Advertisement

Lirik dan Makna Lagu 'Desember' - Efek Rumah Kaca: Sebuah Memoar tentang Bencana

09 December 2024 10:19 WIB

thumbnail-article

Potongan video klip "Desember" - Efek Rumah Kaca. (YouTube/Motulz Anto) .

Penulis: Nuha Khairunnisa

Editor: Nuha Khairunnisa

"Desember" merupakan salah satu lagu yang dibawakan oleh band Efek Rumah Kaca (ERK). Lagu ini dirilis pada 1 September 2007 sebagai track ke-12 dalam album Efek Rumah Kaca.

Ditulis oleh sang vokalis Cholil Mahmud bersama Adrian Yunan, lagu yang mendayu-dayu ini sarat akan pesan sosial.

Cholil membuat lagu ini sebagai pengingat atas sejumlah peristiwa bencana alam yang pernah terjadi di bulan Desember.

Latar belakang penulisan lagu

Salah satu peristiwa yang menginspirasi lagu "Desember" adalah bencana banjir besar yang terjadi di Jakarta pada tahun 1999.

Banjir yang melanda Ibu Kota saat itu merenggut banyak nyawa dan memberikan dampak traumatis bagi masyarakat.

Cholil menciptakan lagu "Desember" sebagai penghormatan dan doa untuk para korban, serta untuk memberikan semangat kepada keluarga yang ditinggalkan.

Selain banjir Jakarta 1999, "Desember" juga bisa dipandang sebagai tribut untuk peristiwa tsunami dahsyat yang meluluhalantakkan Aceh pada 26 Desember 2004.

Makna lagu "Desember" - Efek Rumah Kaca

Lagu "Desember" menyimpan makna tersirat yang begitu dalam. Dalam setiap liriknya, terdapat pesan kuat tentang bencana alam yang sering melanda Indonesia dan bagaimana manusia seharusnya menghadapi realita tersebut.

Pesan tentang bencana alam yang diangkat dalam lagu ini memberikan kesadaran akan pentingnya menghargai alam dan lingkungan.

Dengan nuansa melankolis yang penuh harapan, “Desember” mengajak pendengar untuk lebih sadar akan kebesaran alam dan konsekuensi dari tindakan yang merusaknya.

Di sisi lain, lagu ini juga menciptakan ruang refleksi untuk memaknai kembali kehidupan dan kebangkitan. Lewat lagu ini, pedengar diajak untuk merenungkan cara untuk kembali bangkit usai melalui kejadian pahit.

Simbol hujan yang menggambarkan kesedihan dan pelangi yang menanti di akhir, menggambarkan siklus kehidupan yang penuh lika-liku.

Dalam pandangan Cholil, hujan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian dari perjalanan menuju pemulihan.

Kata-kata tersebut menjadi pengingat bahwa kesedihan dapat dilalui, dan akan ada kebahagiaan setelahnya.

Lagu ini seolah mengingatkan semua orang untuk tidak hanya melihat bencana sebagai sebuah akhir, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memulai kembali dengan penuh rasa syukur.

Dengan semua makna dan pesannya yang sarat akan nilai-nilai kemanusiaan, “Desember” menjadi lebih dari sekadar lagu; ia menjelma menjadi sebuah memoar tentang bencana, harapan, dan perjalanan menuju pemulihan.

Lagu ini terus mengalun di hati masyarakat, menjadi pengingat akan pentingnya solidaritas dan cinta terhadap alam.

Lirik lagu "Desember" - Efek Rumah Kaca

Selalu ada yang bernyanyi dan berelegi

Dibalik awan hitam

Semoga ada yang menerangi sisi gelap ini

Menanti seperti pelangi setia

Menunggu hujan reda

Aku selalu suka sehabis hujan dibulan Desember

Di bulan Desember

Selalu ada yang bernyanyi dan berelegi

Dibalik awan hitam

Semoga ada yang menerangi sisi gelap ini

Menanti seperti pelangi setia

Menunggu hujan reda

Aku selalu suka sehabis hujan dibulan Desember

Di bulan Desember

Sampai nanti ketika hujan tak lagi

Meneteskan duka meretas luka

Sampai hujan memulihkan luka

Aku selalu suka sehabis hujan dibulan Desember

Di bulan Desember

Karna aku selalu suka sehabis hujan dibulan Desember

Di bulan Desember

Seperti pelangi setia

Menunggu hujan reda

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement