Siapakah yang tidak menginginkan surga? Bagi orang yang beragama tentu menginginkan akhir kehidupan berupa surga. Dalam Islam, orang yang mendapatkan surga adalah orang yang menjalankan amal saleh, seperti misalnya rajin berdoa.
Dalam ajaran Islam, terdapat doa yang memang khusus diperuntukkan bagi muslim yang menginginkan surga.
Namun, tentu saja, doa merupakan bagian dari ikhtiar untuk meraih surga, selain menjalankan setiap perintah Allah Swt. dan menjauhi larangan-Nya.
Bagi setiap muslim, surga merupakan tempat akhir yang diidam-idamkan. Di tempat itulah segala jenis kenikmatan tersedia, sebagaimana dijelasakan Rasulullah saw. dalam sebuah hadis berikut:
لَبِنَةُ ذَهَبٍ وَلَبِنَةُ فِضَّةٍ وَمِلَاطُهَا الْمِسْكُ الْأَذْفَرُ وَحَصْبَاؤُهَا اللُّؤْلُؤُ وَالْيَاقُوتُ وَتُرَابُهَا الزَّعْفَرَانُ مَنْ يَدْخُلُهَا يَنْعَمُ وَلَا يَبْأَسُ وَيَخْلُدُ وَلَا يَمُوتُ لَا تَبْلَى ثِيَابُهُ وَلَا يَفْنَى شَبَابُهُ [أخرجه أحمد]
Artinya: "Batu batanya terbuat dari emas dan perak, semennya dari dari minyak misk yang wangi, kerikilnya dari permata dan yaqut, tanahnya dari za'faran, barang siapa yang masuk dia akan mendapat kenikmatan yang tidak pernah kosong, kekal tidak pernah mati, pakaianya tidak pernah rusak, selalu dalam usia muda." (HR Ahmad 13/410 no: 8043).
Bacaan doa meminta surga
Dalam Islam, terdapat sebuah amalan doa khusus yang bisa dipanjatkan sebagai salah satu ikhtiar meraih surga. Doa tersebut adalah sebagai berikut:
قل اللهم مَلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاءُ وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ تُولِجُ الَّيلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي الَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَى وَتَرْزُقُ مَن تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Qulillaahumma maalikal mulki tu'til mulka man tasyaa-u watanzi'ul mulka mim man tasyaa-u wa tu'izzu man tasyaa-u wa tudzillu man tasyaa-u biyadikal khairu innaka 'alaa kulli syai-in qadiir. Tuulijul laila fin nahaari wa tuulijun nahaara fil laili wa tukhrijul hayya minal mayyiti wa tukhrijul mayyita minal hayyi wa tarzuqu man tasyaa-u bighairi hisaab.
Artinya: "Katakanlah, 'Wahai Tuhan yang memiliki kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerjaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mu lah segala kebajikan. Sesungguhnya masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab.'" (QS Ali Imran ayat 26-27)
Tiga kunci masuk surga
Meskipun berisi permohonan untuk diberikan surga oleh Allah Swt., doa di atas bukan satu-satunya amalan yang bisa membuat seseorang dimasukkan ke dalam surga.
Karena penentuan masuk/tidaknya seseorang ke dalam surga adalah hak mutlak yang dimiliki Allah Swt., maka kita sebagai manusia hanya bisa berupaya.
Mengutip dari laman web NU Online, Rasulullah saw. pernah memberikan petunjuk bagi kaumnya tentang bagaimana kita seharusnya berusaha untuk meraih surga.
Menurut Rasulullah saw., terdapat tidak kunci utama masuk surga. Ketiga kunci tersebut adalah sebagai berikut.
Pertama, bersaksi tiada Tuhan selain Allah Swt., alias beriman. Dalam hadis berikut ini, Rasulullah saw. menekankan pentingnya syahadat dalam penentuan seseorang masuk atau tidak dalam surga.
مِفْتَاحُ اْلجَنَّةِ شَهَادَةٌ أَنْ لَا إِلهَ إلَّا الله
Artinya: "Pembuka (pintu) surga adalah kalimat syahadat laa ilaaha illallah."
Kedua, menegakkan salat, baik yang bersifat wajib maupun sunah. Hal ini didasari pada hadis Rasulullah saw. sebagai berikut:
مِفْتَاحُ اْلجَنَّةِ اَلصّلَاةُ
Artinya: “Kunci surga adalah menegakkan salat.” (Dari Jabir bin Abdillah ra.)
Ketiga, mencintai fakir miskin dalam artian berupaya untuk membantu mereka dan berpihak pada proses pengentasan kemiskinan. Hal ini didasari oleh hadis Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam berikut::
وَمِفْتَاحُ اْلجَنَّةِ حُبُّ اْلمَسَاكِيْنِ وَاْلفُقَرَاءِ
Artinya: “Dan kunci surga adalah mencintai fakir-miskin.” (Dari Ibnu Umar ra.)
