Elon Musk Kasih Kode Keras, Bakal Cabut dari Tesla kalau Pengajuan Gaji Senilai Hampir Satu Kuadriliun Ditolak

10 Juni 2024 17:06 WIB

Narasi TV

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjabat tangan dengan CEO SpaceX dan Tesla, Elon Musk, di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum ke-10 Bali, Senin (20/5/2024). ANTARA/HO-Sekretariat Presiden

Penulis: Jay Akbar

Editor: Akbar Wijaya

Ikuti WA Channels & Google Berita Narasi Supaya kamu juga #JadiPaham di setiap momen yang ada di sekitarmu. 

***

Apa yang Terjadi?

CEO Tesla, Elon Musk, kabarnya bakal cabut dari perusahaan mobil listrik ini kalau para pemegang saham nggak setuju dengan paket gaji senilai 56 miliar dolar AS (sekitar Rp944 triliun). Menurut Ketua Dewan Komisaris Tesla, Robyn Denholm, ini bukan ancaman biasa.

Detailnya Gimana?

Dalam sebuah surat ke pemegang saham Tesla, Denholm, yang berasal dari Australia, bilang bahwa Musk punya banyak ide keren dan tempat lain buat bikin perubahan besar di dunia. Surat ini seperti kode keras buat pemegang saham bahwa kalau gaji Musk nggak disetujui, dia bisa aja pergi.

Flashback Dulu

Pada 2018, para pemegang saham Tesla udah setuju sama kesepakatan khusus. Intinya, Musk nggak dapet gaji tetap dari perusahaan, tapi dapat kompensasi berdasarkan pertumbuhan dan target pendapatan Tesla. Tapi, di awal 2024, hakim Delaware membatalkan kesepakatan ini karena nganggap Musk terlalu berpengaruh di dewan direksi.

Gimana Selanjutnya?

Jadi, paket gaji jumbo itu nggak lagi mengikat. Tapi kalau mayoritas pemegang saham setuju, bisa aja disetujui lagi. Tesla juga minta pemegang saham setuju buat pindahin kantor pusat dari Delaware yang bebas pajak ke Texas.

Apa Kata Robyn Denholm?

Denholm bilang kepemimpinan Musk udah bikin nilai perusahaan naik lebih dari 735 miliar USD (Rp11,9 kuadriliun). Dia minta pemegang saham tetap pegang janji 2018 buat mempertahankan Musk di Tesla.

“Menjunjung tinggi kesepakatan kita, dengan meratifikasi keputusan yang kita semua buat pada tahun 2018, lebih penting dari sebelumnya,” tulisnya dalam surat terbuka tersebut.

“Jika Tesla ingin mempertahankan perhatian Elon dan memotivasinya untuk terus mencurahkan waktu, energi, ambisi, dan visinya untuk memberikan hasil yang sebanding di masa depan, kami harus mempertahankan kesepakatan kami,” tambahnya.

Paket Gajinya Gimana?

Gajinya nggak dalam bentuk cash, tapi opsi saham yang harus dipertahankan Musk selama lima tahun. Denholm bilang ini bisa jadi insentif buat Musk biar terus ngasih nilai buat Tesla dan pemegang saham.

Isu Lainnya?

Meskipun Musk bilang nggak ada diskusi soal ini, pada Mei 2024, ada laporan yang nyebut bahwa mantan Presiden AS dan calon presiden Donald Trump udah dekati Musk buat jadi penasihat senior di Gedung Putih kalau Trump terpilih lagi November ini.

Jadi, bakal seru nih liat kelanjutannya. Akankah Elon Musk beneran cabut dari Tesla atau tetap bertahan? Let's wait and see!

Sumber: Antara

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR