Pertamina memastikan bahwa Pertamax yang dijual di seluruh SPBU di Indonesia memenuhi spesifikasi yang ditetapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Produk Pertamax tersebut memiliki bilangan oktana riset (RON) 92, yang sesuai dengan standar Migas.
Spesifikasi Pertamax mengharuskan BBM tersebut mengandung bilangan oktana RON 92 dengan berbagai parameter kualitas lainnya. Kandungan sulfur dan timbal dalam Pertamax juga dibatasi untuk memastikan bahwa produk ini ramah lingkungan serta aman digunakan.
Karakteristik fisik dan kimia Pertamax diatur sedemikian rupa agar memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Selain itu, pertamina menetapkan berbagai batasan untuk kandungan bahan kimia lain seperti benzena dan fosfor, untuk memastikan kualitas yang terjaga.
Dengan standar yang ketat ini, Pertamina berupaya menjaga kualitas produk tetap tinggi dan terpercaya di mata konsumen. Keseriusan memperhatikan spesifikasi produk kian penting di tengah masalah yang melibatkan dugaan korupsi yang mencoreng reputasi perusahaan. Masyarakat pun dihimbau untuk tidak perlu khawatir ketika membeli BBM jenis Pertamax di terminal Pertamina karena telah sesuai dengan ketentuan pemerintah.
Baca Juga:Tanggapi Isu BBM Oplosan: Pertamina Pastikan Kualitas Pertamax Sesuai Spesifikasi Di Pasaran
Bedah Spesifikasi Pertamax Ron 92
Spesifikasi BBM Pertamina, khususnya Pertamax, telah diatur oleh SK Dirjen Migas No. 179.K/10/DJM.S/2019. Penjelasan lengkap spesifiksinya yang dikutip dari dokumen Pertamina "Spesifikasi Produk BBM, BBN, dan LPG" adalah sebagai berikut:
- Mengandung bilangan Oktana Riset (RON): 92
- Stabilitas oksidasi: Minimal 480 menit
- Kandungan Sulfur: Maksimal 0,05 persen m/m
- Kandungan Timbal (Pb): 0,013 g/l
- Kandungan Fosfor: 0
- Kandungan Logam: 0
- Kandungan Silikon: 0
- Kandungan Oksigen: 2,7 persen m/m
- Kandungan Aromatik: Maksimal 50 persen v/v
- Kandungan Benzena: Maksimal 5,0 persen v/v
- 10 persen Vol Penguapan: Maksimal 70 derajat Celsius
- 50 persen Vol Penguapan: 77-110 derajat Celsius
- 90 persen Vol Penguapan: 130-180 derajat Celsius
- Titik didih: 215 derajat Celsius
- Residu: 2 persen vol
- Sedimen: Maksimal 1 mg/100 ml
- Unwashed Gum: Maksimal 70 mg/100 ml
- Washed Gum: Maksimal 5 mg/100 ml
- Tekanan Uap: 45-60 kPa
- Berat jenis: 715-770 kg/m kubik
- Korosi bilah tembaga: kelas 1 merit
- Sulfur Mercaptan: Maksimal 0,002 persen massa
- Penampilan visual: Jernih dan terang
- Warna: Biru
- Kandungan pewarna: Maksimal 0,13 g/100 l
Baca Juga:Pertamina Bantah Isu Oplos Pertalite Jadi Pertamax Buntut Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah
