Elon Musk Cari Relawan untuk Tanam Chip di Otak

29 September 2023 11:09 WIB

Narasi TV

Logo Neuralink dan foto Elon Musk terlihat dalam ilustrasi yang diambil, 19 Desember 2022. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

Penulis: Moh. Afaf El Kurniawan

Editor: Rizal Amril

Neuralink, perusahaan yang dimiliki oleh Elon Musk, saat ini sedang mencari relawan untuk mengambil bagian dalam penelitian terbaru mereka.

Penelitian ini difokuskan pada pengujian pemasangan cip ke otak manusia sebagai bagian dari pengembangan teknologi neural yang sedang mereka kembangkan.

Untuk mencari relawan, Neuralink memiliki sejumlah kriteria tertentu yang harus dipenuhi. Mereka mencari individu yang menderita quadriplegia akibat cedera tulang belakang atau ALS, dan memiliki usia minimal 22 tahun.

Persyaratan tambahan adalah relawan harus memiliki pengasuh yang konsisten dan dapat diandalkan untuk mendukung mereka selama penelitian ini.

Para peserta penelitian diharapkan akan berpartisipasi selama periode 18 bulan. Selama periode ini, peneliti akan melakukan kunjungan sebanyak sembilan kali, dengan sesi antarmuka otak-komputer selama dua jam setiap minggu, dan lebih dari 20 kunjungan dalam rentang waktu lebih dari lima tahun.

Penelitian ini, yang dikenal dengan nama PRIME dari Neuralink, bertujuan untuk mendalami beberapa aspek teknologi yang mereka kembangkan. Salah satunya adalah perangkat otak-komputer dan implementasi implan N1.

Selain itu, penelitian juga akan mencakup pengujian robot bedah untuk memasang perangkat R1 dan mengembangkan perangkat lunak yang terhubung dengan N1 serta dapat menerjemahkan sinyal otak melalui aplikasi pengguna N1.

Penelitian ini bertujuan untuk membantu Neuralink menguji tingkat keamanan dan efektivitas teknologi yang mereka kembangkan, terutama dalam konteks pengendalian komputer dan perangkat lain melalui implan otak.

Penting untuk dicatat bahwa penelitian terbaru ini berfokus pada penderita quadriplegia dan bukan pada konsep-konsep yang telah diungkapkan oleh Elon Musk sebelumnya, seperti potensi telepati atau pengimbangan AI. Fokus penelitian adalah pada kemampuan mengendalikan komputer dan perangkat lainnya melalui implan otak.

Sebelumnya, Neuralink telah berhasil memperoleh izin uji coba pada manusia dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Izin ini dikeluarkan pada bulan Mei setelah melalui proses persetujuan yang panjang, dimulai dengan penolakan awal pada tahun 2022.

Hal ini menjadi tanda kemajuan Neuralink dalam mewujudkan teknologi neural yang inovatif. Diharapkan penelitian ini akan membuka jalan untuk pengembangan teknologi yang dapat memberikan manfaat besar bagi mereka yang menderita kelumpuhan.

Dalam pengembangan teknologi neural ini, Neuralink melihat potensi besar bagi teknologi implan otak dan antarmuka otak-komputer. Melalui penelitian ini, mereka berharap dapat memahami lebih lanjut tentang cara memanfaatkan potensi otak manusia untuk mengendalikan dan berinteraksi dengan berbagai perangkat dan teknologi.

Selain itu, dengan fokus pada penderita quadriplegia, penelitian ini dapat membuka jalan untuk solusi yang dapat meningkatkan kualitas hidup bagi mereka yang memiliki tantangan fisik dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR