Miftah Maulana Habiburrahman menuai kritik pedas usai mengolok-olok seorang pedagang es teh yang berjualan di acara pengajian.
Buntutnya, publik mendorong pencopotan jabatan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan yang saat ini dipangku Miftah.
Tak hanya itu, sederet kontroversi yang pernah dilakukan Miftah kembali mengemuka dan menjadi perbincangan.
Berikut daftar hal-hal kontroversial yang pernah dilakukan Miftah dan menuai kecaman publik.
1. Menghina pedagang es teh
Miftah Maulana kembali menjadi sorotan setelah mengolok seorang pedagang es teh dalam sebuah acara pengajian di Magelang.
Miftah secara terbuka mengejek pedagang bernama Sunhaji yang saat itu tengah berkeliling mengedarkan jualan es tehnya.
Dengan nada mengolok yang membuat suasana menjadi canggung, Miftah berkata, “Es tehmu isih okeh gak? (Es tehmu masih banyak gak?)”.
Namun, bukannya membantu melarisi dagangan Sunhaji, Miftah justru melontarkan seruan kasar kepadanya, "Yo kono didol, g****k! (Ya sana dijual, g****k!)" yang disambut tawa dari para jamaah.
Cuplikan momen tersebut dengan segera beredar luas di media sosial dan memicu gelombang amarah dari warganet. Miftah dianggap tak mencerminkan adab dan etika sebagai seorang tokoh agama.
2. Menoyor kepala istri
Pada bulan Oktober lalu, saat tengah menyampaikan ceramah di panggung, Miftah menoyor kepala istrinya, Ning Astuti, berulang kali.
Miftah berdalih bahwa tindakannya itu hanyalah candaan dan bentuk sayang kepada sang istri. Namun, alasan itu tak lantas meredakan kemarahan publik yang merasa bahwa tindakan Miftah tak pantas untuk seorang tokoh agama.
Banyak yang melihat aksi ini sebagai bentuk pelecehan terhadap perempuan, dan mengingatkan tentang batas-batas candaan dalam konteks kehidupan berumah tangga.
3. Bagi-bagi uang saat kampanye
Miftah Maulana juga pernah terlibat dalam kontroversi ketika membagikan uang kepada jamaah saat kunjungan ke Pamekasan, Madura, Januari lalu. Tindakan ini terjadi menjelang pemilihan umum dan memicu dugaan politik uang, yang membuatnya dikecam karena dianggap memanfaatkan posisi dan pengaruhnya.
Banyak yang mengkritik motif di balik tindakan Miftah, menilai bahwa pembagian uangnya berpotensi merusak integritas pemilu.
Namun, Miftah berkelit bahwa kegiatan tersebut adalah sedekah dan bukan uang politik. Kendati demikian, penjelasan ini tidak menghentikan spekulasi dan kritik yang terus berdatangan.
4. Dakwah di gereja
Sebelumnya, Miftah Maulana juga tersandung masalah atas keputusannya untuk berdakwah di Gereja Bethel Indonesia (GBI) pada 2021 silam. Tindakannya ini memicu perdebatan tentang toleransi beragama dan etika dalam berdakwah. Banyak yang mengecamnya karena menganggap bahwa tindakan ini melanggar norma-norma yang ada.
Baca Juga:Buntut Video Kontroversi Muncul Petisi Copot Miftah Maulana Dari Jabatan Utusan Khusus Presiden
5. Dakwah di kelab malam
Miftah juga pernah mengungkapkan pandangannya bahwa dakwah dapat dilakukan di tempat yang tidak biasa, termasuk kelab malam. Pernyataan ini menyebabkan kemarahan di kalangan masyarakat yang merasa cara tersebut merendahkan nilai-nilai keagamaan.
6. Membandingkan speaker masjid dan dangdutan
Miftah pernah membuat pernyataan kontroversial saat membandingkan larangan penggunaan speaker masjid untuk tadarus Al-Qur'an dengan acara dangdutan.
Pernyataan ini memicu kemarahan di kalangan masyarakat yang menganggap bahwa mengaitkan dua hal yang teramat berbeda itu adalah hal yang tak pantas. Miftah juga dianggap tak sensitif terhadap budaya dan agama.
7. Hina pendakwah lain
Pada 2022, Miftah mengadakan pagelaran wayang di kediamannya di Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, Yogyakarta.
Dalam kegiatan tersebut, terjadi kegaduhan akibat Miftah yang dituding menghina Ustadz Khalid Basalamah. Kericuhan ini berakhir dengan permintaan maaf yang disampaikan oleh Miftah.
8. Sebut PKS partai wahabi
Miftah sempat menciptakan polemik saat menyebut Partai keadilan Sejahtera (PKS) sebagai partai wahabi. Hal itu disampaikannya dalam ceramah saat bekampanye di Lampung pada Januari 2024.
Saat itu, Miftah mengungkapkan kesangsiannya terhadap kerja sama antara Nahdlatul Ulama (NU) dengan PKS. Pernyataan Miftah itu sontak menuai kecaman dari kader dan pendukung PKS.
9. Lecehkan Yati Pesek
Belakangan, video lawas Miftah saat bertemu dengan seniman senior Yati Pesek kembali beredar. Dalam kesempatan itu, Miftah mengungkapkan rasa syukurnya karena tampang Yati Pesek yang "elek (jelek)". Menurut Miftah, jika Yati Pesek cantik, maka ia akan menjadi pekerja seks.
"Kulo niku bersyukur Bude Yati elek, milo dadi sinden, ayu dadi lonte to niki (Aku bersyukur Bude Yati itu jelek, makanya sinden kalau cantik jadi lonte," kata Miftah.
Tak sampai di situ, Miftah turut mengomentari tubuh Yati Pesek dan menyebut jika ia berpasangan dengan sang seniman, ia mungkin akan meninggal duluan gara-gara "susu kedaluwarsa".
