Advertisement

Fakta-fakta Kasus Bullying Siswa SMA Binus Simprug, Sekolah Bantah Ada Perundungan

19 September 2024 18:07 WIB

thumbnail-article

Gedung SMA Binus School Simprug di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. (Sumber: Binus School Simprug) .

Penulis: Kitin Aprilia

Editor: Rizal Amril

Kasus dugaan bullying yang terjadi di Sekolah Menengah Atas (SMA) Binus School Simprug ramai diperbincangkan di media sosial. 

Seorang siswa berinisial RE mengaku telah mendapatkan perundungan sejak mulai bersekolah di SMA yang berlokasi di Jakarta Selatan itu, tepatnya sejak November 2023. 

Berikut fakta-fakta terkait dugaan perundungan terhadap salah satu siswa di SMA Binus Simprug.

Korban siswa pindahan

RE mengaku merupakan seorang siswa baru di SMA Binus Simprug, sehingga belum mengenal murid-murid lainnya di sekolah tersebut. 

Sejak pindah ke Binus pada November 2023, RE mengaku sudah mendapatkan perundungan secara verbal dan fisik.

Keluarga lapor ke polisi sejak Januari 2024

Keluarga korban sebenarnya telah melaporkan kasus ini kepada polisi sejak 31 Januari 2024, sehari setelah perundungan yang dialami RE pada 30 Januari 2024. 

Laporan dari pihak korban tersebut tercatat dalam Laporan Polisi Nomor STTLP/B/331/I/2024/SPKT/Polres Metro Jakarta Selatan/Polda Metro Jaya.

Korban mengadu ke DPR

Selain melapor ke pihak berwajib, korban turut membawa kasus ini ke DPR. Pada Selasa (17/9/2024), RE didampingi oleh kuasa hukum menghadiri rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR di Gedung MPR/DPR RI.

Dalam rapat tersebut, RE menceritakan detail kronologi perundungan yang dialaminya di SMA Binus Simprug, sekaligus menyatakan kekecewaannya kepada pihak sekolah yang seolah sengaja menutupi kasus ini. 

Korban alami perundungan dan pelecehan

Di hadapan Pimpinan Komisi III DPR, RE mengaku dirinya tak hanya mengalami perundungan, melainkan sudah sampai pada tahap pelecehan seksual. 

RE menyebut beberapa area intimnya kerap disentuh oleh para pelaku, bahkan di hadapan siswa lainnya. Dia juga kerap dipanggil sebagai banci dan orang kampung bau sampah. 

Korban sebut pelaku anak pejabat

Dalam pernyataannya, RE menyebut para pelaku membanggakan status orang tua mereka yang memiliki jabatan penting di pemerintahan. 

Elu jangan macam-macam sama kita. Elu mau nyaman sekolah di sini, elu mau bisa kita enggak bully di sini. Elu harus bisa ngelayanin kita semua. Elu tahu enggak bapak kita siapa? Dia bapaknya ketua partai. Bapak dia DPR. Bapak dia MK,” kata RE menirukan ucapan salah satu pelaku bullying

Delapan siswa diskorsing

Binus Simprug diketahui telah melakukan skorsing terhadap delapan orang siswa yang diduga terlibat dalam kasus bullying. Namun, sekolah menyebut kasus ini sebagai perkelahian antarsiswa, bukan bullying

Sekolah bantah ada bullying

Pihak sekolah membantah bahwa perlakuan yang diterima oleh RE dari siswa lainnya adalah bentuk perundungan, melainkan perkelahian antarsiswa. 

Dewi Susianti selaku perwakilan yayasan Binus Simprug menyebutkan bahwa berdasarkan hasil investigasi internal, kejadian tersebut merupakan duel tinju yang dilakukan berdasarkan kesepakatan antarsiswa. 

"Ya mereka mengatakan bahwa perkelahian itu adalah suatu kesepakatan gitu loh, Pak. Kesepakatan mereka mau bertinju lah gitu," ujar Dewi dalam rapat dengan pendapat bersama Komisi III DPR.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement