Pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono mengumbar sederet janji dalam debat perdana Pilkada Jakarta pada Minggu (6/10/2024) malam.
Dalam kesempatan tersebut, paslon Ridwan Kamil-Suswono turut menjelaskan janji kampanye seperti dana Rp200 juta untuk tiap RW, penyediaan co-working space, dan bantuan kepada Gen Z yang di-PHK.
Debat Pilkada Jakarta 2024 yang pertama tersebut diselenggarakan oleh KPU di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Debat kali ini, mengusung tema “Penguatan SDM dan Transformasi Jakarta Menjadi Kota Global”.
Sederet janji RK-Suswono di debat Pilkada Jakarta 2024
Berikut ini merupakan sederet janji kampanye yang disampaikan paslon Ridwan Kamil-Suswono dalam debat pada Minggu:
1. Menyiapkan kartu KAMU
Janji pertama dari pasangan Ridwan Kamil dan Suswono adalah program bantuan kepada dua kelompok masyarakat, yakni program Kartu Pelayan Rumah Ibadah dan Kartu Anak Yatim.
Akan tetapi, kendati RK-Suswono mencanangkan dua program bantuan berbentuk kartu, namun Ridwan Kamil menjelaskan dua program tersebut akan menggunakan satu kartu yang sama, yakni kartu KAMU.
Penggunaan satu kartu alih-alih menambah banyak kartu, kata mantan Gubernur Jabar tersebut, dilakukan setelah menimbang banyaknya kartu yang dimiliki oleh warga Jakarta.
“Tapi kartunya kebanyakan kalau masing-masing pegang sendiri, sehingga kami mempunyai sesuai dengan kemajuan digital, kartunya cukup satu, namanya kartu KAMU, KA-nya dari “Jakarta”, MU-nya “Maju”,” jelas Ridwan kamil.
Lebih lanjut, Ridwan Kamil menyatakan bahwa program kartu KAMU tersebut tidak dimaksudkan sebagai pengganti kartu-kartu yang sudah ada.
Menurutnya, program yang telah berjalan baik di era Gubernur Ali Sadikin hingga Anies Baswedan akan diteruskan, termasuk program berbentuk kartu seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP).
"Salah satu nilai yang diwariskan dari ibu saya adalah pemimpin harus adil dan jangan dendaman. Maka masa lalu yang baik kami akan pertahankan semua program yang bagus dari Pak Ali Sadikin, Pak Sutiyoso, Pak Jokowi, Pak Foke [Fauzi Bowo], Pak Ahok [Basuki T Purnama], termasuk Pak Anies akan kami pertahankan," paparnya.
2. Dana pengembangan Rp200 juta per RW
Selanjutnya RK berbicara mengenai demokratisasi ide pembangunan di Jakarta. Dia berjanji akan menganggarkan uang Rp200 juta untuk setiap RW, agar warga tiap RW di Jakarta dapat mendesain sendiri masa depan versi mereka.
"Nanti RW dalam hal ini berkoordinasi dengan kelurahan untuk mendesain masa depannya sendiri, gubernur bisa mengurus yang besar-besar, di level ujung bisa oleh kelurahan dan RW yang diberdayakan," terang Ridwan.
Ridwan meyakini urusan di lingkungan RW akan lebih efektif bila diurus dari bawah. Dia mengatakan nantinya pengurus RW bisa menyusun rancangan anggaran dan peruntukan dana tersebut.
3. Co-working space dan kopi gratis
Selanjutnya RK juga menjanjikan akan mendukung pola kerja work from anywhere (WFA). Oleh karenanya, ia berjanji akan menyediakan kopi dan co-working space secara gratis di Jakarta.
"Insyaallah Pasangan RIDO akan memperbanyak co-working yang sewanya gratis, termasuk minum kopinya karena Gen-Z ini konsumsi kopinya besar sekali dan mahal,” kata Ridwan Kamil.
4. Mengurangi ketimpangan gender yang dialami perempuan
Calon Gubernur Jakarta nomor urut satu itu juga akan menyiapkan tiga program untuk perempuan dalam rangka mengatasi ketimpangan gender yang masih terjadi di Jakarta.
Pertama adalah pendidikan gratis untuk perempuan. Program kedua adalah sekolah perempuan untuk emak-emak atau ibu-ibu. Dan yang ketiga, akan meningkatkan kualitas indeks sehingga ketimpangan gender bisa terselesaikan.
“Saya kira perempuan harus dilindungi. Perempuan harus memiliki kesetaraan melalui perlindungan oleh gubernur, " katanya saat menjawab pertanyaan terkait langkah strategis dan konkret untuk meningkatkan partisipasi perempuan di angkatan kerja dan pendidikan.
5. Bantuan untuk Gen Z yang di-PHK selama 3 bulan
Janji yang tak kalah menarik RK dan Suswono adalah bantuan dana sosial selama 3 bulan untuk Gen Z yang terkena PHK.
Akan tetapi, mengenai teknis pelaksanaan program tersebut, Ridwan Kamil mengaku masih menghitung besaran dana yang diberikan agar sesuai dengan APBD.
