Persatuan Bangsa Bangsa atau PBB adalah lembaga yang menaungi seluruh negara di dunia. Meski demikian ternyata ada negara didunia yang tidak diakui oleh PBB. Negara apa sajakah itu? Berikut daftar negara yang tidak diakui PBB.
Jawaban dari pertanyaan tersebut cukup rumit karena terdapat banyak versi negara yang tidak diakui PBB. Artikel ini merangkum beberapa negara yang tidak diakui secara penuh oleh PBB.
Observer State
PBB mengakui 195 negara dan terdiri dari 193 negara anggota. Mengapa jumlah negara anggota berbeda dengan negara yang diakui?
Perbedaan jumlah tersebut dikarenakan terdapat dua negara yang tidak diakui sebagai negara anggota. Kedua negara tersebut memiliki status sebagai observer state atau negara pengamat.
Berbeda dengan negara yang menjadi anggota penuh PBB, negara pengamat tidak memiliki hak untuk memilih keputusan. Namun, negara tersebut masih bisa menyampaikan pendapatnya dalam forum PBB. Kedua negara tersebut adalah Vatikan dan Palestina.
Vatikan yang juga menjadi negara terkecil di dunia merupakan negara yang juga menjadi pusat kekuasaan Gereja Katolik. Hal yang membedakan dengan statusnya dengan negara lain adalah Vatikan dianggap entitas religius sehingga hanya menjadi negara pengamat di PBB.
Palestina menjadi negara pengamat dan non anggota PBB kedua. Konflik dan sengketa wilayah berkepanjangan dengan Israel menjadi alasan Palestina tidak diakui secara penuh oleh PBB meski diakui oleh 146 negara anggota PBB.
Negara yang tidak diakui PBB
Di luar dua negara pengamat yang disebutkan tadi, terdapat pula negara-negara yang tidak diakui sama sekali oleh PBB. Berikut beberapa negara lain yang tidak diakui oleh PBB.
1. Taiwan
Pernahkah kalian menonton pertandingan bulu tangkis dan melihat negara ‘China Taipei’? Negara itu adalah Republic of China atau Taiwan. Mungkin banyak yang belum tahu bahwa Taiwan tidak diakui oleh PBB dan mayoritas negara di dunia.
Hal ini dikarenakan sengketa dengan Republik Rakyat Tiongkok yang terjadi sejak 1949. Saat itu, Partai Komunis Mao Zedong berhasil mengalahkan Kuomintang dan menguasai daratan Tiongkok.
Kuomintang yang kalah kemudian mundur ke Pulau Formosa atau Taiwan dan mendirikan pemerintahan sendiri yang bertahan hingga saat ini. Taiwan pernah menjadi anggota tetap PBB hingga tahun 1971, ketika Tiongkok mengklaim otoritasnya atas Pulau Taiwan lewat One China Policy.
Kini kebijakan One China Policy di mata dunia Taiwan adalah salah satu provinsi di bawah Tiongkok meski diakui oleh 22 negara anggota PBB termasuk Amerika Serikat.
2. Kosovo
Kosovo menyatakan kemerdekaan pada 2008 lalu dan saat ini berada di bawah administrasi PBB melalui resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1244. Hal ini dilakukan untuk menjaga perdamaian pasca perang dengan Serbia.
Meski diakui oleh 110 negara plus Taiwan, tetapi negara-negara Eropa tidak mengakui kemerdekaan Kosovo. Sebab, hal ini bisa berdampak melegitimasi kelompok separatis yang ada di dalam negara-negara tersebut seperti Catalonia dan Bosque di Spanyol.
Kosovo yang dihuni mayoritas oleh etnis Albania kini masih berada dalam negosiasi panjang bersama Albania dan Serbia. PBB sendiri tidak mengakui Kosovo karena Tiongkok dan Rusia melakukan veto dan menyatakan bahwa kemerdekaan Kosovo ilegal.
3. Ossetia Selatan dan Abkhazia
Dua negara ini terletak di wilayah Georgia Utara yang berbatasan dengan Rusia. Negara ini berawal pada 1980-an ketika revolusi kemerdekaan melanda wilayah Uni Soviet.
Wilayah yang disebut oblast oleh Uni Soviet melakukan pergerakan untuk mendapat kemerdekaan, termasuk Ossetia dan Abkhazia. Namun, ketika Georgia merdeka, justru hak-hak Ossetia dan Abkhazia dicabut sehingga kedua wilayah tersebut melakukan pemberontakan.
Saat ini, Ossetia akan melaksanakan referendum yang memilih apakah akan bergabung dengan federasi Rusia, sedangkan Abkhazia lebih memilih untuk merdeka.
4. Siprus Utara
Siprus Utara adalah negara di Pulau Siprus yang tidak diakui PBB, tetapi mendapat pengakuan dari Turki. Namanya secara resmi adalah Republik Turki Siprus Utara, yang mana saat ini sedang dalam sengketa wilayah dengan Republik Siprus.
Penyebab konflik ini adalah sengketa panjang antara Turki dan Siprus. Siprus yang awalnya ingin bergabung dengan Yunani namun akhirnya merdeka tahun 1960, sedangkan Siprus Utara merdeka tahun 1983.
5. Transnistria
Transnistria sebuah negara yang terletak di antara Ukraina dan Moldova. Negara ini sering disebut bagian terakhir dari Uni Soviet karena masih mempertahankan vibes khas Uni Soviet.
Kasus Transnistria sendiri mirip dengan Ossetia dan Abkhazia yang pasca runtuhnya Soviet terlibat konflik dengan negara induknya. Kini, Transnistria diakui oleh Ossetia, Abkhazia, dan Nagorno Karabakh
6. Sahrawi
Republik Sahrawi atau Sahara Barat adalah negara yang saat ini bersengketa dengan Maroko. Maroko sendiri menginvasi Republik Sahrawi lewat usaha aneksasi damai pada 1975 yang berhasil ditengahi oleh Spanyol.
Pada tahun 1979, Mauritania menyerahkan sebagian wilayahnya kepada Republik Sahrawi yang berujung pada invasi Maroko tahun 1980 dan membangun “tembok Maroko”. Kini Maroko menguasai 80% wilayah Sahrawi meski PBB menganggap hal tersebut sebagai kolonialisme yang belum selesai terhadap Afrika.
Itulah beberapa negara yang tidak diakui oleh PBB. Selain negara-negara di atas, masih ada beberapa negara yang memenuhi syarat terbentuknya negara menurut Konvensi Montevideo seperti Nagorno Karabakh, Republik Crimea, UPR Luhansk Donetsk, Pulau Cook dan lain lainnya.
