Advertisement

Penjelasan IKN Menjadi Ibu Kota Politik Pada 2028

24 September 2025 13:52 WIB

thumbnail-article

Ibu Kota Nusantara. Sumber: ANTARA..

Penulis: Margareth Ratih. F

Editor: Margareth Ratih. F

Presiden Prabowo Subianto telah mengambil langkah penting dengan menetapkan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur sebagai ibu kota politik Indonesia mulai tahun 2028. Keputusan ini dijelaskan dalam Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah. Pemindahan pusat pemerintahan ini dilakukan secara bertahap dengan target akhir menjadikan Nusantara sebagai ibu kota politik.

Dasar hukum penetapan IKN sebagai ibu kota tertuang dalam peraturan yang ditandatangani pada 30 Juni 2025. Dalam dokumen tersebut, disebutkan bahwa pemindahan aparatur sipil negara (ASN) dan pembangunan kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) menjadi bagian penting dari rencana tersebut.

Proses pemindahan pemerintahan diharapkan dapat berlanjut dengan efisien, agar IKN siap menyambut fungsinya sebagai pusat pemerintahan dalam waktu tiga tahun ke depan.

Pentingnya fasilitas di IKN

Fasilitas untuk lembaga politik menjadi sangat penting untuk realisasi IKN sebagai ibu kota politik. Pembangunan pusat pemerintahan yang layak akan mendukung operasional tiga entitas politik: eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pada 2028, fasilitas untuk Dewan Perwakilan Rakyat, Mahkamah Agung, dan Mahkamah Konstitusi harus sudah siap digunakan.

Proses pembangunan kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) mulai dilakukan beberapa tahun lalu, dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan kerja pemerintahan di IKN. Pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan infrastruktur yang diperlukan dalam waktu yang ditentukan.

Makna IKN sebagai Ibu Kota Politik

Istilah ibu kota politik tidak diatur secara resmi dalam perundang-undangan Indonesia. Namun, dalam konteks keputusan ini, IKN sebagai ibu kota politik secara umum memiliki makna yang sama dengan ibu kota negara. Keduanya merujuk pada pusat pemerintahan yang menjadi tempat kerja presiden beserta seluruh kementerian dan lembaga pemerintahan lainnya.

Implikasi dari penetapan ini cukup besar, terutama terkait pengelolaan kekuasaan. Sebagai ibu kota politik, IKN diharapkan menjadi pusat pengambilan keputusan dan penyelesaian isu-isu pemerintahan yang krusial. Penetapan IKN sebagai ibu kota politik juga menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memindahkan pusat pemerintahan.

Tantangan dan dukungan terhadap IKN

Meskipun ada dukungan yang signifikan terhadap pembangunan IKN, tantangan besar tetap ada, terutama dari segi anggaran. Biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan pembangunan IKN diperkirakan mencapai hampir Rp 100 triliun. Pembangunan sehari-hari menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil infrastruktur yang telah selesai, menimbulkan pertanyaan mengenai seberapa efektif rencana ini dapat diwujudkan.

Dorongan untuk memindahkan anggota DPR ke IKN menjadi salah satu fokus pemerintah. Hal ini dianggap penting untuk memastikan keberlangsungan serta pengoperasian lembaga-lembaga negara dengan baik. Selain itu, langkah Presiden Prabowo untuk menetapkan IKN sebagai ibu kota politik juga dilihat sebagai pernyataan politik penting bahwa dia akan melanjutkan komitmen pembangunan IKN sesuai janji yang dibuat saat kampanye.

Secara keseluruhan, meskipun banyak tantangan, inisiatif ini menandai babak baru dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia dan dapat mempengaruhi arah politik dan ekonomi negara.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement