Esai Foto: Ko Tang 86 Tahun Memangkas, Bertahan dari Tragedi 1998 hingga Gempuran Asgar

13 Mei 2024 18:05 WIB

Narasi TV

Pangkas rambut Kotang/ Juan Robin Narasi

Penulis: Juan Robin (Foto dan Teks)

Editor: Akbar Wijaya

Ini cerita tentang toko pangkas rambut tertua di Jakarta, Ko Tang yang terletak di Glodok, Jakarta Barat. Ko Tang berdiri sejak 1936, usaha pangkas rambut ini dilanjutkan dari satu generasi ke generasi berikutnya, secara turun-temurun. Para pemangkas yang semuanya senior, terus mencukur dengan giat, mempertahankan tradisi cukur Ko Tang.


Pi Cis sudah menjadi pemangkas rambut di Ko Tang sejak 1983. Kepada Narasi, Selasa (17/5/2022), ia bilang tidaklah mudah untuk bisa bekerja di toko pangkas rambut legendaris ini. Pi Cis belajar memangkas dari pamannya di Jember, Jawa Timur, pada 1976. Tak cuma cukur rambut, Pi Cis juga harus belajar teknik korek kuping selama bertahun-tahun.
Setelah menghabiskan waktu empat tahun di Jember, Pi Cis terjun terlebih dahulu ke Semarang, Jawa Tengah selama dua tahun, barulah ia diizinkan untuk turun langsung ke Jakarta pada 1983. Sehari-hari, Pi Cis mesti berlatih keras dengan gunting, pisau cukur, dan korek kuping.
Hampir 100 tahun berdiri, Ko Tang telah melewati berbagai peristiwa bersejarah. Kemerdekaan RI. Peristiwa G30S. Kerusuhan 1998. Namun, ia terus bertahan dan melawan tekanan zaman. Ko Tang menolak untuk kalah.
Sebagai toko pangkas rambut legendaris, Ko Tang terus merawat memori. Di sana, banyak alat yang sudah digunakan dari masa ke masa. Selama bisa digunakan, pasti dipakai. Namun, bukan berarti semuanya serba ‘jadul’. Pi Cis mengaku bahwa dirinya juga terus mengikuti zaman–agar tak kalah dengan para pencukur Garut. “Kami sering lihat-lihat YouTube, potongan model-model begini. Ya, kami turuti juga, bisa juga,” katanya.
Pi Cis mengaku bahwa Ko Tang mulai tergerus zaman dan kian tenggelam. Kini, banyak toko pangkas rambut yang menghadirkan jasa cukur dengan harga murah meriah. Namun, ia tetap membanggakan jasa Ko Tang yang tiada duanya dan sudah ada sejak puluhan tahun lalu: korek kuping.
Di tempat cukur biasa, pengunjung telentang saat rambutnya dicuci. Di Ko Tang, kepala pelanggan dibilas di wastafel dengan posisi menunduk, agar seluruh wajah ikut bersih. Metode khas ini terus dipertahankan sejak 1936.
Para pemangkas rambut Ko Tang sudah memasuki generasi ketiga. Pi Cis ingin terus melanjutkan usaha pangkas rambut ini, karena ayahnya dulu juga bekerja di Ko Tang. Layaknya keluarga, para pekerja pun terlihat hangat dan ramah. Mereka sudah bekerja selama puluhan tahun, bersama-sama.
Ko Tang sebetulnya sempat terkenal satu dekade ini, usai beberapa pejabat negara datang. “Katanya, sih, bawa hoki, lah. Kalau ke barbershop Ko Tang bawa hoki. Bisa naik jabatan,” ujar Pi Cis. Sebut saja Presiden Joko Widodo yang dulu cukur di Ko Tang saat masih menjadi Wali Kota Solo. Eh, ternyata Jokowi berhasil jadi Gubernur DKI Jakarta dan kini menjadi Presiden RI. Selain Jokowi, pernah hadir nama besar macam Sandiaga Uno, Djarot Saiful Hidayat, Haji Lulung, hingga Rizal Ramli.
Ko Tang banyak memamerkan foto dan arsip di masa lampau. Pelanggan Ko Tang masih ramai saat awal Pi Cis bekerja. Kini, toko semakin sepi. Mayoritas pelanggan adalah para tetua. Namun, berkat internet, Ko Tang bisa dikenal anak muda. Toko ini beberapa kali viral di YouTube–dan membuat anak muda datang langsung untuk mencoba korek kuping dan cukuran khas Ko Tang.
Pi Cis tak tahu pasti sampai kapan Ko Tang bisa berdiri. Katanya, tak ada lagi generasi penerus yang mau melanjutkan usaha ini. Anak-anaknya pun bekerja di bidang lain. Uniknya Pi Cis justru tak mau bila anaknya jadi pencukur. Ia sadar bahwa tak ada yang bisa hidup selamanya. Namun, tetap saja, Pi Cis mengaku akan sedih bila suatu saat Ko Tang tutup.

Topik:

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR