Advertisement

Masih Teringat Mantan? Ini Doa Melupakan Seseorang yang Kita Cintai

28 July 2024 09:31 WIB

thumbnail-article

Ilustrasi berdoa. (Sumber: Pexels/Monstera Production) .

Penulis: Elok Nuri

Editor: Rizal Amril

Melupakan seseorang yang kita cintai bukanlah perkara mudah, terlebih ia memiliki banyak peran dan ada di banyak memori indah dalam hidup kita. Tapi kamu tak perlu khawatir, Islam mengajarkan untuk membaca doa melupakan seseorang yang kita cintai.

Selain berikhtiar dengan banyak cara, seperti menghapus kenangan foto atau pergi berlibur, melupakan orang yang kita cintai juga butuh bantuan doa kepada Allah Swt. 

Lambat laun, dengan ikhtiar dan bantuan doa ini, maka kenangan dan rasa sakit di masa lalu akan memudar dengan sendirinya.

Terlebih lagi, Allah Swt. memiliki kekuatan yang lebih dari cukup untuk membolak-balikkan hati manusia, mengarahkan hati manusia sesuai dengan kehendak-Nya.

Sebagaimana dijelaskan Rasulullah saw. dalam sebuah hadis:

عن عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما أنه سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم ، يقول: «إنَّ قلوبَ بني آدم كلَّها بين إصبعين من أصابعِ الرحَّمن، كقلبٍ واحدٍ، يُصَرِّفُه حيث يشاء» ثم قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «اللهم مُصَرِّفَ القلوبِ صَرِّفْ قلوبَنا على طاعتك

Artinya: “Dari Abdullah bin Amru bin Al-'Āṣ ra., ia mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya hati anak-anak Adam itu seluruhnya ada di antara dua jari-jari Allah Yang Maha Pengasih seperti satu hati. Dia memalingkannya ke arah yang dikehendaki-Nya." Selanjutnya Rasulullah saw. bersabda, "Ya Allah, Żat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami atas ketaatan-Mu."

Oleh karena itu, saat kita merasa kesulitan untuk mengendalikan hati yang dilanda gundah gulana, maka pasrahkanlah kepada Zat yang bisa mengubahnya, yakni Allah Swt.

Doa melupakan seseorang yang kita cintai menurut Rasulullah

  يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ   

Yâ muqallibal qulûb tsabbit qalbî ‘alâ dînika.    

Artinya: “Wahai Zat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR al-Nasai’)

Setelah berdoa itu, Rasulullah saw. menyambungnya dengan doa dari Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 8:

 رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ   

Rabbanâ lâ tuzigh qulûbanâ ba‘da idz hadaitanâ wahablanâ min ladunka rahmatan innaka anta-l-wahhâb.

Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha-Pemberi karunia.” (Ali ‘Imran [3]: 8)

Doa mengikhlaskan orang yang kita cintai

وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ ۖ كُلَّمَا رُزِقُوا۟ مِنْهَا مِن ثَمَرَةٍ رِّزْقًا ۙ قَالُوا۟ هَٰذَا ٱلَّذِى رُزِقْنَا مِن قَبْلُ ۖ وَأُتُوا۟ بِهِۦ مُتَشَٰبِهًا ۖ وَلَهُمْ فِيهَآ أَزْوَٰجٌ مُّطَهَّرَةٌ ۖ وَهُمْ فِيهَا خَٰلِدُون

Wa basysyirillażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti anna lahum jannātin tajrī min taḥtihal-an-hār, kullamā ruziqụ min-hā min ṡamaratir rizqang qālụ hāżallażī ruziqnā ming qablu wa utụ bihī mutasyābihā, wa lahum fīhā azwājum muṭahharatuw wa hum fīhā khālidụn.

Artinya: "Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman serta berbuat baik, bahwa kepada mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiapnya diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al Baqarah:25)

Doa meminta ketenangan hati

 اَللَّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَاَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَاَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَاَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّ جَالِ

Allahumma inni a’uuzubika minal hammi wal hazan. wa a’udzubika minal ajzi wal kasali, wa a’udzubika minal jubni wal bukhli, wa a’udzubika min ghalabatid daini wa qahrir rijaal.

Artinya: “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih serta duka cita ataupun kecemasan, dari rasa lemah serta kelemahan, dari kebakhilan serta sifat pengecut, dan beban utang serta tekanan orang-orang jahat.”

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement