Akhir-akhir ini, lagu "Primadona" dari Adikara Fardy sedang viral di TikTok dan Reels Instagram, setelah lagu sebelumnya yang berjudul “Katakan Saja” juga viral beberapa waktu lalu. Beberapa orang diantaranya ikut meramaikan lagu ini dengan mengunggah momen bahagia mereka bersama pasangan, sahabat, atau bahkan diri sendiri yang tengah menikmati vibes kota Jakarta, seperti dalam lirik lagu ini.
Baru dirilis pada 10 Mei 2024 lalu, lagu “Primadona” yang dibuat dengan alunan musik asik dan lirik puitis, berhasil menarik perhatian banyak pendengar. Lagu ini menjadi single ke-3, setelah dirinya merilis lagu “Nirwana” dan “Katakan Saja”. Dalam bermusik, Adikara kerap menggabungkan antara elemen genre musik pop, jazz, dan R&B.
Makna Lagu “Primadona” Adikara
Lagu ini bercerita tentang kekaguman dan rasa cinta dari seorang pria kepada wanita yang begitu memesona, bagaikan sang primadona di matanya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), primadona adalah wanita yang paling cantik, disukai, dikagumi, dan sebagainya di lingkungannya.
Di dalam lirik lagu ini, Adikara banyak menggunakan majas personifikasi dan metafora untuk menggambarkan pesona indah dari wanita tersebut. Dalam beberapa kata, seperti “mentari pagi”, “rembulan malam”, dan “kecantikan bunga” menjadi bukti atas kekagumannya kepada wanita dambaan hatinya tersebut.
Baca Juga:Lirik dan Makna Lagu “Niscaya” Bilal Indrajaya: Ungkapan Rasa Cinta untuk Sang Pujaan Hati
Lirik Lagu “Primadona” Adikara
Renjana, dialah nama seorang wanita
Ku bertemu dia, sepulang kerja di lantai berdansa
Gaya penuh irama, kemayu parasnya
Menawan gayanya, elok pun caranya bicara
Primadona
Kota Jakarta
Tak ada dua
Entah ini sekedar cinta atau romansa semata
Rayuan belaka, harapan yang fana
Oh tak mengapa
Renjana, kerap terbayang lirikan manjanya
Usai malam berlalu, sesal hatiku andaiku merayu
Gaya penuh irama, kemayu parasnya
Menawan gayanya, elok pun caranya bicara
Primadona
Kota Jakarta
Tak ada dua
Entah ini sekedar cinta atau romansa semata
Rayuan belaka, harapan yang fana
Oh tak mengapa
Oh primadona
Kota Jakarta
Tak ada dua
Entah ini sekedar cinta atau romansa semata
Rayuan belaka, harapan yang fana
Oh tak mengapa
Oh Primadona
Kota Jakarta
Tak ada dua
Entah ini sekedar cinta atau romansa semata
Rayuan belaka, harapan yang fana
Oh tak mengapa
