Kendati perceraian adalah sesuatu yang tidak disukai oleh Allah Swt., namun tak sedikit pernikahan yang berakhir tidak bahagia dan harus diselesaikan dengan perceraian.
Dalam Islam sendiri, Allah Swt. tidak mengharamkan perceraian, meskipun hal tersebut tidak disukai oleh-Nya.
Kehidupan berkeluarga adalah kehidupan yang sangat dinamis, pertengkaran dan konflik adalah hal yang lumrah, namun terkadang banyak dari mereka yang memilih untuk bercerai.
Karena perceraian tidak disukai oleh Allah Swt., maka perceraian dalam Islam harus melalui usaha-usaha untuk membuat pasangan yang hampir bercerai untuk rujuk kembali sebelum benar-benar memutuskan bercerai.
Upaya tersebut dimaksudkan sebagai langkah untuk memastikan bahwa keputusan bercerai tidak berasal dari perasaan emosi sesaat belaka.
Doa Rasulullah saw. ketika dihadapkan dengan kasus perceraian
Melansir NU Online, Rasulullah saw. dijelaskan pernah suatu kali berjumpa dengan pasangan suami istri yang berada di ujung perceraian.
Dalam kisah yang diriwayatkan oleh Abu Ya'la tersebut, sahabat Jabir ra. diceritakan tengah menemani Nabi Muhammad saw. pergi ke sebuah pasar.
Ketika di pasar tersebut, Rasulullah saw. tiba-tiba didekati oleh seorang perempuan penunggang keledai. Kepada Rasulullah saw., ia hendak mengadukan suaminya. Perempuan itu ingin bercerai dari suaminya.
"Rasulullah, sungguh suamiku tidak pernah menyentuhku, maka ceraikan aku darinya," kata perempuan itu mengeluh.
Mendengar keluhan perempuan tersebut, Rasulullah saw. kemudian menyuruh suami si perempuan untuk mendatanginya.
Ketika sang suami menghadap Rasulullah saw., Nabi Muhammad bertanya mengapa pertikaian tersebut bisa terjadi.
"Apa yang terjadi di antara kalian? Istrimu telah mengadukan kekerasan hatimu, mengadukan bahwa dirimu tidak mau mendekatinya," tanya Rasulullah.
"Rasulullah, demi Allah Zat yang memuliakan dirimu, sungguh janjiku malam ini akan mendekatinya," ujar sang suami.
Mendengar hal tersebut, sang istri menangis dan tetap bersikukuh minta diceraikan.
"Bohong, ceraikan aku darinya. Ia adalah makhluk Allah yang paling membenciku," kata sang istri.
Dalam riwayat ini, Rasulullah tersenyum ketika mendengar perdebatan suami-istri tersebut.
Nabi Muhammad saw. kemudian memegang kepala suami-istri tersebut, mendekatkan keduanya, dan berdoa untuk keduanya dengan doa berikut:
اَللَّهُمَّ أَدْنِ كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِنْ صَاحِبِهِ
Artinya: “Ya Allah, dekatkanlah masing-masing orang ini dengan pasangannya.”
Setelah beberapa hari berlalu, Rasulullah saw. kembali bertemu dengan si perempuan yang minta diceraikan tersebut di pasar.
Ia kembali mendekati Rasulullah saw. dan berkata, "Demi Allah Zat yang mengutusmu dengan membawa kebenaran, tidak ada manusia yang diciptakan, selain dirimu sebagai utusan Allah, yang paling aku cintai daripada suamiku."
Doa agar pasangan tidak bercerai
Selain doa dalam riwayat di atas, terdapat beberapa doa lain yang dapat diamalkan oleh pasangan suami-istri agar tidak bercerai.
Doa-doa berikut ini dapat digunakan bagi pasangan suami-istri yang tengah menjalani hubungan yang buruk dengan pasangannya dan masih memiliki keraguan untuk bercerai.
1. Doa agar pasangan menjadi dekat saat menghadapi perceraian
اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا ، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا ، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ ، وَنَجِّنَا مِنْ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُلُوبِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعْمَتِكَ ، مُثْنِينَ بِهَا ، قَابِلِيهَا ، وَأَتِمَّهَا عَلَيْنَا
Allohumma allif baina qulubina wa ashlih zata bainina wahdina subulas salami wa najjina minadz dzulumati ilan nuri wa jannibnal fawahisya ma dzahara minha wama bathana wa barik lana fi asma’ina wa abshorina wa qulubina wa azwajina wa zurriyatina wa tub ‘alaina innaka antat tawwabur rohim waj’alna syakirina li ni’matika mutsnina biha qobiliha wa atimmaha ‘alaina.
Artinya: ”Ya Allah, pertautkanlah di antara hati kami, perbaikilah hubungan di antara kami, tunjukkan kami jalan kedamaian, selamatkan kami dari kegelapan menuju kepada terang, jauhkan kami dari semua keburukan, yang tampak maupun yang tidak tampak. Berkahilah kami dalam pendengaran kami, penglihatan kami, hati kami, istri dan keturunan kami. Terimalah taubat kami, Engkau yang maha penerima taubat dan maha penyayang. Jadikan kami orang-orang yang bersyukur pada nikmat-Mu, pemuji nikmat-Mu, penerima nikmat-Mu, dan sempurnakanlah nikmat-Mu kepada kami.”
2. Doa dijauhkan dari perceraian
مَنْ جَاۤءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهٗ خَيْرٌ مِّنْهَاۚ وَمَنْ جَاۤءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى الَّذِيْنَ عَمِلُوا السَّيِّاٰتِ اِلَّا مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Man'jaa'a bil hasanati falahuu khoirumminha wa man'jaa'a bissay'aatii fala yuj'zaallaziina 'amilussayi'aati illa maa kaanu ya'malun.
Artinya: "Barang siapa yang datang membawa amal baik (pada hari akhirat) maka baginya balasan yang lebih baik daripadanya. Dan barangsiapa yang datang membawa amal jahat, maka mereka yang melakukan kejahatan tidak dibalas melainkan dengan apa yang mereka kerjakan."
3. Doa diberikan kasih sayang antar pasangan
وَاَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِّنِّيْ ەۚ وَلِتُصْنَعَ عَلٰى عَيْنِيْ ۘ
Wa'alqaitu alaika mahabbatamminnii walitushna'a alaa ainii.
Artinya: "Dan Aku telah tanamkan dari kemurahan-Ku perasaan kasih sayang orang terhadapmu, dan supaya engkau dibela dan dipelihara dengan pengawasan-Ku."
