Film Laut Bercerita resmi terpilih dalam program HAF Goes to Cannes, bagian dari Marché du Film di Festival Film Cannes 2026. Program ini merupakan platform penting yang memungkinkan para sineas dan proyek film independen untuk memperkenalkan karya mereka kepada pelaku industri film global sekaligus membuka peluang pendanaan dan distribusi internasional.
Marché du Film adalah pasar film terbesar di dunia yang merepresentasikan ekosistem industri perfilman dengan berbagai aktivitas pitching, presentasi, dan networking.
HAF Goes to Cannes menjadi jembatan yang menghubungkan pembuat film dari kawasan Asia dengan pasar internasional di Cannes. Dalam program ini, hanya proyek-proyek terpilih yang mendapatkan kesempatan untuk dipresentasikan di hadapan para distributor, sales agent, dan festival kurator terkemuka.
"We are honoured to announce that The Sea Speaks His Name (Laut Bercerita) has been selected as one of the projects presented by Hong Kong-Asia Film Financing Forum (HAF) during HAF Goes to Cannes at this year's Marché du Film," tulis pihak produksi di akun Instagram resmi film @filmlautbercerita.
Presentasi dan Partisipasi di Festival Film Cannes
Presentasi resmi film Laut Bercerita dijadwalkan berlangsung pada tanggal 16 Mei 2026 pukul 16.15 waktu setempat, berlangsung di Palais K, salah satu lokasi utama Marché du Film di Festival Film Cannes.
Pada sesi presentasi ini, proyek film akan diperkenalkan kepada ratusan pelaku industri film dari seluruh dunia, termasuk sales agent, distributor, dan kurator festival internasional.
Selain memaparkan garis besar cerita dan konsep produksi, sesi ini biasanya juga menampilkan cuplikan singkat dari film untuk memberikan gambaran visual kepada calon mitra kerja.
Sutradara Laut Bercerita, Yosep Anggi Noen, akan hadir langsung untuk memperkenalkan film tersebut. Kehadiran langsung sutradara sangat penting dalam sesi ini karena memungkinkan interaksi langsung dengan audiens profesional dan memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan mendalam mengenai visi artistik dan proses produksi.
Interaksi personal ini juga membuka peluang negosiasi dan mediasi dalam pembiayaan, distribusi, serta rencana penayangan film di berbagai pasar internasional.
Tidak hanya presentasi, partisipasi di Cannes juga melibatkan pertemuan khusus dengan berbagai pihak penting dalam industri perfilman seperti sales agent, distributor, dan kurator festival film dunia. Pertemuan ini bertujuan untuk membangun kerja sama strategis bagi promosi dan distribusi film nantinya.
Saluran distribusi internasional beserta kesempatan tampil di festival-festival dunia diharapkan dapat meningkatkan jangkauan film Laut Bercerita ke audiens global yang lebih luas, sekaligus membuka jalan untuk kerjasama produksi lintas negara.
Penghargaan dan Pengakuan dari Ajang Sebelumnya di Hong Kong
Sebelum terpilih untuk mempersembahkan proyeknya di Cannes, Laut Bercerita telah mendapatkan dua penghargaan bergengsi saat mengikuti Project Market di Hong Kong pada Maret 2026, yaitu HAF WIP Grand Prize (Non-Hong Kong) dan HAF Goes to Cannes Award.
HAF WIP Award diperuntukkan bagi karya yang sudah memasuki tahap produksi akhir dan menampilkan orisinalitas serta kreativitas luar biasa. Penghargaan ini menjadi bukti pencapaian film dalam proses produksi dan kualitas artistik.
Penghargaan dan pengakuan ini tidak hanya mengangkat profil film di kancah internasional, tetapi juga menjadi langkah awal penting untuk memperluas jaringan dan peluang kerja sama dengan pihak-pihak industri perfilman global.
Tentang Film Laut Bercerita
Sebagai informasi ilm ini diadaptasi dari novel best seller berjudul sama karya Leila S. Chudori yang diterbitkan pada tahun 2017. Adanya adaptasi dari novel yang sudah populer menambah nilai tarik film, terutama bagi penikmat sastra dan pemirsa yang tertarik pada cerita bertema sosial dan politik.
Latar cerita Laut Bercerita adalah Indonesia pada masa 1990-an yang penuh dengan gejolak politik dan sosial di era Orde Baru. Film ini mengikuti kisah Biru Laut, seorang mahasiswa Sastra Inggris yang menjadi aktivis dan mengalami hilangnya sosok penting di sekitarnya akibat tekanan politik.
Cerita ini mencerminkan realitas pahit tentang penghilangan paksa aktivis yang menjadi salah satu luka sejarah bangsa, sekaligus menyajikan dialog tentang perjuangan dan nilai keberanian dalam menghadapi penindasan.
Tokoh utama dalam film ini, Biru Laut, diperankan oleh aktor papan atas Indonesia, Reza Rahadian. Film juga melibatkan pemain ternama seperti Dian Sastro. Mereka membawa kisah pelik seorang aktivis yang mencari kebenaran di tengah keterbatasan dan bahaya penindasan rezim.
Tema sentral film berputar pada pencarian kebenaran, pengorbanan, dan harapan dalam konteks ketidakadilan sosial politik. Hal ini menjadikan Laut Bercerita sebagai karya yang tidak hanya relevan dengan sejarah, tapi juga memberikan resonansi kuat kepada penonton era kini dan masa depan.
Dengan keberhasilan mencetak prestasi internasional, Laut Bercerita menjadi salah satu ikon perfilman Indonesia yang menginspirasi dan menunjukkan bahwa karya lokal berpotensi bersaing di kancah dunia. Ke depan, film ini diharapkan mampu membuka lebih banyak kesempatan untuk sinema Indonesia menembus pasar global dan memperkaya ragam film dengan nilai sejarah dan sosial yang mendalam.
