Advertisement

Fakta-fakta Kasus Kekerasan di Brandoville Studios oleh CEO Cherry Lai

23 September 2024 16:07 WIB

thumbnail-article

Cherry Lai. Sumber: NTV News. .

Penulis: Nuha Khairunnisa

Editor: Margareth Ratih. F

Studio animasi Brandoville Studios ramai disorot usai dugaan kekerasan yang dilakukan terhadap mantan karyawannya. 

Kasus kekerasan di Brandoville Studios diungkap oleh seorang warganet di X. Dalam utas yang viral itu, turut tercantum bukti-bukti perlakuan tak manusiawi yang dilakukan oleh bos Brandoville Studios, Cherry Lai. 

Berikut fakta-fakta terkait dugaan kekerasan dan eksploitasi yang dilakukan oleh Cherry Lai terhadap mantan karyawan Brandoville.

Perundungan verbal dan fisik

Berdasarkan pengakuan korban berinisial CS, Cherry Lai yang merupakan bosnya kerap memberikan tugas dan pekerjaan yang tak manusiawi. Korban bahkan tak punya waktu untuk istirahat lantaran si bos selalu menghubunginya di luar jam kerja, bahkan saat dini hari. 

Selain dieksploitasi, sejumlah pegawai Brandoville termasuk CS juga pernah mendapatkan kekerasan secara verbal dalam bentuk diskriminasi gender, ras, agama, hingga manipulasi. 

Bahkan, seorang karyawan lainnya yang turut bersuara juga mengaku tetap disuruh masuk meski baru saja kehilangan anaknya.

Pelaku juga melakukan kekerasan secara fisik kepada CS hingga korban mengalami luka serius di kepala dan lutut. 

Dilaporkan ke Polda Metro

Terkait kasus kekerasan yang menimpanya, korban CS telah dua kali melaporkan Cherry Lai dengan dua laporan, pertama pada 5 September 2024 tentang perbuatan memaksa dengan ancaman kekerasan. 

Laporan kedua diajukan pada tanggal 15 September 2024, tentang dugaan tindak pidana terkait UU Cipta Kerja. 

Polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap korban. Diketahui, korban mengalami tindakan atau perbuatan yang membuat dirinya merasa terbebani saat bekerja, baik saat jam kerja maupun di luar jam kerja. 

Korban menuturkan bahwa Cherry Lai tidak membayarnya saat harus lembur, padahal ia sering disuruh masuk kerja tujuh hari berturut-turut hingga terkadang tak diperbolehkan pulang. 

CEO orang Hong Kong

Cherry Lai, terduga pelaku kekerasan terhadap karyawannya di Brandoville Studio, diketahui berasal dari Hong Kong. Cherry merupakan istri dari founder Brandoville, Ken Lai. 

Sebelum mendirikan Brandoville, Ken Lai merupakan pemegang saham dari Lemon Sky Studios di Malaysia. Lemon Sky dan Brandoville diketahui terlibat dalam sejumlah proyek gim kenamaan seperti The Last of Us dan Final Fantasy. 

Pemilik bikin studio baru

Brandoville Studios diketahui telah berhenti beroperasi sejak Agustus 2024. Informasi terbaru, Ken Lai dan Cherry Lai kini mendirikan studio baru bernama LaiLai Studios. 

Sama seperti Brandoville, LaiLai Studios beroperasi di Jakarta dengan kantor pusat di Hong Kong.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement