri dan melindungi kedaulatan negara.
