Siapa yang sering menghabiskan banyak waktu bekerja di depan komputer atau laptop tanpa beranjak dari kursi? Nyatanya, kebiasaan ini dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Lantas, apa dampak duduk terlalu lama saat bekerja?
Duduk terlalu lama di tempat kerja menjadi kebiasaan yang umum. Tanpa disadari, kebiasaan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Beberapa bahaya yang muncul antara lain nyeri pada punggung dan leher, risiko penyakit jantung, dan peningkatan risiko obesitas.
Nyeri punggung dan leher biasanya disebabkan oleh postur duduk yang tidak tepat dan kurang gerak, yang menyebabkan ketegangan otot. Begitu juga dengan risiko penyakit jantung yang meningkat akibat berkurangnya pergerakan sehingga aliran darah dalam tubuh terhambat.
Simak penjelasan berikut ini mengenai dampak duduk terlalu lama saat bekerja dan cara mengatasinya.
Dampak duduk terlalu lama
-
Nyeri punggung dan leher
Kebiasaan duduk dalam waktu lama dapat menyebabkan ketegangan pada otot-otot di punggung dan leher. Dengan duduk terlalu lama, otot-otot tersebut tidak mendapatkan kesempatan untuk bergerak dan berelaksasi.
Hal ini dapat menyebabkan nyeri yang terus menerus dan bahkan menjadi kronis. Selain itu, postur yang buruk saat duduk juga memberikan tekanan yang lebih pada tulang belakang sehingga memicu rasa sakit di bagian tersebut.
-
Risiko penyakit jantung
Duduk lama berhubungan langsung dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Menurut penelitian, orang yang menghabiskan banyak waktu duduk memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk mengalami masalah jantung.
Ini disebabkan karena kurangnya aktivitas fisik yang dapat membantu mengatur denyut jantung dan tekanan darah. Lemak yang seharusnya terbakar menjadi energi, justru tersimpan dalam tubuh sehingga menyebabkan masalah kardiovaskuler.
-
Peningkatan risiko obesitas
Kebiasaan duduk yang terlalu lama juga berkontribusi terhadap peningkatan risiko obesitas. Ketika tubuh tidak aktif, kalori tidak terbakar dengan baik, yang menyebabkan penumpukan lemak dan meningkatkan berat badan.
Ditambah lagi, kebiasaan ngemil saat duduk berjam-jam dapat menambah kalori yang masuk tanpa disertai dengan pengeluaran energi yang cukup.
-
Penurunan sensitivitas insulin
Ketika duduk dalam waktu yang lama, tubuh menjadi kurang efisien dalam mengatur insulin. Insulin berfungsi untuk mengolah glukosa dalam darah menjadi energi.
Ketika tubuh mengalami penurunan sensitivitas insulin, maka proses ini terganggu. Alhasil dapat memicu resistensi insulin dan meningkatkan risiko diabetes.
-
Pengaruh pada kadar gula darah
Duduk lama dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk mengatur kadar gula darah. Dengan aktivitas yang minim, regulasi gula darah menjadi tidak optimal. Hal ini menyebabkan kadar gula darah meningkat.
-
Meningkatnya risiko diabetes
Berdasarkan penelitian, orang yang duduk terlalu lama setiap hari cenderung berisiko lebih tinggi terkena diabetes melitus tipe 2. Hal ini disebabkan oleh gangguan pada metabolisme tubuh yang dikaitkan dengan kebiasaan duduk tanpa bergerak.
-
Depresi dan kecemasan
Duduk lama bisa berkontribusi pada masalah kesehatan mental, termasuk depresi dan kecemasan. Kurangnya aktivitas fisik bisa mengurangi produksi endorfin yang bermanfaat untuk meningkatkan suasana hati. Akibatnya, seseorang bisa merasa cemas dan tertekan.
-
Penurunan fungsi otak
Kegiatan fisik yang minim dapat mengakibatkan penurunan aliran darah ke otak. Ketika tubuh tidak bergerak, pasokan oksigen ke otak menurun. Hal ini berdampak pada fungsi otak secara keseluruhan, termasuk penurunan kemampuan kognitif.
Cara mengatasi dampak negatif
Mengurangi dampak negatif dari kebiasaan duduk dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya:
-
Menambah frekuensi bergerak dan berjalan
Menetapkan pengingat untuk bergerak atau berdiri setiap 30 menit bisa membantu. Ambil waktu untuk berdiri dan berjalan sebentar di sela-sela pekerjaan dapat membuat tubuh lebih segar dan mengurangi ketegangan otot.
-
Memanfaatkan waktu istirahat
Selama waktu istirahat, penting untuk tidak hanya duduk. Bergerak seperti berjalan-jalan sebentar atau melakukan peregangan dapat memberikan manfaat besar bagi tubuh. Ini membantu meningkatkan sirkulasi darah dan meminimalisasi rasa pegal.
-
Menggunakan kursi ergonomis dan desk berdiri
Sebagai solusi jangka panjang, menggunakan kursi ergonomis dapat membantu memelihara postur tubuh yang baik saat duduk. Selain itu, desk berdiri juga menjadi pilihan yang semakin populer untuk mengurangi waktu duduk dan meningkatkan mobilitas saat bekerja.
Dengan menyadari berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk duduk, seseorang dapat menetapkan target untuk menguranginya secara bertahap.
Dalam keseharian, memilih untuk berdiri saat menelepon atau melakukan pekerjaan rumah yang ringan bisa menjadi cara efektif. Jangan lupa untuk melakukan olahraga teratur sebagai bagian penting dari gaya hidup sehat.
