Advertisement

Lirik dan Makna Lagu 'Yasudah' - Sal Priadi: Hati Tinggal Satu Kau Patahkan Juga, Ya Sudah

16 December 2024 11:48 WIB

thumbnail-article

Penyanyi dan penulis lagu Sal Priadi. (Instagram/@salpriadi) .

Penulis: Nuha Khairunnisa

Editor: Nuha Khairunnisa

"Yasudah" merupakan salah satu track dalam album Markers and Such Pens Flashdisks milik Sal Priadi. Lagu ini bercerita tentang keadaan hati setelah megalami patah hati.

Sal Priadi merilis album Markers and Such Pens Flashdisks pada 30 April 2024, yang menjadi album kedua Sal setelah Berhati (2020).

Seluruh lagu dalam album Markers and Such Pens Flashdisks, termasuk "Yasudah", ditulis sendiri oleh Sal Priadi. Dalam lagu ini, Sal berkolaborasi dengan Natania Karin sebagai penyanyi latar.

Makna lagu "Yasudah" - Sal Priadi

Tema kehilangan dan patah hati

Lagu "Yasudah" menggambarkan tema kehilangan. Setiap bait menggambarkan perjalanan emosional yang dialami oleh seseorang yang berusaha menghadapi kenyataan bahwa cintanya telah pergi.

Lirik pembuka yang berbunyi, "Sudah hatinya ini tinggal satu-satunya kau patahkan juga," memperlihatkan betapa dalamnya rasa sakit yang dialami oleh protagonis dalam lagu.

Konsep patah hati dalam lagu ini diandaikan secara harfiah, berupa hati yang terbelah. Akibat luka batin yang dialami, hati itu jadi memiliki "garis panjang merah" yang menandai bekas luka.

Beres-beres hati sendiri

Selain menggambarkan sakit hati, "Yasudah" juga berbicara tentang proses sembuh dari luka batin.

Protagonis dalam lagu berusaha mengumpulkan serpihan hatinya yang hancur, sendirian tanpa bantuan siapa pun.

Sebab, biar bagaimana pun, hati itu adalah miliknya sendiri. Usai dihantam badai dan pecah berantakan, ia sendiri yang harus bertanggung jawab membereskannya.

Berdamai dengan kesedihan

Kendati hatinya telah remuk diamuk badai patah hati, protagonis dalam lagu tetap menyimpan harapan akan masa depan yang lebih baik.

Meski kesedihan yang dialami begitu dalam, ada sinyal optimisme yang tersimpan dalam lirik lagu "Yasudah".

Pada bagian outro, terselip harapan di hari ulang tahun yang, sayangnya, harus dilalui tanpa kehadiran kekasih hati.

Lewat lirik “Dengarkah hatiku berdoa?, sang protagonis menyisipkan harapan berupa masa depan yang lebih baik bagi dirinya.

Momen evaluasi

Lirik "Tapi kalau sudah rapi, kau jangan datang lagi, janji?" menunjukkan keputusan protagonis untuk tidak terjebak lagi dalam hubungan yang menyakitkan.

Secara tegas, ia mengisyaratkan bahwa usai dirinya pulih, ia tidak ingin jatuh kembali ke dalam pusaran cinta yang hanya akan membawanya kepada patah hati lainnya.

Lirik lagu "Yasudah" - Sal Priadi

Sudah hatinya ini tinggal satu-satunya kau patahkan juga

Lalu dia pakai apa untuk jalani ini semua

Emang ada persewaannya?

Ini jelas bukan hal mudah

Dia ambil serpihannya sambil dia bingung

Mulai dari mana beres-beresnya

 

Ya sudah

Mau tidak mau ia menatanya sendiri

Tapi kalau sudah rapi, kau jangan datang lagi, janji

 

Tidakkah kau kasihan dengan bentuk hatinya kini?

Ada garis panjang merah jadi semacam tanda dia orang yang pernah luka

Kalau senyum dibuat-buat

Mau terlihat s'lalu kuat

Di malam-malamnya sangat sulit tidur

Padahal kelelahan, lelah luar biasa

 

Ya sudah

Mau tidak mau ia menatanya sendiri

Tapi kalau sudah rapi, jangan datang lagi, janji

 

Hari ini ulang tahunku

(Hari ini ulang tahunnya)

Tahun kesekian tanpamu

(Tahun kesekian tanpaku)

Sebelum tiup lilin, mamaku meminta

(Sebelum tiup lilin, mamanya meminta)

Sebut satu doa di hati kecilku

(Sebut satu doa di hati kecilnya)

Di sana bisa kau dengar

(Dari sana bisa kudengar)

Berusaha sekuat tenaga

Sambil bisik-bisik dan tеrbata-bata

Dengarkah hatiku berdoa

(Ku dengar hatinya bеrdoa)

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement