Ketika disakiti oleh orang lain, sebagai seorang Muslim, kita dapat membalasnya berdoa agar orang tersebut menyesal di kemudian hari. Dalam hal ini, balas dendam dengan balik menyakiti orang tidak dianjurkan oleh Islam.
Alih-alih berbalas dendam, Islam mengajarkan untuk membalas orang menyakiti kita dengan kebaikan, misalnya dengan membaca doa. Hal ini sesuai firman Allah Swt. dalam surah Fushilat ayat 34 berikut:
ٱدْفَعْ بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ فَإِذَا ٱلَّذِى بَيْنَكَ وَبَيْنَهُۥ عَدَٰوَةٌ كَأَنَّهُۥ وَلِىٌّ حَمِيمٌ
Artinya: “Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (Q.S. Fushilat: 34)
Tidak hanya itu, anjuran membalas perangai tak menyenangkan dengan doa juga merupakan peringatan bagi manusia agar tidak mudah menyakiti orang lain. Terlebih, pada era digital, ketika semua aktivitas—baik yang terpuji maupun tidak—lebih mudah dilakukan.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra., Rasulullah saw. mengingatkan pada setiap umatnya agar tak menzalimi orang lain.
Tak hanya karena berbuat zalim kepada orang lain adalah perbuatan tercela, namun Rasulullah juga menjelaskan bahwa doa orang yang terzalimi adalah doa yang mustajab, sedang kita tak akan tahu apa yang ia doakan.
وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ الله حِجَابٌ
Artinya: “Dan berhati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada penghalang antara doanya dengan Allah Swt.” (HR. Bukhari-Muslim)
Oleh karena itu, sebagai seorang muslim hendaknya tidak berbuat zalim kepada sesama makhluk Allah, baik berupa tindakan maupun ucapan. Dalam Al-Qur’an surah Ibrahim ayat 42 berikut, sekecil apapun tindak kezaliman pasti akan terbalaskan.
وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ
Artinya: “Dan janganlah sekali-kali engkau menyangka Allah lalai dari apa yang dilakukan oleh orang-orang yang berbuat zalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari di mana pandangan-pandangan terbelalak.”
Doa agar orang yang menyakiti kita menyesal
Doa pertama yang dapat diamalkan adalah doa Nabi Musa as. ketika berhadapan dengan Firaun yang keji. Doa tersebut berbunyi:
رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Rabbi najjini minal qaumidhalimin.
Artinya: "Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim."
Doa agar orang yang menyakiti kita menyesal lainnya
Selain doa di atas, doa berikut ini juga dapat diamalkan ketika kita disakiti oleh orang lain:
حسبي الله لديني حسبي الله لدنياي حسبي الله لمن أهمين حسبي الله لمن بفاعلي حسبي الله لمن كادني بشؤءولاحول ولاقوة الابالله
Hasbiyallahu lidiini, hasbiyallahu lidunyaa, hasbiyallahu liman ahammanii, hasbiyallaahu liman baghaa 'alayya, hasbiyallahu liman kaada nii bisuu-in walaa haula walaa quwwata illaa billah.
Artinya: "Cukuplah Allah (penolong) bagi agamaku, cukuplah Allah (penolong) bagi duniaku, cukuplah Allah (penolongku) terhadap sesuatu yang menyusahkanku, cukuplah Allah (penolongku) terhadap orang yang menganiayaku. Cukuplah Allah (penolongku) terhadap orang yang ingin berbuat jahat kepadaku, tak ada daya dan kekuatan selain dengan pertolongan Allah.”
