Advertisement

Debat Perdana Trump vs Harris: Bahas Topik Palestina sampai Aborsi

11 September 2024 21:56 WIB

thumbnail-article

Calon Presiden AS dari partai Republik, Donald Trump (kiri), dan calon Presiden AS dari partai Demokrat, Kamala Harris (kanan), dalam debat perdana Pilpres AS 2024. (Sumber: REUTERS/Brian Snyder) .

Penulis: Kitin Aprilia

Editor: Rizal Amril

Debat perdana Pilpres AS antara Donald Trump dengan Kamala Harris baru saja digelar pada Rabu (11/9) pagi atau Selasa (10/9) malam waktu setempat. Bertempat di Philadelphia, kedua capres saling beradu argumen dengan panas.

Sejumlah topik diangkat dalam debat perdana yang disiarkan oleh stasiun televisi ABC tersebut, seperti imigrasi, perang Israel-Hamas, hingga aborsi.

Kendati debat yang dilakukan pada Rabu tersebut merupakan yang pertama kali, namun jadwal debat lanjutan belum pasti digelar mengingat Pemilu AS akan berlangsung pada 5 November mendatang.

Sejauh ini jadwal debat Pilpres AS yang telah dikonfirmasi selanjutnya adalah debat untuk para calon wakil presiden, yakni JD Vance dan Tim Walz yang akan dijadwalkan bertemu pada 1 Oktober 2024 mendatang.

Sebelum debat dimulai, sebuah peristiwa menarik terjadi ketika Kamala Harris berjalan mendekati Donald Trump dan berjabat tangan. Melansir ABC News, jabat tangan antara Harris dan Trump tersebut menjadi yang pertama kali sejak 2016 lalu.

Sama-sama dukung Israel, tapi Kamala ingin perang berakhir

Palestina menjadi salah satu topik yang dibahas dalam debat perdana Pilpres AS antara Donald Trump dengan Kamala Harris pada Rabu waktu Indonesia.

Kendati untuk topik ini keduanya sama-sama menegaskan dukungan mereka kepada Israel, namun Trump menuduh Harris membenci negara yang hingga kini masih melakukan agresi militer ke Palestina tersebut.

"Dia [Harris] membenci Israel. Pada saat yang sama, dengan caranya sendiri, dia membenci populasi Arab karena seluruh negara akan diledakkan," kata Trump sebagaimana dikutip CNN.

"Jika dia [Harris] menjadi presiden, saya meyakini bahwa Israel tidak akan ada dalam dua tahun dari sekarang. Israel akan lenyap," tandas mantan Presiden AS ke-45 tersebut.

Menanggapi tuduhan Trump, Kamala Harris membantah dan menjelaskan bahwa yang dia inginkan adalah berakhirnya perang.

Kamala Harris mengungkapkan jika dirinya telah mendukung Israel sebagai sekutu AS sepanjang hidup dan kariernya.

Namun, Harris menyatakan bahwa perang harus diakhiri. "Perang ini harus segera diakhiri, dan cara mengakhirinya adalah kita membutuh kesepakatan gencatan senjata dan kita membutuhkan [pembebasan] para sandera. Oleh karenanya, kita terus berupaya untuk mewujudkannya," ujar Harris, sebagaimana dikutip Al Jazeera.

Trump dikoreksi karena sebut imigran makan kucing

Dalam debat perdana, Trump sempat dikoreksi oleh David Muir, salah satu moderator dalam debat tersebut, ketika mengemukakan pendapatnya tentang topik imigrasi. Hal tersebut bermula ketika David Muir mengajukan topik imigrasi kepada kedua kandidat.

Ketika Kamala Harris mendapat kesempatan berbicara, Wakil Presiden AS tersebut menutup pidatonya dengan menyindir sedikitnya jumlah pendukung Trump yang ikut dalam kampanye. Melansir The Guardian, Trump termakan “umpan” yang diberikan Harris.

Ketika mendapat kesempatan menanggapi, Trump langsung menyerang Harris tentang kampanye, menyebut politisi partai Demokrat tersebut membayar orang untuk hadir dalam kampanye.

Setelah itu, Trump melanjutkan argumennya dengan mengoceh tentang imigran yang memakan hewan peliharaan orang lain.

"Di Springfield, mereka [imigran di AS] memakan anjing peliharaan. Para pendatang, mereka memakan kucing," kata Trump. "Mereka makan hewan peliharan penduduk di sana."

Klaim Trump tersebut tampaknya berasal dari sebuah video yang viral belakangan, memperlihatkan seorang penduduk Springfield yang mengaku di hadapan dewan kota setempat bahwa imigran telah menyembelih bebek dari taman-taman publik untuk dimakan.

Video tersebut kemudian viral setelah secara luas dibagikan oleh akun-akun sayap kanan dan menjadi meme dengan gambar AI yang menampilkan Trump dikelilingi kucing dan anjing.

Ketika Trump membawa topik tersebut dalam debat, David Muir langsung mengoreksi Trump.

"Anda membawa [isu] Springfield, Ohio, dan ABC News telah menghubungi pengelola kota di sana. Dia mengatakan kepada kami bawa tidak ada laporan yang kredibel mengenai klaim hewan peliharaan yang disakiti atau dianiaya oleh imigran di sana," kata Muir.

Harris serang Trump dengan topik aborsi

Dalam debat perdana antara Donald Trump dan Kamala Harris, keduanya saling lempar serangan dalam berbagai topik. Salah satu serangan paling agresif yang disampaikan Kamala Harris terjadi ketika keduanya berdebat tentang hak aborsi.

Harris menyerang Trump dengan mengatakan bahwa Trump akan mengeluarkan larangan aborsi dengan pengecualian terbatas jika terpilih menjadi presiden. 

Topik aborsi memang menjadi topik hangat di AS setelah Mahkamah Agung AS membatalkan hak konstitusional atas aborsi pada 2022 lalu.

"Setiap individu tidak perlu meninggalkan keyakinan yang dianutnya untuk setuju bahwa pemerintah---dan tentu saja Donald Trump---tak perlu mendikte perempuan tentang apa yang hendak mereka lakukan dengan tubuhnya," kata Harris.

Menanggapi serangan Harris, Trump menyangkal dengan menyebut apa yang dituduhkan Harris adalah "kebohongan mutlak". "Saya tidak mendukung larangan aborsi," kata Trump.

Trump kemudian mengatakan bahwa ia mendukung pengecualian larangan aborsi untuk kasus pemerkosaan, inses, atau penyelamatan nyawa ibu yang melahirkan.

Ketika Trump menjelaskan argumennya tentang aborsi, ia sempat menyebut bahwa beberapa bayi pernah menjadi sasaran "eksekusi" setelah lahir. Moderator kemudian mengoreksi Trump dan menyatakan: "Tidak ada negara bagian di negara ini yang mengizinkan pembunuhan bayi setelah lahir."

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement