Pernikahan pada dasarnya tidak hanya tentang bersatunya dua individu, namun juga menyatukan kedua keluarga, oleh karenanya sebuah hubungan tak selalu mudah mendapatkan restu calon mertua.
Sebagai seorang muslim, cara terbaik untuk mengatasi ketiadaan restu adalah berupaya mendapatkan hati calon mertua, sekaligus berdoa kepada Allah Swt. agar diberi kemudahan.
Dalam Islam sendiri, pernikahan membuat hubungan antara mertua dan menantu harus dipahami sebagai hubungan orang tua dan anak kandungnya, bukan dua orang yang tak ada hubungannya.
Terlebih, setelah menikah, status mertua akan menjadi mahram bagi menantunya, hal ini menunjukkan bagaimna Islam menjelaskan hubungan dekat antara seorang menantu dengan mertuanya.
Doa agar calon mertua merestui hubungan kita
Jika kamu merasa khawatir akan restu calon mertua saat hendak membina hubungan rumah tangga, kamu bisa mengamalkan doa berikut:
اللهما تقبل ، وتوباتيل وجسيل حوباتي ، وعجيب دعواتي ، وتسابط حجاتي ، وسديد ليزاني ، وهدي قلبي ، ووصل سخيماتا شادري
Allahumma taqabbal taubatil waghsil haubatii, wa ajib da’watii, wa tsabbit hujjatii, wa saddid lisaanii, wahdi qalbii, waslul sakhiimata shadrii.
Artinya: Ya Allah, terimalah taubatku, hilangkan rasa khawatirku, jawablah doaku, teruskan ucapan benarku, arahkan hatiku kepada hidayah-Mu, dan lenyapkan kedengkian yang menyelubungi dadaku.
Doa agar disayang calon mertua
Tak hanya doa di atas, doa berikut ini juga dapat diamalkan ketika mendapati respons yang tidak positif dari calon mertua:
اللهم إنك أنت العزيز الكبير، وأنا عبدك الضعيف الذليل، الذي لا حول ولا قوة إلا بك. اللهم سخر لي... (...) كما سخرت فرعون لموسى، وليّن قلبه كما ليّنت الحديد لداود، فإنه لا ينطق إلا بإذنك، نشيطه في قبضتك، وقلبه في يدك، جل وجهك يا أرحم الراحمين.
Allaahumma innaka antal azizul kabir. Wa anaa abduka adhdhoiifudzdzaliil. Alladzii laa haula wa laa quwwata illaa bika. Allaahumma sakhkhir lii ... (sebut nama orang dimaksud) kama sakhkhorta firauna li musa. Wa layyin li qolbahuu kama layyantalhadiida li dawuda. Fa innahu la yantiqu illa bi idznika. Nashiyatuhuu fii qobdhatika. Wa qolbuhuu fi yadiKka. Jalla tsanau wajhik. ya arkhamar rakhimiin.
Artinya: “Ya Allah, sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan aku hamba-Mu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan keculi karena Engkau. Ya Allah, tundukkanlah... (sebut nama orang yang dimaksud) padaku, sebagaimana Engkau telah menundukkan Fir'aun pada Musa as. Dan luluhkan hatinya untukku, sebagaimana Engkau telah meluluhkan besi untuk Daud as. Karena sungguh dia takkan berbicara kecuali dengan izin-Mu. Ubu-ubunnya dalam genggaman-Mu, dan hatinya di tangan-Mu. Pujian wajah-Mu telah Agung, wahai yang lebih sayang para penyayang.
