Di Balik PHK Massal Perusahaan Digital Dunia

18 November 2022 07:48

Narasi TV

Ilustrasi - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). (ANTARA)

Penulis: Rahma Arifa

Editor: Akbar Wijaya

Amazon umumkan PHK 10.000 karyawan. Kabar ini menambah daftar PHK massa di perusahaan teknologi seperti Meta, Twitter, Microsoft dan Snap.

Gelombang PHK juga terjadi di Asia. Di Indonesia, PHK menjadi strategi bertahan bagi plaform e-commerce JD.ID, Lummo, dan LinkAja. Sedangkan, Sea Ltd, perusahaan asal Singapura yang membawahi Shopee, melepaskan sebanyak 7,000 karyawan di tahun 2022. 

Tracker PHK TrueUp mencatat total jumlah PHK di bulan November 2022 saja telah mencapai lebih dari 48.000 karyawan.

Faktor Pemicu PHK Massal

Recovery ekonomi setelah pandemik COVID-19 disebut-sebut sebagai alasan. Dengan segala pembatasan kegiatan yang berlangsung sepanjang 2019-2021, perusahaan teknologi dan industri e-commerce diuntungkan oleh tumpahan aktivitas penggunaan sosial media.

Selain itu, belanja online menjadi satu-satunya pilihan yang pada akhirnya menaikkan penggunaan bagi perusahaan seperti Amazon dan Shopee.

Dengan demand yang begitu tinggi, banyak dari perusahaan yang mengira pertumbuhan tersebut sebagai sesuatu yang permanen. Oleh karena itu, perusahaan menaikkan jumlah karyawan untuk mengakomodasi tren yang begitu tinggi.

Meta, contohnya, menambah 15,000 pekerja tambahan hanya dalam 6 bulan pertama tahun 2022. Selain itu, Shopee mencatat rekor tertinggi yang mencapai 2 miliar item penjualan pada periode “11.11”.

“Saya membuat keputusan untuk menaikkan investasi secara signifikan. Namun, hal ini tidak berjalan sesuai ekspektasi saya” ujar Mark Zuckerberg, Chief Excecutive dari Meta, dikutip oleh dalam surat terbuka kepada karyawannya (9/11/22).

Hal yang sama juga dikatakan oleh mantan CEO Twitter, Jack Dorsey. Dorsey memohon maaf atas keputusan yang merugikan banyak karyawannya.

“Saya paham bahwa banyak yang marah terhadap saya. Saya bertanggung jawab atas alasan mengapa semua orang ada dalam situasi ini. Saya mengembangkan ukuran perusahaan terlalu cepat. Saya mohon maaf untuk itu.” Cuit Dorsey dalam akunnya @jack .

Meta melepaskan 11,000 pekerja atau sekitar 13% dari total jumlah pekerja mereka. Sedangkan Shopee memutuskan penutupan cabang di India dan Perancis, 5 bulan setelah launching di region tersebut.

Jatuhnya pemasukan bukan hanya disebabkan oleh berakhirnya tren pengguna masa pandemik. Pasalnya, banyak revenue iklan yang berkurang. Padahal, iklan menjadi sumber pemasukan terbesar bagi platform media sosial seperti Meta, Youtube, Instagram dan Twitter.

Microsoft, misalnya, mengalami pengurangan pemasukan dari iklan. Kerugian tersebut ditaksir lebih dari 100 juta USD dari perushaan anak Microsoft, LinkedIn. 

Terlebih, keamanan data tengah menjadi perdebatan bagi pengguna. Pihak pengiklan juga kerap mendapat perlawanan tentang praktik iklan yang terasa intrusif.

Efeknya, perusahaan perangkat seperti Apple mengenakan kebijakan yang berimbas pada berkurangnya iklan. Misalnya, Apple mempersulit pelacakan dan pengumpulan data aktivitas pengguna. Akibatnya, perusahaan lebih sulit untuk menjual data kepada pengiklan.

Penurunan pemasukan juga menjadi dampak langsung dari ketidakpastian kondisi ekonomi dunia yang tidak menentu. Inflasi, penurunan belanja konsumen dan naiknya suku bunga berdampak pada turunnya harga saham perusahaan. 

“Seperti yang diketahui, kita sedang mengalami makro-ekonomi yang tidak biasa dan tidak stabil. Dengan ini, kami telah bekerja beberapa bulan lalu untukmemprioritaskan elemen perusahaan apa yang paling penting bagi konsumen dan bisnis.. Sebagai konsekuensi dari keputusa ini, terdapat beberapa posisi yang tidak lagi dibutuhkan.” tulis Dave Limp, Wakil Presiden Senior dari divisi Device and Services Amazon dalam team update yang diunggah ke website Amazon.

Kondisi ekonomi ini bukan hanya menjadi tekanan bagi perusahaan yang mengalami PHK. Apple, misalnya, memutuskan hiring freeze atau pemberhentikan pembukaan lowongan kerja sampai ekonomi dunia bisa terbilang lebih stabil. 

Kenaikan suku bunga meningkatkan pengeluaran perusahaan dalam modal dan operasi bisnis. Terlebih dengan ancaman resesi yang telah menjadi proyeksi dalam tahun mendatang. Efeknya, ekspektasi return atau ekspektasi keuntungan memburuk dan membuat investor enggan untuk menyuntik dana pada banyak perusahaan.

VIDEO TERKAIT

03:25

Badai PHK Startup: Bagaimana Cara Hadapi Layoff Anxiety?

NARASI ACADEMY

Content Production
Bikin Video Estetik Tanpa Modal Untuk Investasimu

Sumber penghasilan dari seorang content creator cukup menjanjikan lho, asal kamu harus konsisten untuk menciptakan konten kreatif yang berkualitas. Yuk investasi untuk jadi content creator profesional tanpa modal! Pelajari proses produksi konten secara menyeluruh, memberikan mood hingga menciptakan konten video agar terlihat lebih estetik.

Kelas Online
Content Production
Jadi Content Creator Nggak Pakai Repot

Belakangan ini, content creator menjadi salah satu profesi yang mengasyikan dan menjanjikan! Tapi, kamu harus punya mental yang kuat, memahami esensi, dan bersikap visioner dalam membuat konten. Pada kelas kali ini, Narasi Academy akan akan membantumu agar memiliki kemampuan tersebut, dengan dibimbing oleh narasumber profesional!

Kelas Online
Journalism
Cara Asyik Belajar Jurnalistik

Aksesibilitas informasi membuat semua orang berlomba-lomba menjadi seorang Jurnalis instan! Tapi, gimana ya caranya biar tetap kredibel, bertanggung jawab dan cekatan? Pelajari ilmu jurnalistik dengan cara yang asyik langsung dari pakarnya dengan mempelajari proses pembuatan berita mulai dari wawancara, pengolahan data hingga penyiaran!

Kelas Online
Journalism
Jurnalisme Investigasi Ala Narasi: Sajikan Fakta & Data

Saatnya ambil peran dengan menjadi pelopor berita investigatif dengan menyajikan informasi yang kredibel, informatif dan mendalam! Pelajari treatment khusus dalam mengemas serta melakukan kurasi berita dengan menyajikan fakta serta data dengan metode storytelling. Daftarkan dirimu di kelas “Jurnalisme Investigasi Ala Narasi: Sajikan Fakta & Data”.

Kelas Online
Content Production
Rahasia Storytelling Keren, Bikin Konten Makin Beken

Kamu adalah calon content creator professional! Kunci utamanya adalah, menyajikan cerita yang kuat dan mampu membangun emosi dengan audience. Karena itu, kamu harus belajar mengenai storytelling & copywriting untuk mengembangkan ide kreatif! Jangan lewatkan kesempatannya, segera daftarkan dirimu di kelas Narasi Academy kali ini.

Kelas Online
Journalism
KILAT (Kelas Intensif Ilmu Data & Jurnalistik)

Kamu bisa jadi inovator dalam menyebarkan berita yang berkualitas dan kredibel! Caranya dengan menjadi citizen journalism. Setelah mengetahui dasar-dasar ilmu jurnalistik, sekarang kamu mampu mengemas & memproduksi sebuah berita. Pentingnya penyampaian informasi serta mencari point of view yang tepat juga kamu pelajari di kelas kali ini.

Kelas Online

TERPOPULER

KOMENTAR

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya