Fakta-Fakta di Balik Penghapusan Palestina dari Peta Kurikulum Arab Saudi

5 Juni 2024 18:06 WIB

Narasi TV

Sejumlah warga sipil mengibarkan bendera Palestina saat melakukan unjuk rasa anti-Israel, di pagar perbatasan Israel-Gaza di Jalur Gaza selatan, Jumat (23/8/2019). ANTARA/REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

Penulis: Afaf El Kurniawan

Editor: Indra Dwi

Sebuah studi dari Israel mengklaim bahwa nama Palestina telah dihapus dari peta dalam buku pelajaran sekolah yang digunakan dalam kurikulum baru di Arab Saudi.

Laporan ini berasal dari lembaga thinktank pro-Israel, IMPACT-se, yang menemukan bahwa dalam buku pelajaran Studi Sosial dan Nasional tahun ajaran 2023-2024, wilayah Palestina tidak lagi diberi nama, berbeda dengan buku pelajaran tahun ajaran sebelumnya, 2022-2023.

Fakta Penghapusan Palestina di Peta

Terdapat beberapa fakta yang mendasari dihapusnya Palestina dari peta pelajaran sekolah dalam kurikulum Arab Saudi. Berikut beberapa fakta terkait:

1.       Perubahan Signifikan dalam Kurikulum

Middle East Eye melaporkan bahwa kurikulum baru di Arab Saudi menunjukkan perubahan signifikan jika dibandingkan dengan tahun ajaran sebelumnya.

Salah satu perubahan mencolok adalah penghapusan kata-kata yang dianggap "bermusuhan" dengan Israel dari beberapa teks dalam kurikulum, termasuk istilah seperti "musuh" dan "musuh Zionis".

Buku pelajaran kini hanya merujuk Yerusalem Timur sebagai wilayah pendudukan dan ibu kota Palestina, bukan seluruh Yerusalem.

2.       Penghapusan Nama Palestina dari Peta

Temuan serupa muncul dalam peta di buku pelajaran Geografi untuk kelas 10-12. Sebelumnya, peta tersebut mencantumkan nama Palestina, tetapi sekarang tidak menampilkan nama negara manapun yang berbatasan dengan Arab Saudi.

Penghapusan nama Palestina juga terjadi di buku pelajaran IPS untuk kelas 6 dan 7, serta buku teks pelajaran Islam dan Geografi untuk kelas 10-12, yang sebelumnya menampilkan sejarah Palestina.

3.       Penghentian Dukungan Arab dan Saudi

IMPACT-se juga menemukan bahwa buku teks yang memuat pelajaran tentang dukungan Arab dan Saudi untuk perjuangan Palestina dihentikan pada 2023.

Selain itu, dalam buku teks IPS tahun 2022 untuk kelas 10-12, referensi Israel sebagai "entitas Zionis" telah dihapus. Laporan tersebut mencatat bahwa secara keseluruhan, 21 kasus sentimen anti-Israel dalam buku teks lama telah dihapus.

4.       Kaitan dengan Normalisasi Hubungan

Perubahan ini diduga terkait dengan pembicaraan yang dimediasi oleh Amerika Serikat, yang berupaya menormalisasi hubungan antara Riyadh dan Tel Aviv.

Dalam berbagai kesempatan, Saudi menyatakan bersedia melakukan normalisasi hubungan jika Palestina merdeka dan bebas dari penjajahan Israel. Namun, pemerintah sayap kanan Israel menolak syarat ini.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR