Advertisement

Gejala Awal TBC: Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai demi Cegah Penularan

18 February 2025 17:25 WIB

thumbnail-article

Ilustrasi batuk TBC. (Foto: Freepik) .

Penulis: Rizal Amril

Editor: Rizal Amril

Mengenali gejala awal tuberkulosis (TBC) sangat penting untuk mencegah penyebaran dan memahami dampak penyakit ini.

Jika mengalami gejala-gejala awal TBC, langkah pertama adalah jangan panik. Terinfeksi TBC bukan berarti selesai sudah kehidupan kita, TBC bisa disembuhkan.

Akan tetapi, kendati TBC kini dunia medis telah bisa menyembuhkan penyakit ini, namun setiap pasien TBC harus tetap waspada.

Hal ini dikarenakan sifat penyakit satu ini yang dapat menular ke orang lain. Jika tidak ditangani secara serius, ada risiko orang-orang terdekat terinfeksi.

Oleh karenanya, deteksi dini TBC sangat penting dilakukan. Semakin dini deteksi TBC, maka risiko penularan dapat ditekan.

Terlebih, gejala awal yang umum terjadi biasanya tidak mengancam tetapi bisa berkembang menjadi lebih serius jika tidak ditangani. Oleh karenanya, di antara gejala tersebut, terdapat beberapa yang perlu diperhatikan.

Gejala awal TBC yang perlu diketahui

Deteksi dini TBC akan sangat membantu proses penyembuhan penyakit ini. Untuk melakukannya, kita perlu berhati-hati jika mengalami gejala-gejala sebagai berikut:

1. Batuk berkepanjangan lebih dari 2 minggu

Salah satu tanda awal TBC adalah batuk berkepanjangan yang berlangsung lebih dari dua minggu. Batuk ini dapat berupa batuk kering atau batuk yang disertai dahak.

Batuk yang tidak kunjung sembuh ini sering kali menjadi sinyal bahwa ada infeksi yang lebih serius di dalam tubuh.

Jika tidak diiringi dengan peningkatan kesehatan setelah perawatan batuk biasa, sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

2. Penurunan berat badan tanpa sebab jelas

Gejala lain yang perlu diperhatikan adalah penurunan berat badan yang signifikan tanpa penyebab yang jelas.

Banyak penderita TBC mengalami kehilangan nafsu makan yang berujung pada penurunan berat badan. Proses ini dapat dipercepat oleh infeksi yang membuat tubuh membutuhkan lebih banyak energi, tetapi justru menghabiskan cadangan yang ada.

3. Demam ringan dan berkeringat di malam hari

Demam ringan yang tidak terlalu tinggi, tetapi terus-menerus muncul, terutama di malam hari, adalah tanda umum TBC.

Bersamaan dengan demam, penderita sering mengalami keringat malam yang berlebihan. Keringat ini mungkin membuat tidur menjadi terganggu dan menambah rasa lelah keesokan harinya.

Ciri khusus gejala TBC

Kecuali gejala awal, terdapat juga ciri-ciri khusus yang bisa dijadikan petunjuk lebih lanjut tentang kemungkinan terinfeksi TBC.

1. Batuk berdarah

Salah satu ciri yang paling mengkhawatirkan adalah batuk berdarah.

Gejala ini sebaiknya menjadi perhatian serius karena menunjukkan kerusakan pada jaringan paru-paru yang diakibatkan oleh bakteri TBC. Jika mengalami batuk darah, penting untuk segera mencari bantuan medis.

2. Nyeri dada saat bernapas atau batuk

Nyeri dada yang terjadi saat bernapas dalam atau saat batuk juga merupakan gejala yang sering dilaporkan oleh penderita TBC.

Rasa sakit ini bisa disebabkan oleh peradangan atau iritasi pada paru-paru. Rasa nyeri ini akan semakin nyata saat penderita mencoba untuk menarik napas dalam-dalam atau saat batuk.

3. Sesak napas akibat infeksi paru

Sesak napas adalah gejala lain yang bisa muncul akibat infeksi paru-paru yang disebabkan oleh TBC.

Kondisi ini terjadi ketika infeksi menyebabkan pembengkakan di saluran pernapasan, menghalangi aliran udara, dan meningkatkan kesulitan bernapas. Jika sesak napas menjadi semakin parah, itu mungkin menunjukkan infeksi yang lebih serius.

Siapa yang lebih rentan terhadap TBC?

Kondisi tertentu membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi TBC ketimbang orang kebanyakan.

Kelompok rentan infeksi TBC tersebut umumnya adalah mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Oleh karenanya, orang dengan kondisi medis seperti HIV/AIDS, mengalami malnutrisi, atau mereka yang sedang menjalani perawatan medis macam kemoterapi, berada dalam kelompok yang berisiko tinggi.

Selain itu, orang yang tinggal di area dengan kepadatan penduduk tinggi juga lebih rentan. Hal ini dikarenakan tuberkulosis menyebar melalui droplet udara ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.

Partikel kecil ini bisa dihirup oleh orang lain yang berada di dekatnya, yang kemudian dapat menyebabkan infeksi.

Oleh karena itu, menjaga jarak dengan individu yang diketahui terinfeksi adalah langkah penting untuk mencegah penularan.

Selain menjaga jarak, menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan juga sangat penting dalam pencegahan TBC.

Ventilasi yang baik di ruang tinggal juga dapat membantu mengurangi konsentrasi bakteri di udara.

Menghindari ruang yang tertutup dan lembab serta menggunakan masker saat berada di dekat orang yang menunjukkan gejala infeksi pernapasan dapat menjauhkan risiko penularan.

Apa yang bisa dilakukan jika terinfeksi TBC?

Jika mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan, segeralah untuk untuk berkonsultasi dengan tenaga medis.

Diagnosis medis sangat diperlukan untuk menentukan jenis pengobatan yang perlu dilakukan. Sebaliknya, mendiagnosis diri sendiri adalah hal yang fatal dalam penyembuhan TBC.

Anda juga tak perlu khawatir dengan biaya pengobatan TBC karena penyakit ini termasuk dalam penyakit yang ditanggung oleh BPJS.

Untuk mendapatkan pengobatan gratis TBC, Anda hanya perlu melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan tingkat 1 seperti puskesmas dan klinik pratama untuk nantinya dirujuk secara berjenjang.

Selama proses konsultasi, Anda mungkin akan melalui beberapa metode pemeriksaan seperti tes dahak untuk mendeteksi keberadaan bakteri TBC, rontgen dada untuk memeriksa kondisi paru-paru, dan tes darah untuk melihat adanya reaksi sistem kekebalan.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement