Advertisement

Profil Yati Pesek, Seniman Senior yang Tidak Terima Dihina oleh Miftah Maulana

06 December 2024 06:30 WIB

thumbnail-article

Sumber: Transmedia .

Penulis: Rusti Dian

Editor: Rusti Dian

Seniman senior Yati Pesek menjadi sorotan publik setelah insiden hinaan yang dilontarkan oleh Miftah Maulana dalam sebuah acara pagelaran seni. Lantas, siapakah Yati Pesek? Simak profilnya berikut ini!

Yati Pesek termasuk salah satu orang yang dihina oleh Miftah Maulana. Kala itu, mereka sedang terlibat dalam acara pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Warseno. Videonya menjadi viral setelah publik menggali kembali jejak digital kontroversi Miftah.

Dalam momen tersebut, Miftah mengeluarkan candaan yang dinilai merendahkan Yati Pesek. Pernyataan Miftah yang menyebut Yati sebagai "bajingan" dan mengklaim bahwa dia bersyukur Yati jelek agar tidak menjadi pelacur, langsung memicu reaksi negatif.

"Kula niki bersyukur Bude Yati elek. Nek ayu dadi lonte, to? (Saya bersyukur Bude Yati jelek. Kalau ayu jadi pelacur kan?)” ujar Miftah.

Yati Pesek yang merasa terhina tidak tinggal diam. Ia mengungkapkan ketidakpuasannya dengan nada tegas, menegaskan bahwa Miftah tidak pantas memberikan komentar seperti itu.

"Saiki kok dadi suarane koyo ngono. Oh untung Gus, saiki sampeyan ora dadi ustad, ora kiai (Sekarang kok ngomongnya kayak gitu. Oh untung Gus, sekarang di sini kamu bukan ustad, bukan kiai)," jawab Yati.

Insiden ini memicu dampak sosial yang signifikan. Banyak pengguna media sosial mengekspresikan kemarahan mereka terhadap Miftah. Mereka menilai candaan yang dilontarkannya tidak pantas bagi seorang yang disebut sebagai pemuka agama.

Profil Yati Pesek

Suyati alias Yati Pesek lahir pada 8 Agustus 1952. Ia menjadi salah satu sosok seniman yang dihormati di Indonesia.

Ia berasal dari keluarga seniman, dengan ayah yang merupakan seorang seniman karawitan dan ibu sebagai penari. Hal ini memungkinkan ia mengembangkan bakat seninya sejak usia dini.

Pengaruh orang tua terhadap bakat seni Yati sangat besar. Tradisi seni dalam keluarganya menarik Yati untuk terjun lebih dalam ke dunia seni.

Karier seni Yati dimulai pada usia tujuh tahun saat ia belajar menari. Ia kemudian menjalani karier profesional dengan bergabung pada kelompok wayang orang Jati Mulya, dan terus berkembang hingga mendirikan nama di dunia pertunjukan.

Yati telah tampil dalam berbagai macam pertunjukan. Yati membuktikan dirinya melalui berbagai pertunjukan dan kolaborasi dengan para maestro di bidangnya. Hal ini menjadikannya salah satu pesinden terkemuka di Indonesia.

Jejak Karier Yati Pesek

Yati Pesek dikenal luas sebagai pesinden dan pelawak. Ia telah tampil dalam ribuan pertunjukan dan menjadi wajah dari banyak program seni. Keberadaan Yati dalam berbagai pementasan di Yogyakarta menunjukkan dedikasinya terhadap seni pertunjukan Jawa.

Selain penampilannya di panggung, Yati Pesek juga berkarier di dunia akting film. Ia telah membintangi sejumlah film populer, termasuk Ngebut Kawin dan Yowis Ben 3.

Karya-karya ini menunjukkan bahwa kemampuannya tidak hanya terbatas pada pertunjukan langsung, melainkan juga berhasil menjangkau penonton lebih luas melalui layar lebar.

Kontribusi Yati Pesek selama lebih dari lima dekade dalam seni pertunjukan dan film membuatnya dihormati sebagai seorang pelancong di dunia seni. Reputasinya sebagai seniman terkemuka pun tak terbantahkan.

Respons dari Masyarakat

Video insiden hinaan yang melibatkan Yati Pesek dan Miftah Maulana segera menjadi viral di media sosial.

Banyak netizen mengekspresikan simpatinya terhadap Yati dan mencela tindakan Miftah. Berbagai komentar menyatakan bahwa tindakan tersebut mencerminkan kurangnya rasa hormat terhadap para seniman senior.

Sejumlah tokoh publik, termasuk mantan Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo, juga menanggapi insiden tersebut. Ia mengungkapkan rating negatif terhadap Miftah.

Ucapan yang dilontarkan Miftah kepada Yati Pesek menunjukkan karakter yang tidak pantas untuk seorang pemuka agama. Miftah Maulana dianggap telah melampaui batas. Banyak yang mempertanyakan integritas dan kehormatan moralnya setelah video tersebut beredar.

Secara keseluruhan, insiden ini menciptakan gelombang reaksi yang menunjukkan pentingnya menghargai nilai-nilai seni dan menghormati sesama manusia di dunia hiburan.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement