Pengertian Golden Ratio Dalam Berbagai Desain dan Juga Cara Penerapannya

3 Maret 2023 17:03 WIB

Narasi TV

Ilustrasi golden ratio dalam sebuah garis. (Sumber: Freepik/eightonesix)

Penulis: Elok Nuri

Editor: Rizal Amril

Golden ratio adalah perbandingan matematis yang jamak digunakan sebagai acuan dalam desain grafis atau seni lukis.

Golden ratio disebut sebagai perbandingan yang dapat menghasilkan keindahan.

Perbandingan ini punya umur yang sangat tua. Melansir Britannica, rumus perbandingan ini sudah dikenal di kebudayaan Yunani Kuno. 

Pada tahun 300 Sebelum Masehi, matematikawan Yunani bernama Euclid menjelaskan perbandingan ini dalam bukunya berjudul Elements. Namun, kala itu Euclid tak menyebutnya sebagai golden ratio, melainkan "rasio ekstrem".

Baru pada 1835, seorang matematikawan Jerman Martin Ohm menamakan perbandingan ini sebagai "goldener schnitt" atau "golden section" dalam bahasa Inggris.

Lantas, apa sebenarnya golden ratio ini? Mengapa perbandingan ini digunakan dalam banyak hal dan bagaimana cara menerapkannya?

Pengertian Golden Ratio

Mengutip laman Universitas Bina Nusantara, golden ratio adalah perbadingan yang dihasilkan ketika sebuah kuantitas dibagi kedalam beberapa kuantitas lebih kecil tetapi memiliki rasio yang sama, meskipun memiliki panjang dan lebar yang berbeda.

Dalam perhitungan matematis, golden ratio disimbolkan dengan simbol Phi atau 1.618.

Golden ratio ini biasa digunakan untuk membantu menciptakan hasil karya desain agar komposisi yang dihasilkan lebih seimbang. Bentuk golden ratio sering digambarkan menggunakan bentuk spiral, lingkaran, atau segitiga.

Pada praktiknya golden ratio tidak hanya diterapkan dalam pembuatan desain saja, tapi juga bisa dijumpai di mana saja seperti penampakan alam, lukisan, foto, arsitektur, bahkan musik.

Beberapa karya seni monumental seringkali dihubungkan dengan golden ratio, seperti lukisan Mona Lisa dan anatomi manusia dalam Divina proportione karya Leonardo Da Vinci yang disebut menggunakan perbandingan ini untuk menghasilkan karya tersebut.

Golden ratio juga bisa ditemukan pada tanaman, misalnya struktur spiral daun, atau pola spiral pada biji pinus, kol, nanas, dan susunan biji bunga matahari.

Arsitek terkenal abad 20 dari Swiss, Le Corbusier, juga dikenal menggunakan prinsip golden ratio dalam karya arsitekturnya.

Gedung Sekretariat PBB di Kota New York juga menggunakan prinsip golden ratio untuk menentukan ukuran dan bentuk jendela, kolom, dan beberapa bagian dalam gedung tersebut.

Penerapan golden ratio dalam desain

Golden ratio, dalam penerapannya, tidak sesulit seperti yang banyak dipikirkan banyak orang. Bahkan dengan adanya golden ratio, kamu dengan mudah dalam pengaplikasian desain.

Caranya kamu cukup merumuskan kolom dan tata letak golden ratio. Penerapan golden rasion dapat memberikan keseimbangan pada desain, berikut adalah cara penerapannya dalam berbagai bidang:

1. Hierarki penulisan dan tipografi

Penerapan pertama golden ratio adalah pada hierarki penulisan dan tipografi, fungsi dari golden ratio ini dapat mengetahui ukuran huruf yang digunakan untuk desain poster, cetak dan situs website.

Contohnya, menentukan ukuran teks header jika body copy berukuran 12px, kamu bisa kalikan dengan 1.618. Maka, hasil yang didapatkan adalah 19.416. 

Artinya, ukuran teks header, yaitu 19px atau 20px mengikuti golden ratio dan menyeimbangkan ukuran font badan 12px.

2. Membuat desain logo

Penerapan golden ratio selanjutnya adalah pembuatan desain logo, caranya mudah, kamu hanya perlu menentukan dan membayangkan deret angka Fibonacci sebagai sebuah lingkaran, kemudian susun membentuk garis yang menjadi dasar dari desain logo.

Contoh logo yang menerapkan golden ratio adalah logo Apple yang menggunakan perbandingan diameter 1,2,3,5,8, dan 13 atau logo Toyota yang memiliki bentuk oval dengan nilai 1,618.

3. Komposisi pada layout

Golden ratio juga bisa diterapkan dalam pembuatan layout, seperti layout majalah, desain website, dan juga poster. 

Cara menentukan ukurannya pun tidak jauh berbeda dengan penerapan pada hierarki penulisan dan tipografi.

Kamu cukup menghitung ukuran konten utama terhadap konten pendukung berdasarkan rasio tersebut, atau juga bisa menggunakan spiral golden ratio untuk menentukan rasionya.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR