Fakta Menarik BPJS Orang Kaya, Bakal Dibuat Agar Tak Bebani Negara

24 November 2022 01:32

Narasi TV

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Foto: Antara

Penulis: Rahma Arifa

Editor: Ramadhan Yahya

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) merencanakan adanya kategori asuransi khusus bagi masyarakat mampu dan berpenghasilan tinggi alias orang kaya. 

Apa tujuan dibuatnya BPJS untuk Orang Kaya?

  • Dengan skema tersebut, masyarakat kategori mampu, akan dikategorikan dalam asuransi BPJS Kesehatan yang dikombinasikan dengan penyedia asuransi swasta.
  • Premi kategori ini juga tidak akan dibantu oleh pemerintah sehingga mengurangi beban negara.
  • Ditujukan sebagai upaya mengurangi beban BPJS dan agar biaya dapat fokus dialirkan kepada masyarakat tidak mampu.  

“Kerja sama dengan asuransi swasta mengkombinasikan pembayaran BPJS Kesehatan. Jadi tidak semua ditanggung BPJS khususnya untuk masyarakat berpernghasilan tinggi atau masyarakat mampu, sehingga BPJS bisa kita prioritaskan ke masyarakat tidak mampu” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (22/11/2022).

"Sedangkan masyarakat mampu diharapkan meng-cover premi asuransinya dengan premi asuransi swasta. Sehingga masyarakat mampu tidak membebani BPJS dan negara tetapi membayar sendiri ke asuransi swasta," ucapnya.

Katanya pemerintah akan menyamakan kelas BPJS Kesehatan, gimana tuh?

  • Jadi, seluruh peserta BPJS Kesehatan nantinya akan mendapat kelas yang sama atau yang disebut dengan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).
  • Artinya, kategori-kategori kelas 1, 2 dan 3 dalam BPJS Kesehatan akan dihapus.
  • Penerapan KRIS akan dilakukan secara bertahap.
  • Target implementasi adalah 25% peserta pada tahun 2023, 50% pada tahun 2025, dan 100% per tahun 2025.
  • Uji coba kebijakan ini juga telah di beberapa 5 Rumah Sakit milik pemerintahan sejak 1 Juli 2022.
  • Pemerataan KRIS diimplementasikan untuk menanggapi kemungkinan pemanfaatan BPJS oleh masyarakat kaya.

Apa kata Menkes Budi Gunadi Sadikin?

Banyak “konglomerat” atau masyarakat mampu yang disebut turut menggunakan BPJS Kesehatan untuk berobat. 

“Saya juga dengar sering sekali banyak orang-orang yang dibayarin besar itu banyaknya, mohon maaf, orang-orang kadang konglomerat juga” kata Budi.

  • Kemenkes sebut akan melakukan pemeriksaan pada 1.000 peserta BPJS yang membayar iuran tertinggi atau kategori kelas satu.
  • Layanan BPJS Kesehatan yang tidak tepat sasaran ini menjadi alasan keuangan BPJS Kesehatan negatif.

“Kalau BPJS mau dibikin sustainable kelasnya harus standar dan satu, kita melayani seluruh masyarakat Indonesia menggunakan konsep universal health coverage itu standarnya satu, untuk nasabah-nasabah kaya, dia seharusnya bisa menambah dengan kombinasikan iuran jaminan asuransi BPJS dengan swasta, di mana yang bersangkuran harus bayar sendiri” ujar Budi.

Emangnya gimana, sih, kondisi keuangan BPJS Kesehatan?

Jadi, dana BPJS Kesehatan katanya dilaporkan pernah mengalami defisit selama bertahun-tahun dan belum sepenuhnya aman

  • Defisit BPJS Kesehatan diperkirakan mencapai Rp6,36 trilliun.
  • Pada 2019, BPJS Kesehatan sempat gagal membayar Rp15,51 triliun.
  • Jumlah tersebut lalu terbayar pada Juli 2020.
  • Dikutip Tempo (20/1/22), Juli lalu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti, menjelaskan bahwa arus kas Desember 2020 sempat positif. Ini merupakan flow positif pertama sejak 2016/2015.
  • Namun uang tersebut dikeluarkan untuk membayarkan hutang.

“Kalau 2021, kami bersyukur sudah mulai positif, meski belum sehat sekali” ujar Ali Ghufron (19/1/22).

Berapa, sih, besaran iuran BPJS Kesehatan sekarang?

Iuran BPJS Kesehatan merupakan dana premi yang wajib dibayar setiap peserta untuk mendapatkan layanan asuransi.

  • Biaya iuran BPJS Kesehatan belum banyak berubah. Bayaran per November 2022 mencakup:
    Pekerja Penerima Upah (PPU) membayar iuran 5% dari upah yakni 4% oleh pemberi kerja dan 1% oleh pekerja.
  • Pekerja dengan upah diatas Rp12.000.000 tetap membayar 5% dari Rp 12 juta.
  • Kelompok masyarakat Bukan Pekerja (BP) dan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) membayar sesuai kategori kelas yang dikehendaki, yakni
    Kelas 1 sebesar Rp 150.000 per bulan, Kelas 2 sebesar Rp 100.000 per bulan, Kelas 3 sebesar Rp 35.000 per bulan, ditambah subsidi pemerintah Rp 7.000.
  • Masyarakat miskin dan tidak mampu dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) iuran dibayar pemerintah.

ARTIKEL TERKAIT

TEKS

BPOM Enggan Sebut Dua Perusahaan Farmasi yang Mereka Pidanakan Terkait Kasus Gagal Ginjal Akut Anak

TEKS

Potensi Pidana dalam Kasus Gagal Ginjal Akut Anak, Siapa Bisa Kena?

TEKS

Kasus Gagal Ginjal Akut Anak: Pemerintah Temukan Tiga Zat Berbahaya di Obat Sirop, Ini Alternatifnya

VIDEO TERKAIT

19:56

Pemerintah Siapkan Kartu BPJS Kesehatan Khusus Orang Kaya

19:52

Kasus COVID-19 Melonjak, Lansia Bakal Divaksin Booster Kedua

15:00

Kesaksiannya Berubah-ubah, Ajudan Akhirnya Ngaku Takut Ferdy Sambo

04:49

Ratusan Anak Keracunan Obat, Gagal Ginjal, Lalu Meninggal

03:35

Gagal Ginjal Misterius Anak, Ibu Korban: "Sakit Anak Saya Itu Apa?"

21:10

Pengobatan Hemofilia Belum Maksimal di Indonesia

15:26

Luhut Sebut Harga BBM Naik Pekan Ini, Inflasi Bakal Makin Tinggi?

NARASI ACADEMY

Content Production
Bikin Video Estetik Tanpa Modal Untuk Investasimu

Sumber penghasilan dari seorang content creator cukup menjanjikan lho, asal kamu harus konsisten untuk menciptakan konten kreatif yang berkualitas. Yuk investasi untuk jadi content creator profesional tanpa modal! Pelajari proses produksi konten secara menyeluruh, memberikan mood hingga menciptakan konten video agar terlihat lebih estetik.

Kelas Online
Content Production
Jadi Content Creator Nggak Pakai Repot

Belakangan ini, content creator menjadi salah satu profesi yang mengasyikan dan menjanjikan! Tapi, kamu harus punya mental yang kuat, memahami esensi, dan bersikap visioner dalam membuat konten. Pada kelas kali ini, Narasi Academy akan akan membantumu agar memiliki kemampuan tersebut, dengan dibimbing oleh narasumber profesional!

Kelas Online
Journalism
Cara Asyik Belajar Jurnalistik

Aksesibilitas informasi membuat semua orang berlomba-lomba menjadi seorang Jurnalis instan! Tapi, gimana ya caranya biar tetap kredibel, bertanggung jawab dan cekatan? Pelajari ilmu jurnalistik dengan cara yang asyik langsung dari pakarnya dengan mempelajari proses pembuatan berita mulai dari wawancara, pengolahan data hingga penyiaran!

Kelas Online
Journalism
Jurnalisme Investigasi Ala Narasi: Sajikan Fakta & Data

Saatnya ambil peran dengan menjadi pelopor berita investigatif dengan menyajikan informasi yang kredibel, informatif dan mendalam! Pelajari treatment khusus dalam mengemas serta melakukan kurasi berita dengan menyajikan fakta serta data dengan metode storytelling. Daftarkan dirimu di kelas “Jurnalisme Investigasi Ala Narasi: Sajikan Fakta & Data”.

Kelas Online
Content Production
Rahasia Storytelling Keren, Bikin Konten Makin Beken

Kamu adalah calon content creator professional! Kunci utamanya adalah, menyajikan cerita yang kuat dan mampu membangun emosi dengan audience. Karena itu, kamu harus belajar mengenai storytelling & copywriting untuk mengembangkan ide kreatif! Jangan lewatkan kesempatannya, segera daftarkan dirimu di kelas Narasi Academy kali ini.

Kelas Online
Journalism
KILAT (Kelas Intensif Ilmu Data & Jurnalistik)

Kamu bisa jadi inovator dalam menyebarkan berita yang berkualitas dan kredibel! Caranya dengan menjadi citizen journalism. Setelah mengetahui dasar-dasar ilmu jurnalistik, sekarang kamu mampu mengemas & memproduksi sebuah berita. Pentingnya penyampaian informasi serta mencari point of view yang tepat juga kamu pelajari di kelas kali ini.

Kelas Online

TERPOPULER

KOMENTAR

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya