Bacaan Doa Tahiyat Akhir Lengkap Arab, Latin dan Terjemahan

13 Mei 2024 00:05 WIB

Narasi TV

Seorang pria salat di luar masjid al-Amin yang kosong saat salat Jumat ditangguhkan di Beirut, Lebanon, 20 Maret. REUTERS/Mohamed Azakir

Penulis: Elok Nuri

Editor: Rizal Amril

Doa tahiyat akhir menjadi salah satu rukun salat yang dilakukan oleh umat islam.

Dalam mazhab Imam Syafi’i, kalimat tahiyat akhir bahkan tidak boleh ditinggalkan. Dengan kata lain, doa tahiyat merupakan doa yang wajib dibaca ketika melaksanakan ibadah salat.

Rukun salat dibagi menjadi dua jenis yaitu rukun fi'li (perbuatan) dan rukun qauli (ucapan). Doa tahiyat akhir termasuk rukun qauli dalam sholat.

Doa tahiyat akhir dilafalkan setelah melakukan sujud kedua pada rakaat terakhir tiap salat, baik salat wajib maupun sunah.

Doa tahiyat akhir

Berikut ini merupakan doa tahiyat akhir dalam bahasa Arab beserta latin dan artinya.

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله. اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمّدْ وعلى آلِ  عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّد كَمَا صَلَّبْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلعَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى عَلَي سَيِّدِنَا آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد. اَلْلَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيْحِ الدَجَّالِ.

"Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibatul lillaah, Assalaamu’alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh, Assalaamu’alainaa wa’alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah, Waasyhadu anna Muhammadar rasuulullaah. Allahhumma shalli ‘alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad, kamaa shallaita 'alaa Ibraahim, wa 'alaa aali Ibraahim. Wabaarik ‘alaa Muhammad, wa 'alaa aali Muhammad, kamaa baarakta 'alaa Ibraahim, wa 'alaa aali Ibraahim. Fil 'aalamiina innaka hamiidum majiid. Allaahumma innii a'uudzubika min 'adzaabi jahannama wamin 'adzaabil qabri wamin fitnatil mahyaa wamamaati wamin fitnatil masiihid dajjaal."

Artinya : "Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah, salam, rahmat, dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang saleh-saleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. 

“Ya Allah! Limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad. Sebagaimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahkanlah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. 

“Di seluruh alam semesta, Engkaulah yang terpuji, dan Mahamulia. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa jahanam dan siksa kubur serta dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari kejahatan fitnahnya dajjal."

Posisi duduk tahiyat akhir yang benar

Duduk tahiyat akhir memiliki tata cara yang harus dipelajari dengan baik agar sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berikut ini adalah panduan cara duduk tahiyat akhir yang benar:

  1. Sujud Terakhir: Sebelum duduk tahiyat akhir, pastikan telah melakukan sujud terakhir dengan sempurna. Setelah itu, duduklah dengan kaki kanan ditegakkan, sedangkan kaki kiri diletakkan di bawahnya.

  2. Posisi Kaki: Saat duduk tahiyat akhir, letakkan kaki kanan tegak, sementara kaki kiri diletakkan di bawahnya, sehingga pangkal paha dan paha membentuk sudut 90 derajat.

  3. Berat Badan: Seimbangkan berat badan di antara kedua panggul. Hindari menekan terlalu kuat pada satu sisi, agar dudukannya tetap stabil.

  4. Posisi Tangan: Letakkan tangan kanan di atas paha kanan dengan jari-jari terbuka dan posisi relaks. Sementara itu, tangan kiri diletakkan di atas lutut kiri, juga dengan jari-jari terbuka dan santai.

  5. Pandangan Mata: Pandanglah ke arah jari-jari telunjuk tangan kanan dengan melipatnya ke arah ibu jari, sambil membaca doa tahiyat.

  6. Kontrol Napas: Saat duduk tahiyat akhir, kendalikan napas dengan tenang dan perlahan. Hal ini membantu untuk menjaga konsentrasi serta ketenangan dalam beribadah.

  7. Doa Tahiyat: Sambil duduk dengan benar, bacalah doa tahiyat dengan penuh khusyuk dan penghayatan. Doa ini merupakan kesempatan untuk berkomunikasi langsung dengan Allah SWT, maka bacalah dengan hati yang tulus dan khusyuk.

  8. Konsentrasi: Jagalah konsentrasi selama duduk tahiyat akhir. Jangan biarkan pikiran melayang ke hal-hal yang tidak relevan. Manfaatkan momen ini untuk merenungkan kebesaran Allah dan merenungkan makna dari doa yang dibaca.

  9. Kedudukan Badan: Pastikan posisi badan tetap tegak saat duduk tahiyat akhir. Hindari membungkuk atau melengkungkan punggung.

Dengan mempraktikkan tata cara duduk tahiyat akhir yang benar, kita dapat meningkatkan kualitas ibadah shalat kita. Semoga dengan melakukan ibadah dengan penuh kesadaran dan khusyuk, kita mendapatkan keberkahan serta keikhlasan dalam setiap amalan kita.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR