Konflik bersenjata antara Palestina dan Israel kembali memanas setelah militer Israel melakukan serangan ke Rafah yang jadi kamp pengungsian rakyat sipil Palestina sejak awal Mei 2024 lalu.
Terbaru, serangan udara Israel di Rafah menewaskan sedikitnya 35 orang, mayoritas wanita dan anak-anak, serta puluhan lain luka-luka.
Di antara rakyat sipil yang kini berada di Gaza tersebut, sebanyak 8 WNI dikabarkan masih berada di sana sejak serangan Israel di Rafah. Mereka adalah relawan dari organisasi kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C).
Fakta-fakta keberadaan 8 WNI di Gaza
Berikut beberapa fakta yang berhasil dikumpulkan mengenai keberadaan 8 WNI yang masih terjebak di jalur Gaza:
1. Masih ada 8 WNI di Gaza
Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu Judha Nugraha mengonfimasi jika, setidaknya hingga Rabu (29/5//2024), terdapat delapan relawan WNI yang masih berada di Gaza.
"Posisi terakhir saat ini ada 8 relawan yang masih di Gaza," tutur Judha, dikutip dari laman YouTube Kemenlu.
Menurut keterangan Judha, delapan relawan tersebut merupakan bagian dari organisasi sosial kemanusiaan MER-C dan tengah bertugas membantu perawatan medis di sana..
2. Menunggu rotasi MER-C
Judha juga menuturkan bahwa keberadaan delapan WNI relawan MER-C di Gaza tersebut merupakan kebijakan organisasi kemanusiaan asal Indonesia tersebut untuk mempertahankan relawan di Palestina.
Menurut kebijakan MER-C, relawan yang ditempatkan di Palestina akan tetap melaksanakan tugas kemanusiaan dengan sistem rotasi.
Sebelumnya, MER-C berencana untuk mengirim tiga batch relawan tambahan ke Palestina untuk membantu perawatan medis para korban.
Akan tetapi, pengiriman relawan batch ketiga terhalang penutupan dan serangan Israel di Rafah yang dimulai sejak awal Mei lalu.
3. Kondisi relawan di Gaza
Kepala Presidium MER-C Indonesia, Sarbini Abdul Murad, mengonfirmasi bahwa delapan relawan di Rafah dalam kondisi sehat dan terus membantu di Rumah Sakit An Naser.
"Alhamdulillah, relawan kami dalam keadaan sehat," kata Sarbini, dikutip dari CNNIndoneisa.
Dalam press briefing di Gedung Kemlu, Judha Nugraha menyampaikan jika pihak Kemlu menekankan para relawan untuk menjaga diri dari risiko keamanan selama di Gaza.
"Yang penting para relawan memahami risiko yang ada di sana, MER-C [juga] punya rencana kontijensi jika terjadi sesuatu dengan relawan," katanya.
4. Empat relawan sudah pulang ke Indonesia
Sejak pecahnya konflik bersenjata antara Palestina dan Israel pada 7 Oktober 2023 lalu, MER-C telah mengirimkan sejumlah relawan ke Palestina untuk membantu penanganan medis para korban.
Berdasarkan keterangan Kemlu, pasca serangan Israel di Rafah sejak awal Mei lalu, empat relawan yang telah pulang ke Tanah Air.
"Sejak serangan di Rafah, sudah ada empat relawan MER-C yang berhasil keluar, masing-masing pada tanggal 21, 23, 24 Mei. Keempat WNI sudah kembali ke Tanah Air," kata Judha.
