Lagu “Satu Bulan” yang dinyanyikan Bernadya sukses membuat netizen ikut galau saat mendengarkannya. Tak heran jika lagu ini beberapa kali viral di media sosial dan menjadi backsound konten. Berikut lirik dan makna lagu “Satu Bulan” dari Bernadya.
“Satu Bulan” rilis pada 22 Juni 2023. Lagu tersebut merupakan bagian dari album mininya bertajuk Terlintas. Dalam album tersebut juga ada lagu-lagu berjudul “Masa Sepi”, “Sinyal-Sinyal”, Apa Mungkin”, dan “Terlintas”.
Penyanyi asal Surabaya tersebut berhasil membuat netizen galau ketika mendengarkan lagu “Satu Bulan”. Sebab, liriknya sangat membekas di hati dan relate dengan kisah cinta para netizen, terutama yang baru saja putus atau di-ghosting. Terbukti music video-nya di YouTube telah ditonton lebih dari delapan juta kali sejak rilis pada 8 September 2023.
Lantas, bagaimana lirik dan makna lagu “Satu Bulan” Bernadya?
Lirik lagu “Satu Bulan” Bernadya
Belum ada satu bulan
Ku yakin masih ada sisa wangiku di bajumu
Namun kau tampak baik saja
Bahkan senyummu lebih lepas
Sedang aku di sini hampir gila
Kita tak temukan jalan
Sepakat akhiri setelah beribu debat panjang
Namun kau tampak baik saja
Bahkan senyummu lebih lepas
Sedang aku di sini belum terima
Bohongkah tangismu sore itu di pelukku?
Nyatanya pergiku pun tak lagi mengganggumu
Apa sudah ada kabar lain yang kau tunggu?
Sudah adakah yang gantikanku?
Yang khawatirkanmu setiap waktu?
Yang cerita tentang apapun sampai hal-hal tak perlu?
Kalau bisa jangan buru-buru
Kalau bisa jangan ada dulu
Baru lewat satu bulan
Kemarin ulang tahunku tak ada pesan darimu
Tak apa, mungkin kau lupa
Atau sudah ada hati yang harus kau jaga?
Sudah adakah yang gantikanku?
Yang kau antar jemput setiap Sabtu?
Yang s’lalu ingatkan untuk pakai sabuk pengamanmu
Kalau bisa jangan buru-buru
Sudah adakah yang gantikanku?
Yang khawatirkanmu setiap waktu?
Yang cerita tentang apapun sampai hal-hal tak perlu?
Kalau bisa jangan buru-buru
Kalau bisa jangan ada dulu
Makna lagu “Satu Bulan” Bernadya
Lagu “Satu Bulan” bercerita tentang perempuan yang baru saja putus dari pacarnya. Hubungan mereka berakhir dalam satu bulan. Selama menjalani hubungan pun mereka selalu berdebat hingga membuat si perempuan seperti tak terima dengan apa yang telah terjadi.
Setelah putus, si perempuan masih merasa depresi dan sakit hati. Sementara mantan kekasihnya terlihat baik-baik saja seolah tanpa beban. Hal tersebut terlihat dari senyumnya yang lebih lepas, tidak seperti saat masih berpacaran.
Hari-hari berlalu, si perempuan mempertanyakan perasaan laki-laki tersebut. Sebab, perbedaan keduanya setelah putus sangat berbanding terbalik. Tak heran jika si perempuan berasumsi bahwa ada perempuan lain yang telah menggantikan posisinya.
“Satu Bulan” sangat relate bagi orang-orang yang baru saja putus cinta atau menjadi korban ghosting. Liriknya mewakili setiap pertanyaan yang berkecamuk dalam pikiran. Apakah sudah ada orang baru yang menggantikan posisi sebagai pasangan? Atau selama ini perasaan itu hanya milik satu pihak saja?
