Advertisement

Karya Teranyar Imajinari Angat Keresahan dan Kritik Sosial, Ini Sinopsis Operasi Pesta Copet

20 June 2026 22:10 WIB

thumbnail-article

Film Operasi Pesta Copet Sumber: Instagram CGV.

Penulis: Elok Nuri

Editor: Elok Nuri

Rumah produksi yang dinahkodai Ernest Prakasa resmi merilis film teranyarnya berjudul Operasi Pesta Copet. Film ini lahir dari keresahan yang dirasakan Edy Khemod, drummer band Seringai sekaligus sutradara film terhadap fenomena pencopetan yang sering terjadi di konser musik Seringai.

Dalam berbagai kesempatan, Khemod menemukan bahwa di setiap konser, terutama di lokasi pit atau area kerumunan yang dikenal dengan istilah 'moshing', sering terjadi aksi pencopetan yang menyamar sebagai bagian dari keramaian.

Fenomena ini disebut "mospet" atau moshing copet, sebuah modus yang memanfaatkan keributan dan hingar bingar di konser untuk melancarkan aksi kriminal. Modus kopet ini sangat terorganisir dan pelakunya bahkan datang dari luar kota.

"Inspirasinya karena sering terjadi copet di konser Seringai. Ada satu konser di Solo, kami menemukan ada 4 orang copet di Solo, mereka pergi dari Jakarta ke Solo, memang untuk mencopet di konser Seringai," kata Khemod kepada awak media di Kawasan Melawai Jakarta, Jumat, 19 Juni 2026.

Produksi dan Pemain Utama Operasi Pesta Copet

Produksi film Operasi Pesta Copet melibatkan kolaborasi antara sejumlah pihak penting, yakni rumah produksi Imajinari, rumah produksi Angin Segar, serta promotor festival Pestapora, Boss Creator. Keterlibatan berbagai pihak ini memastikan kualitas produksi serta mendukung pembuatan film dengan latar festival musik asli yang memiliki nilai tambah dari segi visual dan keautentikan cerita.

Untuk menghidupkan karakter utama dalam cerita tersebut, film ini menghadirkan aktor dan aktris muda berbakat yang tengah naik daun. Pemeran utama antara lain adalah Iqbaal Ramadhan, yang terkenal dengan peran-peran sebelumnya di dunia perfilman Indonesia, serta Kristo Imanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba.

Film ini dijadwalkan akan tayang secara serentak di seluruh bioskop Indonesia pada tanggal 27 Agustus 2026. Diharapkan, kehadiran Operasi Pesta Copet tidak hanya menghibur penonton, tetapi juga memberikan gambaran baru tentang fenomena pencopetan dalam dunia konser musik yang selama ini kurang terekspos secara mendalam.

Perubahan Judul Operasi Pesta Copet

Pada awalnya, film ini diberi judul Operasi Pesta Pora, yang mengacu pada festival musik besar yang menjadi latar cerita. Namun, tim produksi kemudian memutuskan untuk mengubah judulnya menjadi Operasi Pesta Copet.

Keputusan ini disampaikan langsung oleh produser Ernest Prakasa yang menjelaskan bahwa perubahan judul ini bertujuan agar audiens dapat dengan cepat memahami fokus cerita hanya dengan membaca judulnya.

"Supaya orang langsung tahu apa yang ditonton dengan membaca judulnya," kata Ernest dalam kesempatan yang sama.

Penambahan kata "copet" pada judul menggarisbawahi inti dari konflik film, yaitu mengenai empat orang copet yang menjadi karakter sentral dan fenomena sosial yang diangkat. Dengan kata lain, perubahan judul bukan hanya soal marketing, melainkan menegaskan fokus narasi pada karakter individu pelaku pencopetan dan isu sosial yang melingkupi mereka.

Ernest Prakasa juga menegaskan bahwa pergantian judul ini tidak ada hubungannya dengan kontroversi atau isu sensitif yang sempat muncul terkait dengan festival musik Pestapora. Ia menampik spekulasi bahwa judul diubah karena alasan eksternal, melainkan semata-mata keputusan kreatif untuk memberi citra yang lebih jelas dan menarik bagi penonton.

“Jadi kita ngegantinya bukan karena itu. Jadi ya jujur apa adanya memang seperti itu sih. Walaupun ya ada yang bilang 'Ini gara-gara kemarin ada isu ini-itu, makanya diganti judul.' Tapi gak sih sebenarnya. Toh anyway in your face banget di film ini ya Pesta Pora gitu, gak mungkin kita ganti tiba-tiba jadi konser lain," jelas Ernest.

Sementara itu, Edy Khemod mengaku sempat cemas ketika harus mengajukan ide perubahan judul yang mengubah kata "Pora" menjadi "Copet" karena khawatir dengan reaksi Kiki Ucup, penggagas festival. Namun, respons yang didapat justru positif dan dianggap sebagai ide kreatif yang segar.

"Pas gue punya ide ditimpa, kan menurut gue lucu ya gitu. Maksudnya jujur lucu gitu menarik. Tapi takut Ucup ngamuk, Ucup marah. Eh ternyata gak, biasa aja. (Reaksi Ucup) 'Oh idenya keren.' Udah gitu doang," katanya.

Sinopsis Film Operasi Pesta Copet

Film ini mengisahkan empat pemuda copet yang merencanakan aksi pencopetan besar-besaran di tengah festival musik Pestapora, sebuah festival musik lokal yang sangat ramai dan meriah. Keempat tokoh ini menjadi fokus utama yang membawa penonton menyelami konflik, tantangan, dan situasi rumit di balik operasi mereka.

Operasi Pesta Copet mengusung genre campuran antara komedi aksi dan heist, yang memadukan ketegangan kriminal dengan sentuhan humor dan dinamika kelompok.

Dengan begitu, film ini tidak hanya menampilkan sisi gelap kejahatan konser, tetapi juga sisi kemanusiaan dan kompleksitas karakter para pelaku yang punya latar belakang berbeda-beda.

Keunggulan film ini terletak pada aspek realisme yang dihadirkan. Pengambilan gambar dilakukan di lokasi festival musik asli, yaitu Pestapora 2025, dengan melibatkan ribuan figuran untuk menciptakan suasana autentik khas festival musik.

Proses syuting dibagi menjadi dua fase, yakni beberapa hari sebelum festival berlangsung dan pada hari pelaksanaan festival itu sendiri, sehingga interaksi antara karakter dengan keramaian festival terlihat natural.

Pendekatan ini memungkinkan penonton merasakan sensasi atmosfir festival sekaligus memahami bagaimana aksi copet berlangsung di tengah keramaian yang penuh hiruk-pikuk konser.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement