Istilah dejavu masih kerap menjadi perbincangan di Masyarakat, hal ini lantaran banyak orang yang kerap merasakannya.
Dejavu sendiri merupakan kondisi di mana seseorang merasa pernah melalui atau melakukan peristiwa yang sama.
Mengutip dari laman detik.com, fenomena dejavu bisa terjadi sangat cepat dan kapan saja.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Psychology Today ditemukan bahwa 70% dari populasi manusia di bumi pernah mengalami dejavu.
Pengertian dejavu
Istilah déjà vu berasal dari bahasa Perancis yang secara harfiah “sudah pernah terlihat”. Istilah ini disebut pertama kali oleh filsuf kuno bernama Santo Agustinus pada tahun 400 M sebagai “memori yang salah”.
Tetapi filsuf Perancis Emile Boirac adalah orang pertama yang menggunakan istilah déjà vu pada tahun 1890. Penggunaan pertama kata dejavu dalam kajian ilmiah adalah F.L. Arnaud, seorang ahli syaraf.
Dalam buku The Déjà vu Experience karangan Neppe, dejavu merupakan sebuah kesan yang secara subyektif tidak pantas terkait keakraban pengalaman saat ini dengan masa lalu yang tidak terdefinisi.
Fenomena ini terjadi lantaran adanya tipuan otak yang merasa bahwa kita pernah mengalami kejadian tersebut sebelumnya.
- Dejavu terjadi dalam waktu singkat, bahkan hanya sekedipan mata.
- Seseorang yang mengalami dejavu merasa mirip dengan mimpi mereka saat tidur.
- Rata-rata setiap orang akan mengalami dejavu sekali dalam setahun.
- Seseorang yang memiliki status sosial ekonomi dan pendidikan lebih tinggi akan sering mengalami dejavu.
- Fenomena ini bisa dialami oleh pria dan wanita.
- Dejavu terjadi saat seseorang merasa stress dan kelelahan.
- Kebalikan dari dejavu adalah jamais vu, yakni kondisi ketika seseorang tidak mengenali sesuatu yang seharusnya familiar.
- Seseorang yang sering bepergian lebih sering mengalami dejavu, dibandingkan dengan mereka yang jarang bepergian.
- Peristiwa ini kemungkinan dihasilkan oleh stimulasi Listrik dalam kotes dan struktur otak yang lebih dalam.
- Dejavu terjadi karena kenangan, namun faktanya semakin bertambahnya umur seseorang, fenomena dejavu justru akan semakin berkurang.
