PTSD, atau gangguan stres pasca-trauma, adalah kondisi mental yang terjadi setelah seseorang mengalami peristiwa traumatis. Umumnya, orang yang mangalami PTSD akan merasakan sejumlah gejala-gejala khusus.
Gejala PTSD dapat mencakup re-experiencing, kecemasan berlebihan, dan perubahan perilaku seperti penarikan diri sosial.
Re-experiencing atau rasa mengalami ulang pengalaman traumatis tersebut merupakan gejalan khas dari PTSD dan membedakannya dengan kondisi kesehatan mental lainnya.
Berikut penjelasan gejala-gejala PTSD yang dinukil dari Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS), juga kapan sebaiknya mengakses bantuan profesional jika merasakannya.
Gejala umum PTSD
Dalam banyak kasus, terdapat beberapa gejala yang dirasakan penderita PTSD, berikut beberapa di antaranya:
1. Re-experiencing
Re-experiencing adalah gejala paling umum dari PTSD yang dialami individu. Pada fase ini, seseorang secara tiba-tiba dan tak terduga menghidupkan kembali kejadian traumatis yang dialaminya.
Ini bisa terjadi dalam bentuk kilas balik, mimpi buruk, serta gambaran atau sensasi menyakitkan yang berulang.
Terkadang, individu tersebut juga dapat merasakan gejala fisik seperti mual, berkeringat, atau bergetar ketika mengingat peristiwa tersebut.
2. Dampak emosional
Dampak emosional dari PTSD bisa sangat luas, sering kali menciptakan perasaan negatif yang mendalam. Beberapa orang merasakan depresi, cemas, atau bahkan merasa terasing dari kenyataan.
Mereka mungkin terus mempertanyakan mengapa peristiwa tersebut terjadi pada mereka, atau mempertimbangkan apakah mereka dapat melakukan sesuatu untuk mencegahnya.
Pertanyaan semacam itu sering menimbulkan perasaan bersalah atau malu yang berlarut-larut.
3. Kesulitan mengelola pikiran dan perasaan
Individu dengan PTSD sering kali mengalami kesulitan dalam mengelola pikiran dan perasaan mereka.
Mereka mungkin merasa terjebak dalam siklus negatif yang membuat sulit untuk merespons dengan cara yang sehat.
Ketidakmampuan untuk mengatasi perasaan ini juga dapat menyebabkan stres tambahan, memperburuk kondisi PTSD.
Reaksi emosional dan perilaku
Selain gejala-gejala di atas, gejala PTSD juga dapat ditengarai dari perilaku orang yang mengalaminya. Berikut beberapa di antaranya:
1. Penarikan diri dan isolasi
Salah satu reaksi yang paling terlihat pada individu dengan PTSD adalah penarikan diri dari kehidupan sosial.
Mereka cenderung menghindari orang-orang atau situasi yang mengingatkan mereka tentang pengalaman traumatis.
Rasa malu atau ketidakberdayaan dapat membuat mereka menjadi lebih tertutup, sehingga kehilangan koneksi dengan teman dan keluarga, yang dapat memperburuk perasaan kesepian.
2. Gejala hyperarousal
Gejala hyperarousal, atau keadaan selalu waspada, menjadi salah satu indikasi utama PTSD.
Individu dalam kondisi ini sering merasa gelisah, mudah terkejut, dan kesulitan untuk rileks.
Selain itu, mereka mungkin mengalami gejala seperti iritabilitas, masalah tidur (insomnia), serta kesulitan berkonsentrasi yang semuanya berkontribusi pada kewaspadaan yang berlebihan.
3. Perilaku merusak diri
Tidak jarang, individu dengan PTSD terjerumus dalam perilaku merusak diri sebagai cara untuk mengatasi rasa sakit emosional.
Ini bisa berupa penyalahgunaan zat, perilaku agresif, atau bahkan tindakan menyakiti diri sendiri. Perilaku ini sering kali menjadi cara mereka untuk mencoba mengatasi tekanan psikologis yang mendalam.
Gejala PTSD pada anak-anak
PTSD tak hanya bisa dialami oleh orang dewasa, tetapi juga dapat terjadi pada anak-anak yang mengalami peristiwa tramatis, berikut beberapa gejala PTSD pada anak:
1. Mimpi buruk dan hilang minat
Anak-anak juga bisa mengalami PTSD, meskipun gejalanya mungkin terlihat berbeda dari orang dewasa.
Mereka dapat menunjukkan kesulitan tidur, mimpi buruk, dan hilangnya minat pada aktivitas yang biasanya mereka nikmati.
Gejala ini sering kali mempengaruhi kesejahteraan emosional dan sosial anak.
2. Perubahan perilaku
Selain itu, anak-anak dengan PTSD sering menunjukkan perilaku yang agresif. Ini bisa berupa ledakan emosi yang tidak terduga atau cenderung menarik diri dari lingkungan sosial.
Sering kali, anak-anak juga dapat mengulang pengalaman traumatis melalui permainan atau aktivitas sehari-hari.
3. Gejala fisik
Anak-anak yang mengalami PTSD juga bisa mengalami gejala fisik, seperti sakit kepala, sakit perut, atau gejala fisik lain yang tidak bisa dijelaskan.
kondisi ini seharusnya menjadi perhatian, karena stres dan trauma dapat memicu reaksi fisik yang perlu ditangani segera.
Kapan harus mencari bantuan medis?
Jika Anda mengalami gejala-gejala PTSD atau menemukan orang di sekitar Anda mengalami gejala PTSD, bantuan medis bisa saja segera diperlukan.
Kendati demikian, namun perlu dipahami bahwa sangat normal bagi seseorang untuk merasa terguncang setelah mengalami kejadian traumatis.
Bantuan medis diperlukan jika gejala yang muncul sulit dikendalikan dan terus menerus berlanjut hingga lebih dari empat minggu.
