Gunung Raung yang terletak di perbatasan Kabupaten Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan erupsi pada dini hari, Senin (7/7/2025) pukul 01.36 WIB. Tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak gunung, yang berukuran 4.332 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kolom abu berwarna putih hingga kelabu yang dihasilkan oleh erupsi teramati memiliki intensitas sedang dan diarahkan ke arah barat daya.
Hingga saat laporan ini disusun, erupsi Gunung Raung masih berlangsung. Menurut informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tingkat aktivitas gunung api ini saat ini berada pada Level II, yang berarti dalam kondisi waspada.
Catatan erupsi selama Juli 2025
Sejak awal Juli 2025, Gunung Raung tercatat telah mengalami sejumlah tujuh kali erupsi. Ketinggian letusan bervariasi antara 400 meter hingga 1.000 meter di atas puncak gunung. Dalam konteks yang lebih luas, aktivitas vulkanik di Indonesia selama tahun 2025 menunjukkan peningkatan dengan total 4.931 letusan yang tercatat di seluruh negeri. Meskipun Gunung Semeru menjadi yang paling aktif dengan 2.012 letusan, Gunung Raung menyumbang 47 letusan dalam periode yang sama.
Keadaan ini menunjukkan bahwa meskipun Gunung Raung tidak setinggi intensitas letusannya dibandingkan dengan gunung lain, aktivitasnya tetap signifikan dan memerlukan perhatian khusus dari pihak berwenang.
Imbauan pusat Vulkanologi
Menghadapi kondisi erupsi saat ini, PVMBG telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat dan pengunjung untuk menjaga jarak dari pusat aktivitas erupsi. Mereka memperingatkan agar tidak mendekati kawah puncak dalam radius 3 kilometer dan melarang untuk menuruni kaldera atau bermalam di kawasan kawah.
Imbauan ini dilatarbelakangi oleh potensi bahaya yang masih tinggi di sekitar area erupsi. Masyarakat, khususnya yang tinggal di dekat gunung, disarankan untuk selalu memperhatikan informasi dan perkembangan terkini dari lembaga terkait guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.
PVMBG terus melakukan pemantauan aktif terhadap kegempaan yang terjadi di Gunung Raung. Data terbaru menunjukkan bahwa, dalam periode pengamatan pada 7 Juli 2025, terdapat 3 kali kejadian gempa letusan dengan amplitudo antara 3-4 milimeter dan durasi antara 24-35 detik. Selain itu, terdapat 11 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-5 milimeter, serta 5 kali gempa tektonik jauh yang juga terdeteksi.
Pihak berwenang mendorong masyarakat untuk tetap tenang namun waspada dan mengikuti semua rekomendasi dari BMKG dan PVMBG. Edukasi tentang tanda-tanda awal aktivitas vulkanik juga penting, agar masyarakat dapat mengambil tindakan preventif yang diperlukan. Masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan disarankan untuk terus memantau informasi resmi dari pihak berwenang.
