Pengertian Istidraj: Peringatan Allah Swt. Berupa Nikmat Duniawi yang Melimpah

23 Juli 2023 08:07 WIB

Narasi TV

Ilustrasi salah satu bentuk istidraj berupa ujian kekayaan duniawi. (Sumber: Pexels/cottonbro studio)

Penulis: Elok Nuri

Editor: Rizal Amril

Istilah istidraj mungkin masih tidak familiar terdengar. Istidraj adalah istilah yang merujuk pada peringatan berupa kenikmatan duniawi yang dapat berakhir musibah jika tidak disikapi dengan benar.

Melalui istidraj, Allah Swt. sebenarnya tengah menguji seseorang dengan memberikan kenikmatan duniawi untuk mengetes apakah orang tersebut akan lalai atau tidak.

Dalam Al-Qur’an, istidraj diberikan kepada orang-orang yang menyepelekan peringatan Allah Swt.

Peringatan tentang kenikmatan fana akan dunia ini telah tercantum dalam surah Al An’am ayat 44 yang berbunyi:

 فَلَمَّا نَسُوا۟ مَا ذُكِّرُوا۟ بِهِۦ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَٰبَ كُلِّ شَىْءٍ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُوا۟ بِمَآ أُوتُوٓا۟ أَخَذْنَٰهُم بَغْتَةً فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ

Artinya: "Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa." (QS. Al An'am: 44).

Melansir situs Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kendal, Syeikh Al-Imam Sahal bin Abdullah RA menerangkan istidraj sebagai berikut:

نمدهم بالنعم وننسيهم الشكر عليها، فإذا ركنوا إلى النعمة وحجبوا عن المنعم أخذوا

Artinya: “Kami (Allah) telah memberi banyak kenikmatan kepada mereka, dan Kami jadikan mereka lupa bersyukur atas nikmat itu. Apabila mereka cenderung pada nikmat itu, dan hati mereka tertutup dari Dzat Pemberi nikmat, maka diambilah mereka.”

Pengertian istidraj

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istidraj adalah suatu keadaan atau hal luar biasa yang diberikan kepada orang kafir sebagai ujian dari Allah Swt. sehingga menjadikan mereka lupa diri dan takabur kepada Tuhannya, seperti Firaun dan Karun.

Sementara dalam istilah terminologi yang diartikan oleh Abi Qasim al-Husaini bahwa, istidraj adalah menarik manusia tingkat demi tingkat. 

Maksudnya, istidraj diberikan dalam bentuk kenikmatan duniawi yang meningkat seiring waktu.

Ibrahim Al-Qathan dalam Taisir al-Tafsir menjelaskan bahwa istidraj memiliki makna menyiksa setingkat demi setingkat.

Sebagai contoh, orang yang memiliki kedudukan diberi istidraj berupa kenaikan pangkat semakin tinggi dari waktu ke waktu yang akan diambil secara tiba-tiba.

Begitu juga sebaliknya, di mana orang yang berkedudukan rendah akan semakin rendah.

Ciri-ciri sifat istidraj

Istidraj dapat dikenali dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Merasa bahwa yang didapatkan karena usaha pribadi bukan karena Allah.
  • Jarang merasakan sakit walaupun lalai beribadah.
  • Mendapatkan rezeki yang lancar dan tidak pernah merasa butuh Allah Swt.
  • Merasa tenang walaupun sering meninggalkan ibadah.
  • Jarang terkena musibah meskipun tidak pernah menjalankan ibadah dan sering melakukan maksiat.

Dari penjelasan dari dalil dan ciri-ciri yang dijabarkan dapat disimpulkan bahwa kenikmatan dunia yang kita rasakan bisa jadi merupakan istidraj.

Oleh karenanya, sebagai umat Islam, kita perlu mewaspadai dan menyikapi kenikmatan dunia dengan benar karena bisa jadi kenikmatan tersebut sebenarnya adalah peringatan.

Cara untuk terhindar dari sifat Istidraj adalah memperbanyak doa memohon ampunan, rajin beribadah kepada Allah Swt., dan selalu mengingat Allah Swt. dalam keadaan susah maupun senang.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR