Advertisement

Jangan Dianggap Remeh, Ini Bahaya Menunda Makan Bagi Kesehatan

30 April 2026 22:57 WIB

thumbnail-article

Ilustrasi tidak nafsu makan Sumber: ANTARA.

Penulis: Elok Nuri

Editor: Elok Nuri

Menunda makan karena tengah sibuk mengerjakan tugas atau pekerjaan, rupanya bukan hal sepele, selain menimbulkan rasa lapar hal ini bisa menimbulkan konsekuensi serius dan akan berpengaruh bagi kesehatan.

Sering menunda makan juga bisa menyebabkan kerja sejumlah organ tubuh terganggu. Dikutip dari Eatingwell, Ahli diet Christy Harrison, MPH, RD, CDN mengatakan,” Menurut saya tidak ada manfaat potensial dari berpuasa atau melewatkan makan, dan justru ada bahaya yang sangat nyata”.

Dampak Negatif Menunda Makan

Berikut bahaya menunda makan bagi kesehatan, baik jangka pendek maupun panjang

Gangguan Sistem Pencernaan

Menunda makan dapat menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan, salah satunya adalah sakit maag. Kondisi ini terjadi karena asam lambung yang biasanya berfungsi untuk mencerna makanan menumpuk saat perut kosong dalam waktu lama.

Penumpukan asam lambung ini dapat mengiritasi dinding lambung sehingga menimbulkan rasa nyeri, kembung, hingga mual. Selain itu, menunda makan juga dapat menyebabkan kram perut dan gangguan saluran pencernaan seperti Irritable Bowel Syndrome (IBS) yang memicu perut terasa sakit dan kram.

Penurunan Energi dan Mudah Lelah

Tubuh memerlukan energi yang bersumber dari nutrisi makanan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Ketika seseorang melewatkan waktu makan atau menundanya, asupan energi berkurang sehingga tubuh kekurangan “bahan bakar”. Akibatnya, orang tersebut lebih mudah merasa lelah, lesu, dan tidak bertenaga. Kondisi ini mengganggu kinerja tubuh dan produktivitas karena tubuh berusaha menghemat energi yang tersisa.

Penurunan Konsentrasi dan Produktivitas

Otak membutuhkan asupan glukosa yang diperoleh dari makanan agar dapat berfungsi optimal. Jika kadar gula darah menurun akibat menunda makan, maka konsentrasi akan menurun dan fokus menjadi terganggu. Hal ini berdampak langsung pada produktivitas, terutama saat bekerja atau belajar. Penurunan kinerja mental dapat menyebabkan penyelesaian tugas menjadi tidak efektif dan lebih lama.

Melambatnya Proses Pembakaran Kalori

Metabolisme tubuh berperan mengubah kalori makanan menjadi energi. Kebiasaan menunda makan membuat tubuh menyesuaikan diri dengan “menghemat” kalori. Proses pembakaran kalori pun menjadi lambat sehingga energi yang dihasilkan tidak cukup untuk aktivitas, memicu rasa lemas dan menurunkan stamina tubuh. Jika terjadi terus-menerus, hal ini mengganggu keseimbangan metabolik dan fungsi organ tubuh.

Penyimpanan Kalori Berlebih dan Risiko Berat Badan Naik

Ketika waktu makan dilewatkan, dorongan makan saat waktu berikutnya tiba biasanya menjadi berlebihan. Banyak orang makan dalam porsi besar untuk mengganti “hutang kalori” yang terlewat.

Pola ini buruk karena tubuh cenderung menyimpan kalori yang masuk sebagai cadangan lemak, menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak sehat. Jika berlanjut, risiko obesitas juga meningkat.

Peningkatan Risiko Diabetes Tipe 2

Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan melewatkan makan, terutama sarapan dan makan malam, dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 hingga 55%. Saat menunda makan, kadar gula darah mengalami fluktuasi yang tajam, memaksa tubuh bekerja lebih keras untuk menyeimbangkan gula darah. Kondisi ini lama-kelamaan dapat merusak kemampuan tubuh dalam mengelola gula darah.

Melemahnya Sistem Imun dan Mudah Sakit

Makanan adalah sumber nutrisi yang menopang sistem imun tubuh. Jika asupan makan tidak terpenuhi secara rutin, tubuh kekurangan vitamin, mineral, dan zat gizi penting lainnya. Akibatnya, daya tahan tubuh melemah sehingga meningkatkan risiko terserang berbagai infeksi dan penyakit. Tubuh yang lemah juga memperpanjang proses penyembuhan saat sakit.

Gangguan Tidur dan Suasana Hati Tidak Stabil

Menunda makan dapat menyebabkan produksi hormon stres kortisol meningkat untuk mengimbangi turunnya kadar gula darah. Ini berdampak negatif pada suasana hati, menyebabkan mudah marah, stres, dan perasaan tidak nyaman. Selain itu, rasa lapar dan asam lambung yang meningkat di malam hari dapat mengganggu kualitas tidur, memicu insomnia, dan membuat tubuh kurang segar di keesokan harinya.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement